Alternatif Pengelolaan Perikanan Lemuru di Selat Bali (The Alternative Management for The Bali Strait Sardine (Lemuru) Fishery)

Ika Joesidawati, Marita and Purwanto, Purwanto and Asriyanto, Asriyanto (2005) Alternatif Pengelolaan Perikanan Lemuru di Selat Bali (The Alternative Management for The Bali Strait Sardine (Lemuru) Fishery). Jurnal Pasir Laut, 1 (1). pp. 1-19. ISSN 1858-1684

[img]
Preview
PDF - Published Version
131Kb

Abstract

Abstract The aim of this research was to identify the social and government perceptions that might be done for knowing the opinion about lemuru fishery condition, the opinion about management they would like to be alternative, and also participations of these components in the lemuru fishery management. The couple of “Uji-t” is used to compare respondent opinion of lemuru fishery condition in the past (before 1997) with in this moment (1997 – 2004). The analysis of SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat) which including Internal Factors Analyzing Summary (EFAS) matrix and Internal External (IE) matrix is used to analyze the alternative position of lemuru management. The participation level of lemuru management is analyzed within used X and Y theory. Result sowed that society and government perception of lemuru fishery condition had decreased (in this moment is less than in the past: -3.53). Respondents’ participation level is in the consultative form. The management process of lemuru fishery at “cell V” (IE matrix), which has implication of holding out and maintaining strategy shown from government perspective as alternative defensive product which maintained fishery product. According to AHP accounting level, the alternative priorities policy of fishery management that must be taken by the government is regulation, MCS (Monitoring, Control, Surveillance) application, Co-Management increasing, catch pattern transfer. Key words: Fisheries management; Lemuru (Sardine); Bali Strait Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat dan pemerintah (responden) untuk mengetahui pendapat tentang kondisi perikanan lemuru, pendapat tentang alternatif pengelolaan yang mereka inginkan, serta tingkat peran dalam pengelolaan perikanan lemuru. Uji-t berpasangan digunakan untuk membandingkan pendapat responden terhadap kondisi perikanan lemuru masa lalu ( sebelum tahun 1997) dengan masa sekarang (1997 – 2004). Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) yang mencakup matrik Internal Factors Analysis Summary (IFAS), matrik Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS) dan matrik Internal Eksternal (IE) digunakan untuk menganalisis posisi alternatif pengelolaan lemuru. Tingkat peran dalam pengelolaan lemuru dianalisis dengan menggunakan teori X dan Y. Hasil menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dan pemerintah terhadap kondisi perikanan lemuru mengalami penurunan (rata-rata masa kini lebih rendah daripada masa lalu : -3,53). Tingkat peran responden dalam bentuk konsultatif. Proses pengelolaan perikanan lemuru pada sel V (Matrik IE) yang berimplikasi kepada strategi bertahan dan terpelihara (hold and maintain) yang dilihat dari perspektif pemerintah sebagai alternatif difensif, sedang kuadran II (Analisis SWOT) yang menempatkan pada alternatif diversifikasi produk yang berarti alternatif yang mempertahankan produksi perikanan. Berdasarkan perhitungan AHP urutan prioritas kebijakan alternatif pengelolaan perikanan yang harus diambil pemerintah adalah penyempurnaan regulasi, penerapan MCS (Monitoring, Control, Surveillance), peningkatan ko-manajemen, pengalihan pola tangkap. Kata-kata kunci: Pengeloaan Perikanan, Lemuru, Selat Bali

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:4139
Deposited By:mr heru kartiko prihartono
Deposited On:18 Jan 2010 12:49
Last Modified:18 Jan 2010 12:49

Repository Staff Only: item control page