PERKEMBANGAN KUALITAS FISIK LINGKUNGAN PERMUKIMAN DESA GEUNTENG KECAMATAN BATEE, NAD PASCA KEGIATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PARTISIPATIF

ROZITA, Syarifah Gita and ASNAWI, Asnawi (2009) PERKEMBANGAN KUALITAS FISIK LINGKUNGAN PERMUKIMAN DESA GEUNTENG KECAMATAN BATEE, NAD PASCA KEGIATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PARTISIPATIF. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
10Mb

Abstract

Bencana tsunami yang melanda provinsi NAD menelan sekitar 400.000 korban dan kerugian milyaran rupiah. Wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan parah antara lain ibu kota propinsi Banda Aceh, pantai barat laut, pulau-pulau di pesisir, wilayah utara Aceh serta kabupaten-kabupaten di sepanjang pantai timur. Infrastruktur dasar, fasilitas umum, serta permukiman rusak parah, terutama bagi wilayah pesisir yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Menanggapi hal tersebut maka dibentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi oleh pemerintah serta lembaga-lembaga lain yang turut membantu proses perbaikan lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Tetapi dalam implementasinya, selain keberhasilan yang dapat dirasakan secara nyata, juga bermunculan berbagai fakta lapangan yang yang kurang memuaskan serta terdapat beberapa cacat yang cukup mengecewakan bagi masyarakat. Beberapa kasus seperti tidak selesainya proyek, kualitas dibawah standar, serta ketidaksesuaian dengan kondisi masyarakat. Bersamaan dengan itu terdapat beberapa lembaga donor dunia yang turut membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang menggunakan pendekatan partisipatif dalam pembangunannya. UNHabitat sebagai salah satu lembaga donor yang menggunakan pendekatan partisipatif. Rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pendekatan bertumpu pada masyarakat (Community Driven Approach), berdasarkan berbagai argument dan teori, akan memberikan manfaat berganda pada hasil pembangunannya. antara lain ketepatan sasaran bagi para penerima bantuan, kualitas produk yang sesuai harapan, memunculkan investasi ikutan, menimbulkan perasaan memiliki yang berujung pada upaya pemeliharaan produk pembangunan yang mendukung terjaminnya keberlangsungan kehidupan di daerah hasil rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada Desa Geunteng Timur dan Geunteng Barat, dimana telah dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pendekatan partisipatif memunculkan pertanyaan apakah tujuan rehabilitasi dan rekonstruksi partisipatif tersebut dapat tercapai. Untuk melihat hal tersebut maka muncul beberapa pertanyaan seperti, apa saja yang sudah dibangun? Bagaimana ketersediaan infrastruktur dan sarana desa sekarang? Apakah ada upaya pemeliharaan oleh masyarakat? dan bagaimana tingkat kepuasan mereka?Maka muncul pertanyaan penelitian “Bagaimana Perkembangan Kualitas Fisik Lingkungan Permukiman Pasca Kegiatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Partisipatif?”. Dengan melihat hal ini, diharapkan dapat diketahui kualitas lingkungan permukiman saat ini (tahun 2009) yang akan dibandingkan dengan kualitasnya pada saat baru selesai dilakukan program rehabilitasi dan rekonstruksi (2007). Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan merupakan gabungan antara kuantitatif dan kualitatif atau triangulasi. Teknik sampling yang akan digunakan untuk menentukan sampel kuesioner yaitu simple random sampling sedangkan untuk wawancara menggunakan teknik snowballing. Beberapa teknik analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain deskriptif kuantitatif (distribusi frekuensi dan skala likert), deskriptif kualitatif, dan deskriptif komparatif. Temuan penelitian yang didapatkan berupa perkembangan kualitas fisik di Desa Geunteng Timur dan Geunteng Barat yang didapat dari hasil penilaian kualitas dengan menggunakan skala yang telah ditetapkan sehingga diketahui nilai kualitas fisik kedua desa tersebut berada pada angka 7 dalam skala 10 yaitu cukup baik, dimana sarana prasarana dan utilitas difungsikan walaupun dengan kondisi fisik masih sederhana, tetapi sudah menunjukkan perkembangannya yang cukup baik jika dibandingkan dengan nilai kualitasnya pada tahun 2007 yaitu pada angka 4 dalam skala 10. Melihat hal tersebut maka dapat dikatakan kualitas fisik lingkungan permukiman pada tahun 2009 menjadi lebih baik dari pada tahun 2007. Dari segi perasaan memiliki dan pemeliharaan, terutama menyangkut kondisi sarana prasarana dan utilitas desa, diketahui bahwa masyarakat juga melakukan pemeliharaan lingkungan, tetapi pemeliharaan tersebut tidak semaksimal yang dibayangkan. Hal ini terlihat dari frekuensi kegiatan pemeliharaan yang lebih jarang dilakukan dibanding kegiatan lain dan hanya meliputi sarana prasarana tertentu. Adanya motivasi untuk melakukan pemeliharaan juga didasarkan kebiasaan dan rasa sungkan terhadap sesama, bukan kepedulian yang benar-benar datang dari individu seperti dampak yang diharapkan dengan adanya proses partisipasi pada masa pembangunan. Perasaan memiliki masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya belum sepenuhnya terwujud. Perasaan memiliki tersebut baru dimiliki masyarakat pada taraf kepemilikan rumah (Ulfa, 2009), dan pada sarana prasarana yang berkaitan langsung dengan kehidupan keseharian masyarakat atau yang dirasa bermanfaat. Hal ini berdampak pada kegiatan pemeliharaan yang hanya meliputi sarana prasarana tertentu dan waktu tertentu saja, belum menunjukkan adanya konsistensi dan kepedulian yang tinggi dari masyarakat. Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa adanya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi partisipatif pada Desa Geunteng Timur dan Geunteng Barat sudah memberikan dampak positif dengan meningkatnya kualitas fisik lingkungan permukiman dilihat dari meningkatnya sarana prasarana dan utilitas desa dari segi kuantitas dan kualitas, tetapi belum sepenuhnya memberi pengaruh positif pada cara pandang masyarakat terhadap lingkungan terlihat dari belum giatnya aktivitas pemeliharaan lingkungan yang disebabkan masih rendahnya perasaan memiliki dan kepedulian dari masyarakat pada taraf lingkungan. Kedepannya temuan dari studi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan program pemulihan permukiman pasca bencana lainnya. Keyword: rehabilitasi dan rekonstruksi, pendekatan partisipatif, perkembangan fisik.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41088
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:16 Dec 2013 16:03
Last Modified:16 Dec 2013 16:03

Repository Staff Only: item control page