ADAPTASI KELOMPOK NELAYAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI DESA BATU BELUBANG, KECAMATAN PANGKALAN BARU, KABUPATEN BANGKA TENGAH

MARFIRANI , Risa and ARTININGSIH, Artiningsih (2011) ADAPTASI KELOMPOK NELAYAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI DESA BATU BELUBANG, KECAMATAN PANGKALAN BARU, KABUPATEN BANGKA TENGAH. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Registered users only

41Mb

Abstract

Perubahan iklim telah menyebabkan kerentanan di berbagai wilayah, terutama di pesisir. Pesisir Pulau Bangkasecara keseluruhan telah mengalami perubahan yang signifikan terkait hal tersebut. Kenaikan muka air laut dan strukturtopografi pantai yang landai menyebabkan laju erosi pantai terus meningkat setiap tahunnya. Kelompok Nelayan merupakankelompok masyarakat pesisir yang paling rentan terhadap perubahan cuaca dan lingkungan pesisir. Di Desa Batu Belubang,seringnya terjadi fenomena cuaca ekstrim yakni angin siklon dan pergantian cuaca yang cepat, telah memaksa pendudukuntuk beradaptasi dengan perubahan iklim. Mata pencaharian nelayan yang sangat bergantung pada kondisi alammenyebabkan adanya ketergantungan terhadap pola cuaca dan aktivitas melaut. Angin kencang dan gelombang tinggi yangseringkali terjadi menyebabkan pola aktivitas melaut berubah, yang berujung pada penurunan pendapatan nelayan. Adaptasinelayan awalnya dilakukan dengan peningkatan teknologi tangkap dengan bagan, mulai dari bagan tancap, bagan drum/terapung, hingga bagan motor. Selain itu, mereka juga melakukan aktivitas mata pencaharian sampingan yakni denganmemproduksi ikan asin. Ketika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, adaptasinya mulai dilakukan denganpergeseran mata pencaharian yakni dari melaut menjadi pekerja tambang timah lepas pantai (TI Apung/ nelayan apung). Halini terutama terjadi pada musim-musim panceklik yakni Bulan November hingga Januari dimana cuaca memburuk dan paranelayan terpaksa berhenti melaut. Berdasarkan latar belakang di atas, adanya perubahan iklim dan peralihan matapencaharian menimbulkan suatu pertanyaan, apakah adaptasi yang dipilih kelompok nelayan dapat menjamin keberlanjutankehidupan sosial, ekonomi, serta lingkungan pesisir di Desa Batu Belubang? Kajian ini diperlukan untuk menilai efektivitasadaptasi yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji efektivitas adaptasi kelompok nelayan terhadap perubahan iklim di DesaBatu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Penilaian terhadap kerentanan akan diawali denganmemahami kehidupan kelompok nelayan yang terkait dengan perubahan kondisi lingkungan serta karakteristik sosialekonominya. Adapun penilaian efektivitas akan dilakukan dengan menggali indikator yang terkait dengan sustainable livelihoodasset, livelihood outcomes, dan sustainable fisheries. Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dengan analisis kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukandengan wawancara terfokus dan observasi lapangan untuk melihat kondisi nyata serta survei instansi untuk mendapatkandata-data awal yang terkait tingkat perubahan iklim yang terjadi di wilayah tersebut. Analisis dilakukan dengan mengkajiketerkaitan/ hubungan dari efek-efek destruktif dari perubahan iklim tersebut terhadap mata pencaharian nelayan serta menilaitingkat efektivitas adaptasinya berdasarkan tiga aspek keberlanjutan yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan yang tercermin dariindikator efektivitas yang disusun berdasarkan livelihood asset dan livelihood outcomes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas ekonomi dengan peralihan matapencaharian sebagai nelayan apung dinilai belum efektif menjamin keberlanjutan lingkungan sehingga aktivitas ini belum dapat menciptakan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Alasan utama terjadinya peralihan mata pencaharian adalah ekonomi. Peralihan ini dipicu oleh kerentanan akibat perubahan iklim dan adanya eksternalitas yakni merosotnya harga timahdan lada di pasar internasional pada tahun 1990an yang kemudian didukung oleh perubahan kebijakan pasca otonomi daerahtahun 2001. Dari adaptasi dengan peralihan mata pencaharian yang dilakukan, masyarakat Desa Batu Belubang belummencapai ketahanan. Kondisi ketahanan yang diperoleh masih bersifat survival walaupun sebagian telah mengarah pada polapikir market oriented yakni adanya maksimalisasi keuntungan hasil melaut dengan melakukan mata pencaharian sampinganyakni memproduksi ikan asin. Peralihan Mata pencaharian sebagai nelayan apung cenderung mengarah kepada kondisiketidakberlanjutan dimana terjadi trade off antara ekonomi dengan lingkungan. Kesejahteraan jangka pendek yang didapatkandari pertambangan apung memiliki konsekuensi besar yakni kerusakan lingkungan pesisir yang akan berujung pada suatukondisi yakni kerentanan baru. Key Words : peralihan mata pencaharian, efektivitas, nelayan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41027
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:11 Dec 2013 16:02
Last Modified:14 Jul 2014 09:40

Repository Staff Only: item control page