KEGIATAN KOPI SEMAWIS PADA RUANG PUBLIK DI KAWASAN PECINAN SEMARANG

PRATIWI, Y. Wiwik Susi and KURNIATI, Rina (2012) KEGIATAN KOPI SEMAWIS PADA RUANG PUBLIK DI KAWASAN PECINAN SEMARANG. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

6Mb

Abstract

Abstrak Kawasan Pecinan merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Semarang. Kawasan Pecinan terletak di Jl. Gang Warung kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang Tengah. Kawasan Pecinan sendiri merupakan permukiman lama dengan sejarah panjang dengan tradisi yag telah berkembang dan dilakukan secara turun temurun. Hampir sebagian besar dari tradisi tersebut masih dijalankan, hal ini membuktikan bahwa Kawasan Pecinan merupakan kawasan yang kaya akan Living Heritage (Suara Merdeka, 4 Februari 2005). Melihat kenyataan itu diperlukan adanya pelestarian budaya supaya keberadaan Pecinan tidak hilang. Hal ini menarik perhatian beberapa pihak untuk lebih mengembangkan kawasan Pecinan seperti kelompok Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata). Kelompok ini berusaha untuk melakukan revitalisasi terhadap kawasan Pecinan. Adapun salah satu upaya yang dilakukan adalah menghidupkan dan memperkenalkan tentang kebudayaan Pecinan melalui beberapa kegiatan. Adapun kegiatan- kegiatan tersebut seperti festival pasar imlek, pusat jajanan semawis, dan kegiatan kebudayaan serta keagamaan lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut sering kali diadakan di jalan-jalan, hal ini dikarenakan tidak adanya ruang publik di kawasan Pecinan yang secara umum dapat dipergunakan sebagai lokasi kegiatan. Hal ini tentunya menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif bagi masyarakat dan juga kawasan Pecinan itu sendiri. Dampak negatif tersebut muncul akibat dari penggunaan ruang publik sebagai wadah atau tempat untuk melaksanakan kegiatan. Permasalahnan-permasalahan yang timbul dari adanya kegiatan Kopi Semawis yang berdampak pada aktivitas masyarakat ini perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk mengetahui kegiatan-kegiatan Kopi Semawis tersebut terkait dengan penggunaan ruang publik sebagai tempat melaksanakan kegiatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kegiatan Kopi Seawis terkait dengan penggunaan ruang publik sebagai lokasi kegiatan. Sasaran yang dilakukan antaranya: (1) Identifikasi Kelompok Kopi Semawis; (2) Identifikasi Karakteristik Ruang Publik di Kawasan Pecinan Semarang; (3) Identifikasi Kegiatan Kopi Semawis di Kawasan Pecinan Semarang; (4) Identifikasi kegiatan Kopi Semawis pada ruang publik. Adapun metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan distribusi frekuensi.Disini masyarakat dijadikan sebagai objek dan preferensi masyarakat dijadikan sebagai tools untuk mengetahui pendapat masyarakat. Analisis yang akan dilakukan meliputi: analisis kondisi ruang publik, analisis kegiatan kopi semawis dan analisis kegiatan kopi semawis di ruang publik. Hasil dari analisis ini adalah: pelaksanaan kegiatan Kopi Semawis belum bisa dibilang baik karena masih menimbulkan permasalahan dan minimnya partisipasi masyarakat, maka dari itu perlu adanya peningkatan partisipasi masyarakat serta peningkatan peran serta kelompok Kopi Semawis. Sedangkan untuk pemanfaatn ruang publik seperti jalan, trotoar dan kawasan tepi air lebih dimanfaatkan sebagi lahan parkir, lokasi PKL dan tempat rekreasi. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu, maka dari itu masyarakat menginginkan adanya penyediaan lahan parkir, penataan PKL, penambahan elemen pendukung jalur pejalan kaki dan pengoptimalan kawasan tepi air dengan pengerukan Kali Semarang agar berfungsi lebih baik lagi. Sedangkan untuk kegiatan Kopi Semawis di ruang publik juga masih menimbulkan banyak permasalahan. Masyarakat banyak yang tidak setuju dengan penggunaan jalan sebagai lokasi kegiatan. Disamping itu kondisi sarana prasarana dan elemen pendukung juga kurang memadai, seperti: parkir, persampahan, lebar jalan, kondisi kondisi lampu penerangan dan papan penunjuk arah. Melihat keadaan tersebut, masyarakat menginginkan adanya perbaikan kondisi sarana prasarana (pelebaran jalan, penambahan tempat sampah dan penyediaan lahan parkir); perbaikan dan penambahan elemen pendukung seperti papan penunjuk arah serta lampu jalan. Berdasarkan hasil dari analisis tersebut,maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan Kopi Semawis di ruang publik belum berjalan dengan maksimal. Hal ini terlihat dari masih adanya dampak negatif yang muncul ketika kegiatan Kopi Semawis berlangsung. Disamping itu, kondisi ruang publik sebagai salah satu alternatif lokasi kegiatan masih perlu dilakukan banyak perbaikan agar bisa berfungsi secara maksimal dan tidak mengganggu aktivitas yang lain, sebagai contoh adalah dengan adanya perbaikan dan alternatif lokasi kegiatan, maka para pelaku aktivitas perdagangan tidak lagi dirugikan. Sehingga antara kegiatan dan aktivitas bisa berjalan bersamaan dan saling mendukung satu sama lain. Kata kunci : Kawasan Pecinan, Kegiatan Kopi Semawis,Ruang Publik

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41110
Deposited By:Jurnal Planologi
Deposited On:17 Dec 2013 11:38
Last Modified:14 Jul 2014 10:19

Repository Staff Only: item control page