KAJIAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PADA KORIDOR JALAN MT. HARYONO KOTA CILACAP

PURNOMO, Agus and SUSANTI, Retno (2010) KAJIAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PADA KORIDOR JALAN MT. HARYONO KOTA CILACAP. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

8Mb

Abstract

Berdasarkan undang-undang no. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang adalah mensyaratkan 30% RTH di perkotaan, yaitu dengan luas perbandingan 20% untuk publik dan 10% untuk privat. Seiring dengan kemajuan dalam peningkatan aktivitas di kota, maka berdampak pada RTH dalam kebijakan pembangunan pola ruang kota. Seperti koridor jalan dimana di undang-undang no. 38 tahun 2004 tentang jalan menyebutkan ruang milik jalan dan pengawasan jalan (rumija dan ruwasja) ini, pemanfaatannya adalah sebagai ruang hijau. Ironisnya ruang yang termasuk pada sisi tepian jalan ini merupakan pasar ekonomi yang potensial, sehingga penghijuan semakin tersingkirkan oleh kepentingan yang berorientasi pada keuntungan semata (Irwan, 2005). Koridor Jalan MT. Haryono kedudukannya sebagai salah satu akses utama di Kota Cilacap dengan fungsi guna lahan dominan sebagai kawasan industri. Kekurangan proporsi 20% RTH publik di koridor jalan ini, akan memperparah masalah dampak dari efektivitas koridor jalan seperti: polusi udara, debu dan bising, yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta kesehatan lingkungan kawasan. Ruang terbuka hijau baik RTH Privat dan RTH Publik ini selain sebagai unsur estetis pembentuk kawasan terlihat lembut diantara bangunan dan struktur perkerasan lainnya, tetapi dapat dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Jika kondisi ini bisa diciptakan sesuai dengan norma, maka di koridor Jalan MT. Haryono Kota Cilacap bisa tercipta lingkungan lebih nyaman dan meningkatkan citra kawasan koridor jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyediaan RTH pada ruang terbuka hijau yang meliputi ruang terbuka publik dan privat untuk mencapai kondisi RTH sesuai norma di koridor Jalan MT. Haryono Kota Cilacap. Pendekatan Penelitian ini adalah kualitatif. Metode pendekatan penelitiannya menggunakan deskriptif, karena penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi dengan memahami karakteristik RTH yaitu jenis, fungsi, bentuk, luas, lokasi dan vegetasi untuk penyediaan dan pemanfaatan RTH pada koridor jalan di sepanjang Koridor Jalan MT. Haryono, sehingga mencapai pada kondisi yang sesuai dengan kebutuhan. Teknik analisis yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif normatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif ini sebagai langkah untuk mengidentifikasi karakteristik ketersediaan RTH eksisting pada koridor jalan dan mengkaitkanya dengan norma sebagai penyediaan RTH sehingga dapat mengetahui kesesuaian penyediaan terhadap pengembangan RTH. Sedangkan deskriptif normatif dan kuantitatif adalah sebagai upaya mengetahui bentuk ruang dan fungsi pemanfaatannya sesuai dengan aturan – aturan yang ada diseertakan dengan perhitungan angka, sehingga kondisi ruang terbuka hijau menjadi lebih efektif dan efisien. Kajian ketersediaan RTH eksisting pada RTH publik ini memiliki luas sekitar 12,8% dari luas kawasan koridor, sehingga RTH masih kurang sekitar 7,2% koridor. Penelitian ini mendapatkan penyediaan RTH berdasarkan kajian tentang karakteristik RTH yang meliputi: - Jenis RTH yaitu; jalur hijau jalan, publik relation green dan RTH taman kota - Fungsi RTH yaitu; peneduh dan batas pandang serta taman kota untuk aktivitas manusia dan kawasan ekologis dengan fungsi:produsen oksigen, penurun suhu, penyerap karbon dan penyaring debu. - Bentuk RTH yaitu; pengoptimalan RTH koridor jalur pada kanan- kiri jalan, RTH lapangan dan hutan kota berbentuk memanjang (path) dan sabuk hijau (green belt) dengan bergerombol (cluster) strata dua. - Luas RTH yaitu; penyediaan RTH pada jalur hijau jalan 4,64% luas koridor, pembuatan taman bebas pandang pada persimpangan jalan 392m², RTH taman kecamatan 30.527,5m² (dalam kawasan green belt), sehingga total penyediaan 7,3% luas kawasan koridor. - Lokasi RTH yaitu: jalur hijau pada tepi kanan dan kiri jalan, persimpangan jalan ada 4 (empat) titik untuk daerah bebas pandang yaitu:(1) Persimpangan 4 (simpang empat) ujung selatan Jalan MT. Haryono,(2) Persimpangan 3 (simpang tiga) dengan Jalan Husni Tamrin,(3) Persimpangan 3 (simpangtiga) dengan jalan arah ke Pelabuhan barat,(4) Persimpangan 3 (simpangtiga) ujung utara Jalan MT. Haryono. Berikutnya untuk penyediaan RTH Taman Kota yaitu lokasinya berada pada bagian green belt. - Vegetasi RTH yaitu; menanam pohon tahunan dan jenis tanaman khas Cilacap yaitu tanaman wijayakusuma ditanam pada lokasi RTH privat dan publik seperti taman dan halaman pekarangan. Berdasarkan uraian dan analisis dalam mencari pencapaian proporsi RTH publik ini didapatkan luas total RTH publik sebesar 20,1% luas koridor, sehingga ini sudah sesuai dengan norma. Hasil akhir penelitian ini sebagai rekomendasi untuk penyediaan RTH yaitu pengoptimalan RTH publik, penyediaan public relation green, sisem insentif – disinsentif, dan saran kepada pemerintah dalam penyediaan RTH untuk menjadikan kawasan hijau, nyaman dan asri pada Koridor Jalan MT. Haryono Kota Cilacap. Kata kunci: ketersediaan, penyediaan, koridor, ruang terbuka hijau (RTH)

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41036
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:12 Dec 2013 10:02
Last Modified:14 Jul 2014 11:22

Repository Staff Only: item control page