PERGESERAN PEMILIHAN MODA AKIBAT PERUBAHAN HARGA BBM UNTUK PERGERAKAN MENUJU PUSAT PELAYANAN DI KOTA SEMARANG

PROBOWATI , Ardhanareswari and MANULANG, Okto Risdianto (2009) PERGESERAN PEMILIHAN MODA AKIBAT PERUBAHAN HARGA BBM UNTUK PERGERAKAN MENUJU PUSAT PELAYANAN DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
3790Kb

Abstract

Perkembangan Kota Semarang selama beberapa tahun terakhir ini mengarah ke pinggiran terutama untuk aktivitas permukiman. Dengan adanya penyebaran permukiman maka kemudian dikembangkan pusat dan sub pusat pelayanan untuk mendistribusikan pusat pelayanan di pinggiran Kota Semarang sehingga dapat memecah kepadatan yang terjadi di pusat kota. Meskipun demikian, pada kenyataannya masih banyak penduduk yang tinggal di daerah pinggiran mengakses pusat pelayanan utama di pusat kota dikarenakan banyaknya keunggulan yang ditawarkan oleh pusat pelayanan yang terletak di pusat kota daripada di daerah pinggiran. Fungsi-fungsi ruang di Kota Semarang berkembang secara tersebar dimana permukiman semakin berkembang di pinggiran namun pusat pelayanan utama di pusat kota. Pada saat terjadi kenaikan harga BBM yang mengakibatkan kenaikan ongkos transportasi tentu akan semakin meningkatkan pengeluaran pergerakan masyarakat menuju pusat pelayanan. Tentunya hal ini mendorong masyarakat untuk lebih selektif di dalam pemilihan moda transportasi karena berhubungan dengan tingkat pendapatan yang tidak seimbang dengan pengeluaran pada saat ini. Mahalnya ongkos transportasi mendorong masyarakat memilih moda yang murah untuk mencapai pusat pelayanan. Tindakan selektif masyarakat dalam memilih moda yang murah akan menyebabkan terjadinya beberapa permasalahan transportasi seperti kemacetan, pemborosan BBM, dan polusi udara. Permasalahan-permasalahan tersebut tentunya memerlukan solusi perencanaan transportasi yang baik. Solusi tersebut dapat diperoleh dengan mengetahui pemilihan moda yang dilakukan oleh masyarakat . Oleh karena itu, penelitian ini memunculkan research question yaitu Bagaimanakah Pergeseran Pemilihan Moda Akibat Perubahan Harga BBM Untuk Pergerakan Menuju Pusat Pelayanan di Kota Semarang? Penelitian ini nantinya akan dilakukan dengan teknik survei home interview sehingga peneliti dapat terlibat langsung dengan responden. Oleh karena itu, pendekatan studi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif karena penelitian ini bersifat fenomenologis, fleksibel, dan reflektif. Dari hasil analisis diperoleh informasi bahwa moda yang digunakan oleh masyarakat golongan bawah untuk pergerakan menuju pusat pelayanan perkantoran sebagian besar adalah sepeda motor. Pergeseran moda terjadi dari pemilihan moda angkutan umum menjadi moda sepeda motor. Untuk pergerakan menuju pusat pelayanan perdagangan dan jasa, moda dominannya adalah berjalan kaki. Pergeseran pemilihan moda untuk aktivitas belanja ini terjadi namun persentasenya kecil. Adapun untuk pergerakan menuju pusat pelayanan pendidikan, moda yang digunakan oleh masyarakat golongan bawah cenderung bervariasi meliputi pusat-pusat dan pinggiran-pinggiran menggunakan moda berjalan kaki, pusat-pinggiran dengan sepeda motor (14,3%), dan pinggiran-pusat dengan angkutan umum (66,7%). Pergeseran moda untuk aktivitas belajar yaitu dari moda sepeda motor menjadi angkutan umum. Adapun moda yang digunakan oleh masyarakat golongan menengah menuju pusat pelayanan perkantoran untuk semua jenis pergerakan adalah sepeda motor dengan persentase penggunaan > 50%. Pergeseran pemilihan moda dari mobil menjadi sepeda motor mengalami peningkatan sebesar 2,09% dari Tahun 2005 ke 2007 kemudian meningkat lagi sebesar 0,98% pada Tahun 2008. Untuk pergerakan menuju pusat pelayanan perdagangan dan jasa cenderung tidak mengalami pergeseran pemilihan moda karena pendapatan mereka tinggi sehingga tidak terlalu terpengaruh kenaikan harga BBM. Adapun untuk pergerakan menuju pusat pelayanan pendidikan, masyarakat menggunakan moda sepeda motor untuk semua jenis pergerakan dengan persentase penggunaan > 60%. Pergeseran moda terjadi dari angkutan umum ke sepeda motor namun tidak terlalu signifikan. Saat terjadi kenaikan harga BBM maka masyarakat lebih memilih menggunakan moda sepeda motor Jika motorisasi terus dibiarkan akan menimbulkan berbagai masalah seperti kemacetan, polusi udara, dan pemborosan pengeluaran masyarakat, pemborosan BBM, dll. Oleh karena itu, perlu diberikan beberapa rekomendasi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi terutama sepeda motor. Rekomendasi tersebut diberikan kepada pemerintah (memperketat kebijakan penggunaan lahan, peningkatan kualitas dan kuantitas angkutan umum, dan penyediaan fasilitas penunjang bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda yang layak) masyarakat dan studi lanjutan sehingga permasalahan dapat diatasi dan tercipta suatu sistem transportasi yang sesuai kebutuhan dan keinginan masyarakat. Keyword: Pemilihan Moda, Pusat Pelayanan, Harga BBM

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41043
Deposited By:Jurnal Planologi
Deposited On:12 Dec 2013 11:20
Last Modified:13 Dec 2013 10:45

Repository Staff Only: item control page