PERAN KELEMBAGAAN LOKAL TERHADAP KONDISI LALULINTAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN PERKOTAAN DI SEMARANG TIMUR (STUDI KASUS: KELURAHAN KARANGTURI, BUGANGAN DAN KEMIJEN)

SARASWATI, Novi and YULIASTUTI, Nany (2011) PERAN KELEMBAGAAN LOKAL TERHADAP KONDISI LALULINTAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN PERKOTAAN DI SEMARANG TIMUR (STUDI KASUS: KELURAHAN KARANGTURI, BUGANGAN DAN KEMIJEN). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

7Mb

Abstract

Kondisi kualitas lingkungan permukiman secara umum dapat dipengaruhi aspek kondispermukiman, sosial ekonomi, dan akses prasarana yang bersinergi mempengaruhi kondisi kualitalingkungan permukiman. Dalam pengelolaanya, institusi akan terlibat dalam manajemennya. Jadsecara tidak langsung, pengaruh institusi/lembaga mempengaruhi kualitas lingkungan dalam hapengambilan kebijakan (Lynch, 1991: 243). Beberapa strategi dilakukan untuk menangani permasalahan yang berkaitan dengakondisi lingkungan permukiman, salah satunya dengan adanya PNPM (Program NasionaPemberdayaan Masyarakat) melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di KelurahaKarangturi, Bugangan, dan Kemijen. Pelaksanaan program yang dilakukan BKM didasarkan padkebutuhan untuk menangani permasalahan kemiskinan di lingkungan permukiman. Dari programprogram ini tentu dapat dilihat peran dari BKM tersebut terhadap penanganan permasalahapermukiman. Arahan program dibagi menjadi komponen lingkungan, ekonomi, dan sosial. Ketigkomponen ini termasuk dalam pembentuk kondisi kualitas lingkungan ekonomi, sehingga terdapakorelasi antara peran BKM terhadap kondisi kualitas lingkungan permukiman. Namun perbedaapelaksanaan program terjadi tidak hanya karena perbedaan kualitas sumber daya perangkalembaga, tetapi karakteristik dari wilayah itu sendiri. Hal ini yang mendasari untuk melihaperbandingan kualitas lingkungan permukiman antara Kelurahan Karangturi, Bugangan, daKemijen. Berdasarkan fenomena tersebut, dilakukan penelitian dengan tujuan mengkaji perakelembagaan lokal terhadap kondisi kualitas lingkungan permukiman di Kelurahan KarangturBugangan, dan Kemijen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan perumusavariabel untuk dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Metode ini secara deskriptif akamemberikan gambaran kondisi lingkungan permukiman dan peran serta implementasi lembaglokal dalam kualitas lingkungan permukiman di wilayah studi. Cara pengumpulan data padpenelitian ini adalah melalui kuesioner, kajian dokumen, wawancara pengurus lembaga lokamaupun masyarakat setempat, serta observasi wilayah studi. Adapun analisis yang akan dilakukameliputi analisis peran kelembagaan lokal di lingkungan permukiman, analisis implementaskelembagaan lokal di lingkungan permukiman, analisis kondisi kualitas lingkungan permukiman dwilayah studi, dan analisis evaluasi peran yang diimplementasi kelembagaan lokal terhadakondisi kualitas lingkungan permukiman di Kelurahan Karangturi, Bugangan, dan Kemijen. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan peran BKM Kelurahan Karangturdalam mengimplementasikan programnya hanya sebesar 33,33% dengan fokus pelaksanaan lebikepada bidang lingkungan seperti perbaikan jalan dan saluran. Kelurahan Bugangan memilikpersentase 34,78% dalam melaksanakan program, dimana yang paling sesuai dengan rencanadalah program ekonomi, namun banyak pula program lingkungan baru yang dilakukanSedangkan Kelurahan Kemijen memiliki 40,28% dalam melaksanakan program BKM, dan yanpaling besar adalah program lingkungan. Pelaksanaan program ini tidak bisa seluruhnydiimplementasikan karena terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterlambatan dana yanturun, prioritasi program, dan adanya tambahan program diluar rencana program. Dari penelitian ini, dipaparkan rekomendasi kepada BKM dan masyarakat sebagapelaku langsung dari kelembagaan BKM, yaitu terjalin keterpaduan antara BKM dan masyarakaagar lebih kondusif untuk saling bekerja sama memperbaiki lingkungan sekitar. Kesadaramasyarakat untuk aktif dalam kegiatan pembangunan juga diperlukan untuk membacpermasalahan agar lebih tepat sasaran. Peran BKM juga diharapkan dapat lebih memonitorinpasca pelaksanaan program sebelum kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawaprasarana lebih optimal. Keywords: kelembagaan lokal, kualitas lingkungan permukiman

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41023
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:11 Dec 2013 15:26
Last Modified:14 Jul 2014 09:47

Repository Staff Only: item control page