PULAU BAHANG KOTA(URBAN HEAT ISLAND) DI YOGYAKARTA HASIL INTERPRETASI CITRA LANDSAT TM TANGGAL 28 MEI 2012

Suksesi Wicahyani, - and Setia Budi sasongko, - and Munifatul Izzati, - (2013) PULAU BAHANG KOTA(URBAN HEAT ISLAND) DI YOGYAKARTA HASIL INTERPRETASI CITRA LANDSAT TM TANGGAL 28 MEI 2012. In: Seminar nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan "Optimasi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan", 27 Agustus 2013, Ruang Seminar Prof.Ir. Soemarman Lt.6 Gedung A Pascasarjana Undip.

[img]
Preview
PDF
841Kb

Official URL: http://www.psil.undip.ac.id

Abstract

ABSTRAK Pulau bahang kota adalah kejadian di mana suhu di daerah perkotaan lebih tinggi daripada daerah sekitarnya. Tingginya suhu di daerah perkotaan menjadi kendala di daerah lintang rendah, termasuk Indonesia, karena meningkatkan beban untuk pendinginan (di bangunan/ruangan), ketidaknyamanan termal, dan polusi udara (Taha, 1997). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuikeberadaan pulau bahang kota, kisaran suhu, dan faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan pulau bahang kota. Pulau bahang kota dalam penelitian ini merupakan hasil interpretasi dari citra landsat TM tahun 2012. Citra yang diolah adalah citra yang diambil tanggal 28 Mei 2012. Interpretasi citra dalam penelitian ini, selain wilayah Kota, juga meliputi wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.Pusat panas terjadi di sebagian besar wilayah kota hingga sebagian wilayah Kecamatan Mlati dan Kecamatan Depok (Kabupaten Sleman) di sebelah utara dan Kecamatan Depok (Kabupaten Sleman) dan Kecamatan Banguntapan (Kabupaten Bantul) di sebelah timur dengan rentang suhu 25 hingga 450C. Dengan demikian Pulau Bahang Kota di Yogyakarta tidak terbatas secara administratif di wilayah kota. Rentang suhu di daerah sekitarnya antara 15 hingga 400C. Keberadaan lahan terbuka non-pemukiman (lahan kosong, sawah, dan tegal) menjadikan distribusi suhu lebih merata pada rentang 30 – 40 0C. Di lokasi dengan dominasi lahan terbangun, suhu berkisar antara 35 – 40 0C. Panas ditentukan oleh geometri bangunan (sky view factor) dan nilai albedo permukaan lahan.Meskipun demikian, hasil analisis SPSS menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tutupan lahan dengan distribusi suhu. Kata Kunci : citra,suhu,urban heat island

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:40682
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:26 Nov 2013 08:48
Last Modified:26 Nov 2013 08:48

Repository Staff Only: item control page