IDENTIFIKASI DAMPAK SOSIAL EKONOMI DARI AKTIVITAS KOMUTER BANYUMANIK KE PUSAT KOTA SEMARANG

WULANSARI, Sri and RAHMATULLAH, Anita Ratnasari (2011) IDENTIFIKASI DAMPAK SOSIAL EKONOMI DARI AKTIVITAS KOMUTER BANYUMANIK KE PUSAT KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

4Mb

Abstract

Perkembangan Kota Semarang terjadi seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, ketersediaan sarana dan prasarana perkotaan. Wilayah suburban yang merupakan akibat dari perkembangan pusat kota, kenyataanya masih bergantung terhadap pusat kota, terutama dari segi perekonomian berupa lapangan kerja karena sebagian besar pusat kegiatan perekonomian berada di pusat kota. Faktor penarik pusat kota yang menawarkan lapangan kerja yang lebih luas serta prospek kerja yang lebih bagus merupakan salah satu pendorong terjadinya aktivitas komuter. Pergerakan penduduk yang menuju pusat kota pada kondisi jam-jam puncak (peak hour) yang tidak dibarengi dengan kondisi sarana dan prasarana yang memadai lambat laun menimbulkan permasalahan bagi para pelaku komuter. Permasalahan yang sering terjadi di jalan yaitu pemborosan tenaga, waktu, dan biaya transportasi. Selain itu, dari segi kesehatan, polusi udara akan mempengaruhi kondisi kesehatan para pelaku komuter. Sedangkan dari segi pelayanan sarana angkutan umum penumpang, keamanan, ketepatan waktu, serta kenyamanannya masih sangat diragukan. Ditambah dengan sikap ketidakdisiplinan pengguna jalan mulai dari pelanggaran lalu lintas serta angkutan umum yang ngetem menambah daftar kompleksitas permasalahan komuter di Kota Semarang. Secara garis besar, aktivitas komuter yang tidak didukung dengan kondisi sarana dan prasarana transportasi yang memadai dapat menimbulkan dampak bagi pelaku komuter itu sendiri. Dampak dari aktivitas komuter yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidupnya, yaitu dampak sosial ekonomi. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana dampak sosial ekonomi dari aktivitas komuter Banyumanik ke Pusat Kota Semarang?” Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Justifikasi mengapa penulis menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini merupakan penelitian yang fokusnya pada gejala sosial di dalam suatu masyarakat tertentu, bukan masalah yang sifatnya general. Sehingga dilakukan penelitian yang sifatnya kualitatif untuk lebih dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi maupun yang dipengaruhi dari kondisi sosial akibat aktivitas komuter. Secara garis besar teknik analisis yang digunakan lebih ke penjelasan yang sifatnya deskriptif dari hasil wawancara. Seperti yang dikatakan oleh Bungin (2010:146) penekanan pada teknik analisis deksriptif kualitatif lebih banyak menganalisis permukaan data, hanya memperhatikan proses-proses kerjadian suatu fenomena, bukan kedalaman data atau pun makna data. Teknik analisis berupa deskriptif kualitatif masih dipengaruhi oleh tradisi kuantitatif, terutama dalam menempatkan teori pada data yang diperoleh. Hasil temuan studi menujukkan bahwa dampak sosial ekonomi dari aktivitas komuter secara garis besar memiliki dampak negatif yang cukup signifikan terhadap kehidupan keluarga. Hal ini terlihat dari interaksi sosial dengan keluarga yang berubah setelah adanya aktivitas komuter. Interaksi sosial dengan keluarga semakin melemah karena dipengaruhi oleh perubahan fungsi keluarga. Awalnya fungsi dasar keluarga yang merupakan unit pengasuhan dan perlindungan anak lebih didominasi menjadi unit ekonomi, yaitu keluarga merupakan unit kebutuhan materi. Hal ini juga ditegaskan oleh Taneko (1990:154) yang berpendapat bahwa hubungan kekeluargaan yang berubah merupakan salah satu akibat dipisahkannya kegiatan-kegiatan ekonomi dari lingkungan keluarga, maka satu atau lebih anggota keluarga akan meninggalkan keluarga untuk mencapai pekerjaan dalam pasaran tenaga kerja. Selain itu, juga muncul individuasi antar anggota keluarga. Dari segi dampak ekonomi, berdasarkan data yang ada, sebagian besar komuter di Banyumanik memiliki biaya transportasi ≤10% dari total pendapatan, sehingga biaya transportasi yang dikeluarkan, masih dapat dijangkau oleh para komuter. Berdasarkan hasil temuan studi yang telah dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa dampak sosial ekonomi dari aktivitas komuter lebih cenderung berpengaruh terhadap kehidupan keluarga di dalam komuter itu sendiri. Waktu yang sangat sedikit dengan keluarga menyebabkan komunikasi yang tidak intens sehingga ketidakharmonisan di dalam keluarga mulai terjadi. Hal tersebut memiliki pengaruh negatif bagi perkembangan anak, terutama saat mulai beranjak remaja. Jangan sampai gara-gara aktivitas komuter generasi muda kita menjadi rusak. Dari segi perencanaan kota, dampak-dampak di atas dapat mempengaruhi proses pembangunan kota yang berkelanjutan. Kondisi sosial ekonomi komuter merupakan bagian rohani kota sehingga untuk mencapai pembangunan kota yang berkelanjutan, kota tersebut harus sehat secara jasmani dan rohani. Kata kunci: permasalahan komuter, sarana dan prasarana transportasi, dampak sosial ekonomi

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:40992
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:10 Dec 2013 11:05
Last Modified:14 Jul 2014 10:00

Repository Staff Only: item control page