PENGARUH PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN (Studi Kasus: Kawasan Pendidikan Kelurahan Tembalang)

FATCHUROCHMAN, Arif and YULIASTUTI, Nany (2011) PENGARUH PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN (Studi Kasus: Kawasan Pendidikan Kelurahan Tembalang). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
3144Kb

Abstract

Kecamatan Tembalang ( BWK VI ) sebagaimana telah diatur di dalam Perda Nomor 5 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kota Semarang Tahun 2000-2010 memiliki fungsi utama sebagai kawasan pendidikan dan fungsi sekunder sebagai kawasan permukiman. Adanya aktivitas pendidikan di Kelurahan Tembalang ini membawa konsekuensi munculnya aktivitas lain sebagai penunjang aktivitas pendidikan, antara lain aktivitas bermukim, perdagangan dan jasa dan sebagainya. Beragamnya aktivitas dan semakin bertambahnya penduduk pendatang memberi implikasi meningkatnya kebutuhan ruang untuk permukiman serta sarana dan prasarana penunjangnya. Pertambahan penduduk di kawasan pendidikan tersebut menyebabkan munculnya bangunan-bangunan baru yang berkembang pesat. Pada tahun 2006 tercatat sebanyak 846 rumah yang ada di Kelurahan Tembalang dan pada tahun 2010 jumlahnya mencapai 1608 rumah ( Monografi Kelurahan Tembalang) . Berdasarkan hasil pengamatan, sebagian besar kavling-kavling rumah tidak memiliki banyak space karena hampir seluruh space pada kavling dimanfaatkan untuk lahan terbangun, baik itu digunakan sebagai rumah, kos-kosan, area parkir, toko, warung makan, maupun fungsi bangunan lain. Kondisi tersebut sedikit banyak telah mempengaruhi kualitas lingkungan permukiman di kawasan Tembalang. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh perkembangan lahan terbangun terhadap kualitas lingkungan permukiman di kawasan pendidikan Kelurahan Tembalang. Kualitas lingkungan tersebut dilihat dari aspek fisik lingkungan permukiman. Perkembangan lahan terbangun diamati dalam kurun waktu lima tahun, yaitu dari tahun 2006-2010. Kurun waktu tersebut merupakan masa dimana berkembangnya aktivitas pendidikan di Kelurahan Tembalang terlebih lagi pada tahun 2010 terjadi pemindahan sebagian kampus Undip dari Kelurahan Pleburan ke Kelurahan Tembalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan didukung beberapa teknik analisis, antara lain identifikasi, analisis korelatif, dan analisis deskriptif. Pada tahap awal dilakukan identifikasi perkembangan lahan terbangun dan kualitas lingkungan permukiman selama lima tahun. Kemudian digunakan analisis korelasi untuk mengetahui pengaruh perkembangan lahan terbangun terhadap kualitas lingkungan permukiman yang dijelaskan menggunakan analisis deskriptif. Perkembangan lahan terbangun ( built up area) dikawasan permukiman Kelurahan Tembalang dari tahun 2006 hingga tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 48% ( 27.395 m ) dari kondisi pada tahun awal yaitu 2006 dengan peningkatan luas lahan terbangun rata-rata tiap tahunnya sebesar 6848,77 m 2 atau sekitar 12% dari luas pada tahun 2006. Kualitas lingkungan permukiman dilihat dari aspek fisik yang meliputi kondisi kepadatan bangunan, koefisien dasar bangunan, prasarana permukiman ( jalan, drainase, air bersih, persampahan dan sistem sanitasi ) serta sarana permukiman ( pendidikan, kesehatan, perdagangan dan jasa, peribadatan, dan olahraga) menunjukkan kondisi kualitas yang tergolong baik. Meskipun demikian, terjadi perubahan skor kualitas lingkungan pada tiap tahun yang menunjukkan peningkatan dan penurunan. Berdasarkan hasil perhitungan pada analisis regresi, kondisi perkembangan lahan terbangun memberikan pengaruh positif terhadap skor dari kualitas lingkungan permukiman dengan persamaan Y = 0,256x – 0,30. Artinya pada kondisi tidak terjadi perkembangan lahan terbangun, maka kualitas lingkungan permukiman cenderung menunjukkan adanya penurunan. Diperlukan minimal 2% perkembangan lahan terbangun yang disertai peningkatan kualitas prasarana permukiman untuk dapat meningkatkan kondisi kualitas lingkungan permukiman. Persamaan tersebut berlaku pada kawasan permukiman yang memiliki lahan terbuka yang luas dan terjadi beragam aktivitas didalamnya. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pengendalian terhadap perkembangan lahan terbangun untuk mencegah terjadinya kondisi permukiman yang padat di kemudian hari, pentingnya halhal yang dipertimbangkan dalam mendirikan bangunan, antara lain aspek koefisien dasar bangunan dan ruang terbuka terutama pada kawasan permukiman RW 3, peningkatan kualitas prasarana jaringan jalan di kawasan yang terdapat bangunan-bangunan baru seperti pada Gang Sigawe dan Jalan Maerasari 2, peningkatan kualitas drainase terutama pada jalan setapak yang terdapat di kawasan permukiman RW 3 yang memiliki kepadatan bangunan dan KDB paling tinggi. Kata Kunci : Aktivitas pendidikan, Lahan Terbangun , Kualitas Lingkungan permukiman 2

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41007
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:10 Dec 2013 14:35
Last Modified:10 Dec 2013 14:35

Repository Staff Only: item control page