KAJIAN PEMILIHAN MODA SEPEDA MOTOR DAN ANGKUTAN UMUM MIKROLET SEBAGAI MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN KERJA (STUDI KASUS: KECAMATAN BANYUMANIK, KOTA SEMARANG)

AZIS, Arief Akbar and RAHMATULLAH, Anita Ratnasari (2011) KAJIAN PEMILIHAN MODA SEPEDA MOTOR DAN ANGKUTAN UMUM MIKROLET SEBAGAI MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN KERJA (STUDI KASUS: KECAMATAN BANYUMANIK, KOTA SEMARANG). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3374Kb

Abstract

Kota Semarang yang telah berkembang menjadi kota berbasis perdagangan dan jasa (RTRW Kota Semarang, 2010-2030), menyebabkan semakin padatnya aktivitas di pusat kota dan berdampak pula terhadap tingginya nilai lahannya, sehingga orang mulai bergerak ke pinggiran kota. Di sisi lain, terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antara pusat Kota Semarang dengan wilayah suburbannya dalam penyediaan infrastruktur perkotaan dan ketersediaan lapangan kerja yang mengakibatkan tingginya ketergantungan wilayah suburban terhadap pusat kota. Proses perkembangan Kota Semarang ini berimplikasi terhadap pergerakan para komuter, utamanya dari arah selatan Kota Semarang yang kebanyakan didominasi oleh Komuter Banyumanik. Komuter Banyumanik melakukan perjalanan rutin pada pagi hari dan kembali pada sore ataupun petang hari. Pergerakan ulang-alik tersebut mengindikasikan bahwa Komuter Banyumanik melakukan aktivitas trip to work. Pergerakan kerja penduduk Banyumanik menuju pusat aktivitas Kota Semarang terkonsentrasi pada aktivitas perkantoran, perdagangan, dan jasa yang berada di Kecamatan Candisari, Gajahmungkur, Semarang Selatan, Semarang Timur, dan Semarang Tengah. Rute-rute pergerakan komuter Banyumanik untuk perjalanan kerja ini memiliki probabilitas terlayani oleh angkutan umum jenis mikrolet sebagai opsi angkutan umum massal dan sepeda motor sebagai opsi kendaraan pribadi. Angkutan kota jenis mikrolet apabila ditinjau dari aspek jangkauan pelayanan, trayeknya sebenarnya telah melayani sampai skala lingkungan perumahan dan dari segi jumlah armadanya pun lebih memadai dibandingkan angkutan umum yang lainnya. Namun, fenomena yang terjadi adalah masyarakat cenderung lebih memilih sepeda motor dibandingkan angkutan kota jenis mikrolet. Akibatnya, pada jam-jam sibuk terjadi kemacetan di jalur-jalur utama dan berdampak lanjut terhadap inefisiensi Kota Semarang. Melihat fenomena Komuter Banyumanik tersebut, peneliti ingin menitikberatkan pada pengkajian faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi sepeda motor dan angkutan kota jenis mikrolet, serta bagaimana probabilitas terpilihnya moda transportasi mikrolet terhadap sepeda motor sebagai moda transportasi untuk perjalanan kerja Komuter Banyumanik. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu dengan metode kuantitatif, berdasarkan hasil kuesioner dengan teknik random sampling kepada para Komuter Banyumanik pengguna sepeda motor dan mikrolet sebagai moda transportasi untuk perjalanan kerjanya, observasi dan studi literatur untuk menggali pengetahuan tentang pemilihan moda tersebut. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kuantitatif untuk model logit biner selisih. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa 76% dari keseluruhan Komuter Banyumanik pengguna sepeda motor dan mikrolet sebagai moda kerjanya, memilih menggunakan sepeda motor, dan 26% sisanya memilih menggunakan angkutan mikrolet. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi sepeda motor adalah tingginya kepemilikan kendaraan pribadi, tingginya kepemilikan SIM, besarnya ukuran keluarga, tingginya tingkat penghasilan, tingginya tingkat aksesibilitas moda sepeda motor, rendahnya rataan waktu tempuh perjalanan, tingginya tingkat fleksibelitas waktu operasional moda sepeda motor, privasi yang tinggi, tingginya tingkat keandalan dan keteraturan moda sepeda motor, serta rendahnya biaya umum transportasinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi mikrolet adalah rendahnya kepemilikan kendaraan pribadi, rendahnya tingkat kepemilikan SIM, tingkatan usia pelaku komuter yaitu semakin tua usia seseorang maka semakin besar peluang penggunaannya, tingkatan jarak tempuh perjalanan yaitu semakin jauh jarak tempuhnya semakin besar peluang penggunaannya, rendahnya tingkat kerawanan kecelakaan, efektivitas penggunaan ketika cuaca buruk dan tingkat stress oleh rutinitas aktivitas transportasi dapat diminimalkan. Hasil perhitungan dengan model logit biner selisih, diperoleh persamaan pemilihan moda mikrolet terhadap sepeda motor, yaitu Pm = . Dari hasil analisis diperoleh bahwa dengan selisih biaya yang semakin kecil, maka peluang pemilihan moda angkutan kota jenis mikrolet terhadap sepeda motor untuk perjalanan kerja Komuter Banyumanik akan semakin besar. Agar mikrolet lebih dipilih Komuter Banyumanik sebagai moda kerjanya, maka selisih biaya mikrolet terhadap sepeda motor harus ≤ Rp 6.775,00. Kata Kunci: pemilihan moda, komuter, perjalanan kerja, kemacetan, sepeda motor, mikrolet.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:41000
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:10 Dec 2013 13:27
Last Modified:14 Jul 2014 09:30

Repository Staff Only: item control page