PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERAIRAN SUI BAKAU BESAR LAUT AKIBAT PENGARUH LEACHATE TERHADAP SAPROBITAS PERAIRAN

Wartiniyati, - (2013) PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERAIRAN SUI BAKAU BESAR LAUT AKIBAT PENGARUH LEACHATE TERHADAP SAPROBITAS PERAIRAN. In: Seminar nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan "Optimasi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan", 27 Agustus 2013, Ruang Seminar Prof.Ir. Soemarman Lt.6 Gedung A Pascasarjana Undip.

[img]
Preview
PDF
183Kb

Official URL: http://www.psil.undip.ac.id

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Sungai Bakau Besar laut yang berdomisili di pinggiran memanfaatkan Sungai Bakau Besar Laut sebagai sumber kebutuhan. Berdirinya TPA sampah di tengah pemukiman penduduk mengakibat terjadinya pencemaran pada lingkungan yang dapat berdampak luas dan mempengaruhi kualitas air sungai. Dampak tersebut banyak didominasi oleh dampak biologi hal ini dikarenakan komponen biologi lebih banyak sebagai media pencemar. Bahan pencemar berasal dari leachate yang berasal dari TPA yang masuk dalam perairan, sehingga akan mempengaruhi kehidupan pada biota perairan. Leachate yang terbentuk dari hasil penguraian biologis dan fotolisis sampah mengandung bahan pencemar organik dan anorganik yang tinggi. Pencemaran dalam perairan dapat diketahui dengan menggunakan parameter biologi yaitu Indeks Saprobitas, materi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah fitoplankton, serta di dukung parameter fisika dan kimia, dengan membandingkan parameter baku mutu air menurut PP No. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, dihubungkan dengan dampak pengaruh dari leachate terhadap kesehatan di masyarakat. Disamping sebagai indikator terhadap perairan yang tercemar, secara ekologis fungsi dan peranan fitoplankton memegang peranan penting sebagai produsen primer dalam ekosistem perairan, dipergunakan untuk menentukan tingkat ambang berbahaya bagi polutan yang tercemar. Dengan demikian keberadaan plankton menentukan dalam ekosistem perairan. Penelitian dilaksanakan di Sungai Bakau Besar Laut Kabupaten Pontianak Propinsi Kalimantan Barat dimana terdapat lokasi TPA berjarak ± 10 m dari perumahan penduduk, ± 5 m ke badan sungai, bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari pembuangan leachate dengan tingkat sebaran cemaran dampak lingkungan terjauh berdasarkan pasang surut, dimana pemanfaatan air sungai untuk air baku minum.Keadaan ini diduga menyebabkan kualitas Sungai Bakau Besar Laut menjadi menurun dan mempengaruhi terhadap status kesehatan terhadap masyarakat di sekitar lokasi TPA. Pengamatan penelitian berjumlah 4 titik/pengamatan dimana pengamatan 1 adalah titik sebelum leachate masuk ke daerah penerima buangan leachate langsung yang merupakan daerah titik utama di Sungai Bakau Besar Laut, Pengamatan 2 merupakan titik pertemuan dan mendapatkan masukan dari air sungai bakau, Pengamatan 3 merupakan aliran yang menuju percabangan sungai dua desa, Pengamatan4 merupakan daerah muara yaitu daerah pasang surut yang merupakan pertemuan daerah pasang surut antara air sungai dan air laut. Saprobik merupakan indikator biologi terhadap tingkat pencemaran, konsep bahwa limbah yang masuk ke sungai, berdasarkan lama waktu dan dan jarak yang ditempuh aliran sungai,akan menghasilkan kondisi lingkungan yang berbeda-beda di sepanjang sungai. Kata kunci: Leachate, saprobitas perairan, Pengelolaan Lingkungan Perairan.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Environmental Science
ID Code:40693
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:26 Nov 2013 09:57
Last Modified:26 Nov 2013 09:57

Repository Staff Only: item control page