Analisis Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan di Beberapa Desa Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara

SITORUS, SRI WAHYUNI (2013) Analisis Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan di Beberapa Desa Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF
166Kb

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Pantai Cermin sebagai salah satu lokasi pendukung kawasan minapolitan untuk budidaya air payau di Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara, di mana terdapat 445 ha di kecamatan tersebut, dapat dikembangkan guna menunjang produksi perikanan di kawasan ini. Tujuan penelitian ini : menganalisis indeks dan status keberlanjutan budidaya Udang Vaname berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial dan kelembagaan di beberapa desa di Kecamatan Pantai Cermin, menganalisis faktor/atribut yang sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan budidaya Udang Vaname dan membuat strategi atau kebijakan mendukung keberlanjutan budidaya Udang Vaname. Secara keseluruhan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif , pengumpulan data menggunakan : metode observasi, metode kuisioner/angket dan metode wawancara, sementara metode analisis data menggunakan metode analisis statistik multivariat yang dikenal sebagai Multi Dimensi Scalling (MDS) dengan perangkat Rap-Aquaculture Minapolitan modifikasi dari perangkat Rapfish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kota Pari pada dimensi ekologi dan ekonomi berada pada status kurang berkelanjutan, dimensi sosial berada pada status tidak berkelanjutan, sementara dimensi kelembagaan berada pada status cukup berkelanjutan. Desa Pantai Cermin Kiri dan Desa Kuala Lama memiliki dimensi ekologi, ekonomi, sosial berada pada status kurang berkelanjutan sementara dimensi kelembagaan berada pada status tidak berkelanjutan. Atribut sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan budidaya udang dari dimensi ekologi yaitu perbandingan mangrove dengan areal budidaya, kualitas air, kualitas tanah, persentase luas lahan yang berpotensi, dari dimensi ekonomi sistem permintaan pasar, kepemilikan aset budidaya, industri penunjang, dari dimensi sosial persentase penduduk bekerja di sektor perikanan, frekuensi terjadinya konflik, pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sementara dari dimensi kelembagaan keberadaan balai penyuluh perikanan, keberadaan lembaga kelompok nelayan atau pembudidaya, mekanisme kerjasama lintas sektoral dalam minapolitan.Strategi prioritas yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status keberlanjutan budidaya Udang Vaname adalah : penanaman dan pemeliharaan mangrove di sekitar tambak, peningkatan pelatihan dan penyuluhan budidaya perikanan berwawasan lingkungan dan optimalisasi peran Dinas Perikanan dan Kelautan sebagai wadah konsultasi terbuka bagi petambak. Kata kunci : Indeks keberlanjutan, budidaya Udang Vaname, minapolitan, Rap-Budidaya Minapolitan ABSTRACT Subdistrict of Pantai Cermin is one of areas that supports minapolitan area designed for brackish water aquaculture develoment, where there are 445 hectare can be developing to support production of fishery in this area. The aims of this research: to analyze index and status of White shrimp aquaculture sustainability based on ecological, economic, social and institutional dimensions in some villages of subdistrict Pantai Cermin, to analyze the sensitive attributes/factors that give affect to sustainability of white shrimp aquaculture and make strategy or policy conducted to support sustainability of white shrimp aquaculture. The research used quantitative-descriptive method, throught collect data used : observation method , questionnaire method and interview method, while the method of data analysis using multivariate statistical analysis method known as Multi Dimensional Scaling (MDS) with the Rap-Aquaculture Minapolitan modification of Rapfish software. The results of the research shows that Kota Pari village on ecological and economy dimensions respectively was in less status, social dimension was in not sustainable, while institutional dimension was in sufficient sustainable. Pantai Cermin Kiri village and Kuala Lama village on the ecological, economic and social dimension was in sustainable less, while on the institutional dimensions was in not sustainable. Sensitive attributes that give impact to sustainability of vannamei shrimp aquaculture in the area for ecology dimension are ratio of mangrove area and aquaculture, water quality, soil quality and percentage of potential area; economy dimension are : system of market demand, ownership of aquaculture assets, supporting industries; social dimension are percentage of population who work in the fisheries sector, frequency of the conflict, understanding and awareness of the population to environment; institutional dimensions are existence of the fisheries counseling center, existence of fisherman group or farmer group, mechanism of inter-sector cooperation of minapolitan. Priority strategies that can be done to improve the status of sustainability aquaculture white shrimp are: growing and keeping mangroves around the ponds, increasing the number of training and counseling about environmental aquaculture and optimizing the purpose of Dinas Perikanan dan Kelautan (Department of Fisheries and Marine) as an open consultation center for farmers. Keyword : Sustainability index, vannamei shrimp aquaculture, minapolitan, Rap-Aquaculture Minapolitan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Q Science > QL Zoology
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:40485
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:21 Nov 2013 14:32
Last Modified:21 Nov 2013 14:32

Repository Staff Only: item control page