PENGARUH GENTRIFIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN KAWASAN TEMBALANG SEBAGAI PERMUKIMAN PINGGIRAN KOTA SEMARANG

PRAYOGA, I Nyoman and ESARITI, Landung (2011) PENGARUH GENTRIFIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN KAWASAN TEMBALANG SEBAGAI PERMUKIMAN PINGGIRAN KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

21Mb

Abstract

Gentrifikasi merupakan proses masuknya penduduk yang lebih mampu ke kawasan yang awalnya kurang baik, diikuti adanya revitalisasi kawasan dan memicu perubahan nilai lahan dan struktur sosial. Kawasan Tembalang (Kelurahan Tembalang & Bulusan) dipilih sebagai studi kasus permukiman pinggiran Kota Semarang. Menurut temuan Antara News Jateng (2010), harga lahan di Tembalang meningkat 625% - 1.750% dari tahun 2000-2010. Banyak penduduk pendatang di Tembalang tertarik dengan perkembangan Kawasan Tembalang yang pesat. Muncul research question: “Bagaimana pengaruh positif dan negatif dari proses gentrifikasi dalam mempengaruhi fisik kawasan serta penduduk yang masuk dan keluar dari kawasan yang tergentrifikasi di Kawasan Tembalang sebagai permukiman pinggiran Kota Semarang?”. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penyebab terjadinya gentrifikasi di Kawasan Tembalang serta pengaruh positif dan negatif dari fenomena gentrifikasi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan permukiman di Kawasan Tembalang sebagai kawasan pinggiran Kota Semarang. Kajian pengaruh gentrifikasi ditinjau dari aspek sosial terkait kependudukan dan interaksi masyarakat; ekonomi dalam hal kriminalitas, aktivitas ekonomi, nilai lahan; dan fisik terkait dengan guna lahan dan wajah kawasan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Dari teori dan literatur yang dijadikan dasar, maka dihasilkan variabel penelitian. Analisis yang dilakukan yaitu analisis perubahan penggunaan lahan untuk permukiman di Kawasan Tembalang, analisis penciri gentrifikasi pada Kawasan Tembalang, dan analisis pengaruh positif dan negatif gentrifikasi terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan fisik pada permukiman Kawasan Tembalang. Alat analisis diskriminan digunakan untuk melihat faktor pengkategorian suatu kawasan sebagai kawasan yang mengalami gentrifikasi, masih ragu-ragu, dan belum tergentrifikasi. Penelitian menggunakan kuesioner pada 130 sampel dan dokumentasi objek sebagai instrumen pengumpulan data primernya dan survei literatur dan instansional untuk pengumpulan data sekundernya. Berdasar analisis, teridentifikasi faktor penciri gentrifikasi di Kawasan Tembalang yaitu perubahan sosial, perubahan populasi, ada kecenderungan segregasi/ segmentasi, dan adanya revitalisasi kawasan. Dari variabel dan faktor penciri yang muncul dari analisis diskriminan, sebaran titik amatan terklasifikasi sebagai wilayah yang tergentrifikasi meliputi Sirajudin, Banjarsari, Banyuputih, Baskoro, Grand Tembalang Regency, Gondang Timur, dan Perum Korpri Bulusan; wilayah yang ragu tergentrifikasi meliputi Perumda Tembalang Baru; wilayah yang belum tergentrifikasi meliputi Timoho Barat, Timoho Timur. Berdasar pengaruh gentrifikasi, ada pengaruh positif yang menguntungkan masyarakat setempat dan pengaruh negatif yang merugikan. Pengaruh gentrifikasi terhadap aspek sosial adalah Kawasan Tembalang yang menjadi lebih ramai; perbedaan prilaku penghuni penduduk pendatang yang sifatnya menyewa dan menetap; menunrunnya interaksi antar RT atau lingkungan hunian; dan penurunan etika moral pada anak muda. Pengaruh gentrifikasi terhadap aspek ekonomi meliputi 65,4% penduduk yang perekonomiannya membaik; meningkatnya peluang bisnis sehingga 46,9% warga Tembalang memilih berwiraswasta dan 42,3%warga juga memiliki usaha sampingan; aktivitas perdagangan dan jasa tumbuh pesat di koridor jalan utama; dan mulai sering terjadi kasus pencurian terutama pada kos-kosan. Pengaruh gentrifikasi terhadap aspek fisik meliputi perkembangan guna lahan untuk permukiman dan perdagangan yang mengurangi proporsi RTH; estetika kawasan yang membaik dari segi arsitektur, kebersihan, dan permanensi bangunan; munculnya rumah-rumah baru untuk keluarga kecil; pemerataan pelayanan infrastruktur yang belum mengimbangi kebutuhan penduduk. Kesimpulannya bahwa Kawasan Tembalang mengalami gentrifikasi yang positif untuk perkembangan kawasan. Rekomendasinya adalah memakismalkan pengaruh positif dan mengantisipasi pengaruh negatif dari gentrifikasi tersebut terutama terkait penyesuaian rencana tata ruang. Kata kunci: gentrifikasi; permukiman; wilayah pinggiran kota

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41002
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:10 Dec 2013 13:35
Last Modified:14 Jul 2014 09:43

Repository Staff Only: item control page