EVALUASI STEAM CYCLE HEAT RATE DAN EFISIENSI TERMAL TURBIN UAP UNIT 2 TIPE N300-16.7/538/538-8 DI PLTU 1 JAWA TENGAH REMBANG EVALUATION STEAM CYCLE HEAT RATE AND THERMAL EFFICIENCY OF STEAM TURBINE UNIT 2 TYPE N300-16.7/538/538-8 IN PLTU1 JAWA TENGAH REMBANG

Nugroho , Danang Dwi and Handayani, Sri Utami (2013) EVALUASI STEAM CYCLE HEAT RATE DAN EFISIENSI TERMAL TURBIN UAP UNIT 2 TIPE N300-16.7/538/538-8 DI PLTU 1 JAWA TENGAH REMBANG EVALUATION STEAM CYCLE HEAT RATE AND THERMAL EFFICIENCY OF STEAM TURBINE UNIT 2 TYPE N300-16.7/538/538-8 IN PLTU1 JAWA TENGAH REMBANG. Undergraduate thesis, D3 Kerjasama PT. PLN Fakultas Teknik.

[img]
Preview
PDF
439Kb
[img]
Preview
PDF
109Kb
[img]
Preview
PDF
36Kb
[img]
Preview
PDF
699Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

931Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

323Kb
[img]
Preview
PDF
34Kb

Abstract

Kebutuhan akan tenaga listrik meningkat seiring meningkatnya teknologi dan industri.Pembangkit listrik berperan penting untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut. Salah satu jenis pembangkit adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Komponen utama dalam PLTU adalah ketel uap, turbin uap, kondenser dan generator sinkron.Seiring masa pakai ada kemungkinan terjadi penurunan performaperalatan tersebut sehingga mempengaruhi sistem PLTU. Pada PLTU turbin uap merupakan salah satu dari peralatan utama yang berfungsi mengubah energi panas dari uap menjadi energi gerak yang kemudian diubah oleh generator menjadi energi listrik. Oleh karena itu, untuk mengetahui performa sistem PLTU pada tugas akhir ini menggunakan metode heat rate turbin gross dan efisiensi termal untuk evaluasi. Heat rate adalah konsumsi panas yang diperlukan untuk membangkitkan energi listrik per satu kWh. Hasil penghitungan datapada 6 bulan awal operasi dengan beban 300 MW menunjukkan, trend heat rate turbin cenderung naik. Hal ini merupakan indikasiperforma sistem PLTU mulai terjadi penurunan seiring dengan masa pakai selain itu juga karena adanya losses. Contoh losses yang ditemui adalah adanya saluran pipa yang bocor, isolasi pipa uap yang rusak, dan penggunaan mode partial-arc pada control valve.Namunpenurunan kinerja sistem tidak terlalu signifikan ditunjukkan dengan efisiensi termal yang berfluktuasi antara 50%-53%. Dari hasil penghitungan data bulan Maret 2013 dengan beban 300 MW trend heat rate turbin cenderung menurun hal ini berarti kondisi mulai membaik disebabkan karena unit sedang dilakukan First Year Inspection (FYI) jadi sebagian peralatan yang rusak telah diperbaiki. Meskipun demikian efisiensi termal tetap berfluktuasi antara 50%-53%. Dari hasil data heat rate turbin serta efisiensi termal saat beroperasi 6bulan pertama dan pada bulan Maret 2013, dapat disimpulkan secara umum sistem masih dalam kondisi baik setelah beroperasi ±16 bulan berdasarkan efisiensi termal. Untuk menjaga kinerja sistem pembangkit tetap dalam kondisi baik, perlu dilakukan inspeksi dan perbaikan secara berkala pada unit pembangkit. Kata kunci : Performa PLTU ,Heat Rate, Efisiensi Termal Demand for electricity increases along with the increasing technology and industry. The power plant has an important role to fulfill the electricity needs. One type of powerplant is steam power plant. The main components of steam power plant are boiler, steam turbine, condenser, and synchronous generator. Along life, there is possibledecreases performance in equipments that affects the power plant system. At the power plant, steam turbine is one of the main equipment that function convert the heat energy of steam into mechanical energy is then converted into electrical energy by a generator. Therefore, to determine performance of power plant system in this final projectusing gross turbine heat rate and thermal efficiency for evaluation. Heat rate is the heat consumption required to generate one kWh of electrical energy. Results of data calculations at 6 months from the unit operates with 300 MW load shows, trend turbine heat rate tends to rise. This is an indication the performance of power plant system begin decrease in line with usage period, other than that due to losses. Examples of losses encountered is the presence of a pipeline leak, a broken steam pipe insulation, and the use of partial-arc mode on the control valve. But system performance reduction is not significant, indicated by the fluctuating thermal efficiency between 50% -53%. From the results of data calculations March 2013 with 300 MW load shows trend turbine heat rate tends to decrease, this means that the condition getting better due to the unit being done First Year Inspection (FYI) so most of the equipment damage has been fixed. Howeverthermal efficiency still fluctuating between 50% -53%. From the data result turbine heat rate and thermal efficiency when operating the first 6 months and by March 2013, it can be concluded, generally the system is still in good condition after ± 16 months operation based on thermal efficiency. To maintain the performance of the powerplant system remains in good condition, inspections and repairs need to be done periodically on powerplant Keywords: Performance Power Plant, Heat Rate, Thermal Efficiency

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Mechanical Engineering
Faculty of Engineering > Diploma in Mechanical Engineering
ID Code:41165
Deposited By:Mrs Wahyu D3 Teknik Mesin
Deposited On:23 Dec 2013 13:52
Last Modified:23 Dec 2013 13:52

Repository Staff Only: item control page