PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KELURAHAN WAWOMBALATA KOTA KENDARI

ASIF, Rias Asriati and KUSUMADEWI, Diah Intan (2009) PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KELURAHAN WAWOMBALATA KOTA KENDARI. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
2515Kb

Abstract

Ruang terbuka hijau juga dapat didefinisikan sebagai sebentang lahan terbuka tanpa bangunan yang mempunyai bentuk, ukuran dan batasan geografis tertentu dengan status penguasaan apapun yang di dalamnya terdapat tetumbuhan hijau berkayu dan tahunan ( perrenial woody plants ) , dengan pepohonan sebagai penciri utama dan tumbuhan lainnya ( perdu, semak, reruputan, dan tumbuhan penutup tanah lainnya sebagai tumbuhan pelengkap serta benda - benda lain yang juga sebagai pelengkap dan penunjang fungsi ruang terbuka hijau yang bersangkutan ( Purnomohadi, 1995 ) . Ruang terbuka hijau terdiri atas dua yaitu ruang terbuka hijau privat dan ruang terbuka hijau publik. Pada penelitian ini difokuskan pada ruang terbuka hijau publik guna untuk mengetahui lebih jelas akan pemanfaatannya. Ruang terbuka hijau publik adalah ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota/kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. ( Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 ) .Ruang terbuka hijau publik yang ada di Kelurahan Wawombalata beragam jenisnya antara lain hutan lindung, hutan kota, budidaya konservasi lahan kering berupa pertanian dan perkebunan, lapangan olahraga, jalur hijau pada jalan raya berupa pot-pot jalan, taman PKK dan lain sebagainya. Fenomena yang terjadi pada saat ini adalah keberadaan ruang terbuka hijau publik yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdiri dari orang tua, dewasa, remaja dan anak-anak yang harus dikontrol dan harus diperhatikan, sehingga dalam penelitian ini penulis memfokuskan penelitian pada pemanfaatan ruang terbuka hijau publik yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan ruang terbuka hijau publik di Kelurahan Wawombalata Kecamatan Mandonga Kota Kendari melalui identifikasi kondisi eksisting ruang terbuka hijau publik, analisis pemanfaatan ruang terbuka hijau publik berdasarkan bentuk, jenis dan fungsi ruang teruka hijau, juga pola pemanfaatan ruang terbuka hijau publik di Kelurahan Wawombalata. Secara keseluruhan, proses analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen, observasi lapangan secara langsung dan wawancara. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami fenomena diwilayah studi secara menyeluruh dan mendalam, sehingga temuan-temuan dalam penelitian kualitatif adalah unik dan nyata serta kesimpulan yang dihasilkan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan pada populasi yang lebih besar dengan situasi yang berbeda. Tetapi hasil penelitian kualitatif dapat saja ditransfer pada situasi tertentu yang karakteristiknya sama atau relatif sama ( Danim, 2002: 37 ) . Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Keberadaan ruang terbuka hijau publik di Kelurahan Wawombalata terdiri dari 68 % dengan bentuk ruang terbuka hijau yaitu berkelompok sebanyak 60 %, menyebar sebanyak 32 % dan jalur sebanyak 8 %. Selain itu juga ruang terbuka hijau yang dapat digunakan sebanyak 73 % dan ruang terbuka hijau yang tidak dapat digunakan sebanyak 27 %. Pemanfaatan ruang terbuka hijau telah maksimal dilakukan, sebanyak 43% telah maksimal, 31% kurang maksimal dan 26% belum maksimal. Untuk jenis ruang terbuka hijau di RW 01 Kelurahan Wawombalata yaitu jalur hijau pada pulau jalan sebanyak 38%, perkebunan sebanyak 47%, kebun PKK 15% sedangkan di RW 02 pemanfaatan di ruang terbuka hijau yaitu 44 % maksimal, 24% kurang maksimal, dan 32% belum maksimal dan untuk jenis ruang terbuka hijau di Kelurahan wawombalata yaitu perkebunan 57%, lapangan olahraga 18%, kebun PKK 14% dan jalur hijau jalan pada pulau jalan 1%. Justifikasi dalam pemanfaatan ruang terbuka hijau publik yaitu adanya peran langsung dari masyarakat untuk ikut membantu dan berpartisipasi serta luas ruang terbuka hijau publik yang telah dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat setempat.Berdasarkan hasil temuan studi, maka dapat disimpulkan bahwa dalam upaya peningkatan pemanfaatan ruang terbuka hijau publik dibutuhkan peran langsung dari masyarakat untuk ikut membantu dan berpartisipasi serta luas ruang terbuka hijau publik yang telah dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat setempat. Peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang terbuka hijau pula sudah cukup terlihat oleh beberapa aktivitas yang dilakukan misalnya saja dengan melaksanakan program PKK yang berhubungan dengan ruang terbuka hijau publik yang telah disusun dan juga direncanakan. Keyword: Ruang Terbuka Hijau, Publik, Pemanfaatan

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41085
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:16 Dec 2013 15:07
Last Modified:16 Dec 2013 15:07

Repository Staff Only: item control page