MANFAAT VALUASI EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD DALAM PENGEMBANGAN PRASARANA DAN SARANA KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI KABUPATEN PEMALANG

PRAJA, Herlambang Dian Indra and MA'RIF, Samsul (2010) MANFAAT VALUASI EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD DALAM PENGEMBANGAN PRASARANA DAN SARANA KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI KABUPATEN PEMALANG. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3147Kb

Abstract

Pendekatan biaya perjalanan merupakan suatu teknik penilaian ekonomi terhadap suatu sumber daya alam. Pendekatan biaya perjalanan (TCM) dalam manfaatnya terhadap pariwisata berguna bagi pengembangan kegiatan kawasan pariwisata tersebut. Hal ini dikarenakan pendekatan dengan biaya perjalanan bertujuan memberikan seberapa besar penilaian ekonomi yang diberikan oleh wisatawan pada suatu sumber daya alam, dalam hal ini adalah kawasan pariwisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang. Biaya perjalanan yang dikeluarkan oleh wisatawan didapat dengan menjumlahkan biaya transportasi, biaya dokumentasi, biaya konsumsi, biaya parkir, dan biaya lain-lain selama melakukan kunjungan wisata sehingga akan diketahui penilaian ekonomi total yang diberikan oleh wisatawan yang akan berguna dalam pengembangan prasarana dan sarana kawasan pariwisata Pantai Widuri. Tujuan penelitian dari manfaat valuasi ekonomi dengan menggunakan travel cost method dalam pengembangan kawasan pariwisata Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penilaian ekonomi dalam pengembangan prasarana dan sarana kawasan pariwisata Pantai Widuri. Sasaran untuk memperoleh tujuan tersebut adalah dengan menganalisis nilai ekonomi dengan menggunakan metode biaya perjalanan ( Travel Cost Method ), memproyeksi perkembangan pengunjung obyek wisata Pantai Widuri pada tahun 2012, menganalisis kebutuhan pengembangan prasarana dan sarana di obyek wisata Pantai Widuri, dan pengembangan kawasan pariwisata Pantai Widuri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif, dan deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan dan memaparkan hasil studi. Analisis kualitatif deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan ketersediaan prasarana dan sarana di obyek wisata Pantai Widuri serta menganalisis kebutuhan pengembangan prasarana dan sarana dan pengembangan kawasan. Analisis kuantitatif untuk mengetahui manfaat nilai ekonomi obyek wisata Pantai Widuri dengan menggunakan metode biaya perjalanan sehingga dapat menghasilkan kurva permintaan rekreasi, serta memproyeksi jumlah pengunjung obyek wisata Pantai Widuri pada tahun 2012. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai ekonomi obyek wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang dengan pendekatan biaya perjalanan (travel cost) yang berasal dari 15 zona kunjungan terbesar berasal dari zona Petarukan yaitu sebesar Rp. 23.388.848,00,-/tahun per 1.000 penduduk, dan zona Taman sebesar Rp. 19.850.755,00,-/tahun per 1.000 penduduk serta zona Pemalang sebesar Rp. 18.442.278,00,-/tahun per 1.000 penduduk. Dari zona-zona tersebut dapat diketahui klasifikasi zona yang mempunyai nilai sangat rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Zona yang mempunyai nilai total sangat tinggi adalah: Luar Kab.Pemalang, Petarukan, zona tinggi adalah: Taman, Pemalang, Zona sedang adalah: Comal, Ampelgading dan Ulujami. Zona rendah adalah: Belik, Watukumpul, Bodeh, dan. Serta zona yang mempunyai nilai total sangat rendah adalah: Randudongkal, Moga, Pulosari, Bantarbolang, dan Warungpring. Dari nilai zona kunjungan yang terbesar tersebut dapat dimaksimalkan dan untuk nilai ekonomi dari zona yang terendah dapat ditingkatkan. Kemudian, dari perhitungan proyeksi kunjungan wisatawan pada tahun 2012 jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan di obyek wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang adalah 124.106 wisatawan dari masing-masing zona kunjungan wisata dan berpengaruh dalam kebutuhan penyediaan sarana dan prasarana pariwisata menunjukkan perlu adanya penambahan sarana dan prasarana pariwisata agar kegiatan pariwisata dapat berjalan dengan baik, dan dapat meningkatkan nilai masing-masing zona. untuk prasarana dan sarana yang perlu ditambahkan adalah fasilitas kesehatan, telekomunikasi, MCK umum dan air bersih. Sedangkan untuk prasarana dan sarana pariwisata yang kondisi baik dan tidak perlu dilakukan penambahan pada tahun proyeksi 2012 adalah jalan, drainase, dan persampahan serta peribadatan. Kemudian, untuk sarana pelengkap lainnya seperti penginapan, rumah makan, perbelanjaan, lembaga keuangan dan lain-lainnya perlu dilakukan penataan agar terlihat rapi, dan untuk jasa keuangan perlu disediakan mesin penarikan uang tunai (ATM). Dari pengembangan kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata yang terpenuhi dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, dan dapat meningkatkan nilai ekonomi total dari masing-masing zona kunjungan wisata yang diberikan oleh wisatawan. Kemudian dalam melakukan pengembangan kawasan pariwisata Pantai Widuri perlu melihat sisi permintaan dan penyediaan sistem kepariwisataan dengan dasar wisatawan sebagai sisi permintaan dan sisi penyediaan meliputi usaha dilakukan oleh pihak pengelola agar menarik minat wisatawan dari masing-masing zona kunjungan meliputi:pemeliharaan dan pengembangan daya tarik, informasi dan promosi yang perlu dilakukan guna mempromosikan kawasan pariwisata Pantai Widuri ke masing-masing zona kunjungan, kemudian penyediaan jasa perangkutan yang nyaman dan khusus serta unik dari tempat kawasan pariwisata Pantai Widuri, dan pelayanan yang baik dalam segala hal baik dalam prasarana dan sarana wisata, penginapan maupun rumah makan, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Biaya Perjalanan, dan Proyeksi Pengunjung,

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41066
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:16 Dec 2013 10:47
Last Modified:14 Jul 2014 11:15

Repository Staff Only: item control page