Kajian Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Secara Terpadu Di Kampung Menoreh Kota Semarang

PRASETYA, Agil Zhega and RAHDRIAWAN, Mardwi (2010) Kajian Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Secara Terpadu Di Kampung Menoreh Kota Semarang. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
7Mb

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang pesat di daerah perkotaan mengakibatkan daerah pemukiman semakin luas dan padat. Peningkatan aktivitas manusia, lebih lanjut menyebabkan bertambahnya sampah. Penanganan sampah yang selama ini dilakukan belum sampai pada tahap memikirkan proses daur ulang atau menggunakan ulang sampah tetapi penanganan sampah dilakukan hanya mengangkutnya dari tempat sampah di permukiman kota dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir. Cara seperti ini kurang bisa mengatasi masalah sampah karena masih dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Permasalahan sampah timbul karena tidak seimbangnya produksi sampah dengan pengolahannya dan semakin menurun daya dukung alam sebagai tempat pembuangan sampah. Di satu pihak, jumlah sampah terus bertambah dengan laju yang cukup cepat, sedangkan di lain pihak kemampuan pengolahan sampah masih belum memadai. Menurut Bappeda Kota Semarang (2008), timbulan sampah di Kota Semarang sekitar 84,64% didominasi sampah yang berasal dari permukiman/rumah tangga. Sampah rumah tangga dapat dikategorikan sebagai sampah B3 (Bahan Beracun Berbahaya), karena sampah ini merupakan sisa dari kegiatan manusia sehari-hari yang dapat memberikan dampak berbahaya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mengurangi dampak berbahaya dari sampah maka diperlukan suatu alternatif pengelolaan sampah untuk mengurangi produksi sampah sehingga dampak berbahaya yang ditimbulkan oleh sampah dapat dikurangi. Salah satu alternatif tersebut adalah dengan adanya kegiatan pengelolaan persampahan secara terpadu berbasis masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan pengelolaan sampah secara terpadu berbasis masyarakat dilakukan di kampung Menoreh dalam bentuk program 3R (reuse, reduce dan recycle) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan dapat mengurangi volume sampah perkotaan karena dapat mengurangi sampah langsung dari sumbernya. Menurut Sumodiningrat (1999), bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk memandirikan masyarakat lewat perwujudan potensi kemampuan yang mereka miliki. Dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat diharapkan masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mengelola sampah mengelola sampah secara terpadu sehingga kegiatan ini dapat terus berjalan secara kontinyu. Tujuan penelitian ini mengkaji pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara terpadu di Kampung Menoreh. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan dengan metode analisis kualitatif deskriptif yang digunakan untuk menganalisis kondisi masyarakat, kesadaran masyarakat dalam pemberdayaan pengelolaan sampah secara terpadu, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam pemberdayaan pengelolaan sampah secara terpadu, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara terpadu dan upaya peningkatan pemberdayaan dalam pengelolaan sampah secara terpadu. Dalam memperoleh data adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data primer yaitu dengan observasi, visual, kuesioner dan wawancara, sedangkan teknik pengumpulan data sekunder dengan dilakukan melilui survey ke instansi-instansi terkait, untuk teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik random. Sampel random dilakukan oleh peneliti dengan mencampur subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Adapun manfaat penelitian ini adalah memberi gambaran tentang pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan persampahan perkotaan Setelah dilakukan analisis maka temuan studi yang didapatkan yaitu mayoritas masyarakat tidak sadar dan mampu dalam menjalankan tugas-tugasnya seperti dalam berorganisasi, memilah sampah, mengurangi sampah (Reduce), memanfaatkan sampah (Reuse), mengolah sampah dan mengakses sumber pelayanan. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya mampu memahami dan menjalankan kegiatan ini. Hal ini menunjukan bahwa tujuan dari pemberdayaan untuk mencapai kemandirian dalam mengelola sampah secara terpadu masih belum tercapai. Untuk itu diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara terpadu, diantaranya dengan peran pendampingan, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, peningkatan sarana persampahan dan mengembangkan akses terhadap peluang usaha. Dengan strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah secara terpadu. Keyword: Pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Diploma in Urban and Regional Planning
ID Code:41035
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:12 Dec 2013 09:55
Last Modified:13 Dec 2013 10:41

Repository Staff Only: item control page