PENENTUAN INDEKS EROSI TERHADAP TINGKAT KEKRITISAN UMUR WADUK

B A K H T I A R, B A K H T I A R (2011) PENENTUAN INDEKS EROSI TERHADAP TINGKAT KEKRITISAN UMUR WADUK. PhD thesis, Program Pascasarjana Undip.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3804Kb

Abstract

Di antara indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kekritisan umur waduk adalah yield sedimen. Tingkat kekritisan umur waduk ditentukan oleh volume sedimen pada tampungan mati. Suatu waduk dinyatakan kritis jika volume sedimen pada tampungan mati untuk suatu periode tertentu sama dengan volume sedimen yang direncanakan untuk periode tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan pengaruh yield sedimen dan inflow sedimen terhadap tingkat kekritisan umur waduk serta umur waduk itu sendiri. Pengaruh tata guna lahan dan curah hujan terhadap yield sedimen di daerah tangkapan waduk dapat ditentukan dengan menggunakan suatu nomograf. Yield sedimen dan inflow sedimen menunjukkan hubungan yang tidak linear dengan suatu persamaan pangkat. Yield sedimen yang dihitung dengan MUSLE hampir tiga kali lipat yield sedimen yang dihitung dengan USLE. Hal ini dikarenakan MUSLE memperhitungkan faktor limpasan disamping faktor curah hujan yang digunakan oleh USLE. Indeks erosi digunakan sebagai suatu indikator yang menunjukkan pengaruh yield sedimen terhadap tingkat kekritisan umur waduk dan dapat dirumuskan sebagai fungsi dari yield sedimen aktual dan yield sedimen yang menyebabkan tampungan mati penuh sesuai umur rencananya. Indeks sedimentasi digunakan sebagai suatu indikator yang menunjukkan pengaruh inflow sedimen terhadap tingkat kekritisan umur waduk dan dapat dirumuskan sebagai fungsi dari inflow sedimen aktual dan inflow sedimen yang menyebabkan tampungan mati penuh sesuai umur rencananya. Indeks erosi dan indeks sedimentasi selanjutnya dirata-ratakan secara aritmatik guna mendapatkan indeks kekritisan umur waduk. Akhirnya, umur waduk dapat ditentukan dari indeks kekritisan umur waduk. Sisa umur waduk berdasarkan volume sedimen pada tampungan mati dapat dirumuskan sebagai fungsi dari umur waduk, volume total tampungan mati serta volume sedimen pada tampungan mati. Dengan demikian, indeks kekritisan umur waduk dapat dirumuskan berdasarkan volume sedimen pada tampungan mati. Sebagai alternatif, hubungan antara yield sedimen, indeks kekritisan umur waduk serta sisa umur waduk dapat ditentukan dengan menggunakan suatu nomograf. Metode dan prosedur yang digunakan dalam penelitian ini dapat diterapkan guna menentukan sisa umur waduk dan indeks kekritisan umur waduk terkait pada daerah tangkapan waduk lainnya berdasarkan yield sedimen yang terjadi. Kata kunci: yield sedimen, inflow sedimen, indeks erosi, indeks sedimentasi, indeks kekritisan umur waduk, sisa umur waduk Among the indicators used to assess the critical degree of reservoir life is sediment yield. The critical degree of reservoir life is determined by the volume of sediment in dead storage. A reservoir is considered to be in critical condition if the volume of sediment in dead storage for a given period equals the volume of sediment designated for that period. The aim of this study is to formulate the effects of sediment yield and sediment inflow on the critical degree of reservoir life and subsequently the life of the reservoir itself. The effects of land use and rainfall on sediment yield in the reservoir catchment may be determined using a nomograph. Sediment yield and sediment inflow shows a nonlinear relationship with the power equation. The sediment yield calculated with MUSLE is nearly three times the one with USLE. This is due to the incorporation of the runoff factor by MUSLE along with the rainfall factor used by USLE. Erosion index is used as an indicator indicating the effect of sediment yield on the critical degree of reservoir life and may be formulated as a function of the actual sediment yield and the one that leads to fill up dead storage in its designated life. Sedimentation index is used as an indicator indicating the effect of sediment inflow on the critical degree of reservoir life and may be formulated as a function of the actual sediment inflow and the one that leads to fill up the dead storage in its designated life. The erosion index and the sedimentation index are then averaged arithmetically to make up the critical index of reservoir life. Finally, the reservoir life may be determined from the critical index of reservoir life. The remaining life of the reservoir with regard to the volume of sediment in dead storage may be formulated as a function of the reservoir life, the total volume of dead storage and the volume of sediment in dead storage. Accordingly, the critical index of reservoir life may be formulated based on the volume of sediment in dead storage. Alternatively, the relationship between sediment yield, the critical index of reservoir life and the remaining life of the reservoir may be determined using a nomograph. The methods and procedures incorporated in this study may be applied to determine the remaining life of the reservoir and the corresponding critical index in any other catchment with respect to sediment yield. Keywords : sediment yield, sediment inflow, erosion index, sedimentation index, critical degree of reservoir life, remaining life

Item Type:Thesis (PhD)
Subjects:T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Doctor Program in Civil Engineering
ID Code:40857
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:02 Dec 2013 09:48
Last Modified:02 Dec 2013 09:48

Repository Staff Only: item control page