KAJIAN KARAKTERISTIK KORIDOR JALAN LETJEND. SUKOWATI SEBAGAI PENUNJANG AKTIVITAS PERDAGANGAN PUSAT KOTA SALATIGA

PUTRI, Charoline Ferra Mustika and KURNIATI, Rina (2009) KAJIAN KARAKTERISTIK KORIDOR JALAN LETJEND. SUKOWATI SEBAGAI PENUNJANG AKTIVITAS PERDAGANGAN PUSAT KOTA SALATIGA. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
4Mb

Abstract

Kota terbentuk dari kawasan permukiman yang kemudian berkembang menjadi fungsi lain yaitu sebagai pusat kegiatan, pelayanan, dan penunjang aktivitas yang ada di wilayah sekitarnya ( Soefaat dalam Kamus Tata Ruang 1997:52 ) . Seiring dengan perkembangannya, kota menjadi wadah aktivitas perdagangan, jasa, permukiman, serta pergerakan yang dilakukan masyarakat. Kawasan di sekitar pusat kota berkembang sebagai kawasan penunjang aktivitas pusat kota. Hal ini ditandai dengan bergesernya fungsi permukiman di sekitarnya menjadi kawasan perdagangan dan jasa ( komersial ) sebagai suatu akibat dari pertumbuhan aktivitas di pusat kota, sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik kota terbentuk dari karakteristik suatu fungsi ruang perkotaan maupun aktivitas masyarakat yang dominan serta fungsi pusat kotanya. Pusat kota merupakan kawasan yang memiliki pergerakan dan aktivitas tertinggi di suatu kota. Menurut Bourne, 1982 pusat kota adalah inti dari suatu kota yang pada awalnya merupakan kawasan permukiman, yang kemudian berkembang menjadi pusat perkantoran, pusat komersial dan pusat komunikasi yang disebut CBD ( Central Business District ) . Kota Salatiga satu kota yang memiliki pusat kota dengan fungsi utama sebagai kawasan komersial sebagai pendukung aktivitas perdagangan. Kawasan tersebut berada di sepanjang Jalan Jend Sudirman. Lambat laun, kawasan disekitarnya tumbuh dan berkembang menjadi suatu kawasan yang menunjang aktivitas di pusat kota. Salah satunya dapat dilihat di sepanjang Koridor Jalan Letjend Sukowati. Koridor jalan ini berfungsi sebagai kawasan perdagangan yang menjadi penunjang aktivitas perdagangan di pusat Kota Salatiga. Perdagangan di kawasan didominasi oleh perdagangan pusat oleh–oleh Khas Salatiga, seperti enthing–enthing gepuk, lidah asap, keripik paru dan lain-lain. Kawasan perdagangan Jalan Letjend Sukowati berada pada lokasi yang strategis karena merupakan perpotongan antara pusat kota yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman dan Alun–Alun Kota Salatiga. Seiring berkembangnya jaman tentunya mempengaruhi kondisi fisik maupun nonfisik di Jalan Letjend Sukowati dan sekitarnya yang terpengaruh oleh tumbuh dan berkembangnya aktivitas perdagangan di pusat kota. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pola dan struktur ruang, fungsi bangunan, kondisi sarana prasarana penunjang aktivitas perdagangan dan lain-lain. Berdasarkan fenomena tersebut di atas, maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian bagaimana karakteristik koridor Jalan Letjend Sukowati sebagai penunjang aktivitas perdagangan pusat kota. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji karakteristik koridor Jalan Letjend Sukowati sebagai penunjang aktivitas perdagangan di pusat kota sehingga didapat arahan pengembangan kawasan yang sesuai dengan karaktersitik koridor Jalan Letjend Sukowati. Analisis yang telah dilakukan adalah analisis aktivitas perdagangan di pusat Kota Salatiga dengan output keterkaitan lokasi dan aktivitas pusat kota dengan Koridor Jalan Letjend Sukowati yaitu dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan; analisis karakteristik baik fisik koridor jalan dengan pendekatan elemen perancangan kota, figure ground, place dan linkage system didapatkan pola serta struktur kawasan, yang cenderung dinamis serta efektif. Hal ini tentunya mendukung aktivitas dan pergerakan di kawasan yang cukup tinggi. Analisis nonfisik didapatkan output karakteristik aktivitas yang menunjang aktivitas di pusat kota seperti aktivitas perdagangan dan jasa serta perkantoran, selain itu aktivitas kawasan yang dikembangkan dan memiliki kekhasan serta karakteristik dapat terlihat pada kawasan pusat oleh-oleh. Analisis karakteristik Koridor Jalan Letjend Sukowati sebagai penunjang aktivitas perdagangan pusat kota meliputi jenis aktivitas-aktivitas yang mendukung aktivitas perdagangan serta ketersediaan dan karakteristik sarana dan prasarana penunjang aktivitas perdagangan. Pengembangan guna lahan diarahkan kepada aktivitas perdagangan khususnya aktivitas perdagangan oleh-oleh khas, selain itu ditekankan pada penyediaan dan penataan sarana maupun parasarana penunjang aktivitas di Koridor Jalan Letjend Sukowati seperti strategi dalam penataan pola parkir on street, penataan PKL di jalur pejalan kaki, penyediaan dan penataan street furniture. Adapun rekomendasi dalam hal ini pemerintah memiliki kekuasaan tertinggi dalam membuat suatu regulasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yaitu merumuskan kebijakan mengenai batasan aktivitas dan arahan pengembangan pada koridor jalan khususnya yang dapat menunjang ativitas perdagangan di pusat Kota Salatiga yaitu antara lain; berpotensi sebagai pusat oleh-oleh dan penataan PKL sebagai aktivitas pendukung, serta sarana prasarana penunjang aktivitas di kawasan lainnya. Keywords : aktivitas perdagangan, koridor jalan, pusat kota

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41053
Deposited By:Jurnal Planologi
Deposited On:13 Dec 2013 09:41
Last Modified:13 Dec 2013 09:41

Repository Staff Only: item control page