IDENTIFIKASI BENTUK PENERAPAN EKO-EFISIENSI PADA KLASTER BATIK LAWEYAN KOTA SURAKARTA

WIDODO, Nurrizki Dwiyanto and WIJAYA, Holi Bina (2011) IDENTIFIKASI BENTUK PENERAPAN EKO-EFISIENSI PADA KLASTER BATIK LAWEYAN KOTA SURAKARTA. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

5Mb

Abstract

Upaya melakukan pengembangan ekonomi berbasis kelokalan dapat dilakukan dengan menerapkan metode klaster yang mempu memunculkan efisiensi kolektif. Adanya klaster akan mempercepat tukar menukar informasi dan sharing teknologi sehingga akan mempercepat munculnya inovasi. Biasanya klaster yang terdiri dari kumpulan UKM dianggap masih sering kurang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dalam aktivitas industri sehingga dibutuhkan penerapan konsep eko-efisiensi pada klaster untuk mencapai penghematan bahan baku, energi, dan air untuk menghemat biaya sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi, menjaga keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup pelaku usaha dan masyarakat sekitarnya. Kementrian Lingkungan Hidup telah menyatakan bahwa pencemaran sungai terbesar diakibatkan oleh industri batik. Selain itu pelaku usaha masih sering melakukan ketidakefisiensian sehingga menimbulkan kerugian secara ekonomi. Pelatihan eko-efisiensi yang dilakukan, dibarengi dengan pembuatan IPAL meskipun belum mampu mengakomodasi seluruh pelaku usaha. Memang industri batik biasanya rawan akan ketidakefisiensian karena masih belum mampu menerapkan eko-efisiensi serta dengan banyaknya penggunaan bahan kimia zat berwarna berpotensi untuk mencemari lingkungan dan mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Berangkat dari permasalahan dan isu yang ada maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu “bagaimana bentuk penerapan konsep eko-efisiensi pada rantai nilai di Klaster Batik Laweyan?” Berdasar pada pertanyaan penelitian di atas, dapat dirumuskan tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk penerapan konsep eko-efisiensi pada rantai nilai di Klaster Batik Laweyan. Penelitian ini menggunakan cara berpikir deduktif dimana diawali dengan kajian literatur sehingga akan didapatkan variabel penelitian. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan observasi lapangan dan wawancara sistematik, serta secara sekunder melalui telaah dokumen. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Data yang diperoleh akan digunakan dalam melakukan analisis karakteristik klaster, kondisi rantai nilai, ketidakefisiensian pada klaster, dan bentuk penerapan eko-efisiensi. Berdasarkan analisis karakteristik klaster didapatkan perkembangan Laweyan cukup berkembang melalui penerapan teknologi seperti IPAL, perbaikan fasilitas penunjang kawasan, dan pengembangan wisata batik. Analisis rantai nilai yang telah dilakukan diperoleh bahwa pada setiap rantai nilai telah dilakukan penerapan eko-efisiensi baik melalui upaya penghematan, pengolahan limbah, dan peningkatan intensitas pelayanan. berguna untuk mengetahui aktivitas usaha seperti input, proses, output, distribusi, dan pemasaran. Analisis ketidakefisiensian pada klaster bertujuan untuk mengetahui penyebab munculnya katidakefisiensian dari penggunaan bahan baku, energi, dan air. Selain itu juga akan diketahui daerah rawan pada proses produksi dan bentuk keluaran bukan produk yang dihasikan. Perhitungan terhadap sebelum dan sesudah eko-efisiensi juga akan dilakukan sebagai pembanding untuk mendukung temuan studi. Dari analisis tersebut kemudian dilanjutkan pada analisis bentuk penerapan eko-efisiensi yang melihat efisiensi air, energi, bahan baku, dan pengolahan keluaran bukan produk. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa pelaku usaha di Klaster Batik Laweyan sudah mulai menerapkan tindakan eko-efisiensi yang dapat dilihat dari efisiensi bahan baku, energi, air, dan pemanfaatan keluaran bukan produk yang terjadi pada rantai nilai. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan bahwa pelaku usaha dapat menghemat biaya produksi setelah melakukan tindakan eko-efisiensi serta mengurangi jumlah buangan limbah. Namun masih terdapat beberapa kendala dalam penerapan eko-efisiensi seperti penggunaan air, pencatatan yang belum dilakukan saat proses produksi, dan inovasi serta teknologi pendukung yang belum berkembang. Eko-efisiensi yang dilakukan pada Klaster Batik Laweyan tidak terlepas dari efisiensi kolektif yang terjadi baik aktif maupun pasif serta kerjasama dari berbagai stakeholder terkait untuk melakukan sharing informasi dan penciptaan inovasi. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama dari beberapa stakeholder terkait dan konsistensi dari pelaku usaha untuk terus menerapkan eko-efisiensi agar tercipta Klaster Batik Laweyan yang berdaya saing dan memiliki keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci : Batik Laweyan, Eko-efisiensi, Klaster Industri, Rantai Nilai

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41025
Deposited By:Jurnal Planologi
Deposited On:11 Dec 2013 15:56
Last Modified:14 Jul 2014 09:58

Repository Staff Only: item control page