Analisis Willingnes to Pay Jasa Lingkungan Air untuk Konservasi di Taman Wisata Alam Kerandangan Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat

AFIFAH, KURNIASIH NUR (2013) Analisis Willingnes to Pay Jasa Lingkungan Air untuk Konservasi di Taman Wisata Alam Kerandangan Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF
135Kb

Abstract

ABSTRAK Taman Wisata Alam Kerandangan merupakan salah satu kawasan konservasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi jasa lingkungan air yang dimanfaatkan secara non-komersil oleh masyarakat Dusun Kerandangan. Willingness to Pay jasa lingkungan merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam konservasi air di TWA Kerandangan sebagai bentuk imbal jasa lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengelolaan jasa lingkungan non-komersil di Dusun Kerandangan, mengestimasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai willingness to pay (WTP) pelanggan air di Dusun Kerandangan, dan menganalisa prioritas pengelolaan jasa lingkungan. Penelitian dilakukan di Dusun Kerandangan Kabupaten Lombok Barat dengan reponden sebanyak 117 KK dari 167 KK pelanggan air Kerandangan. Dengan Contingent Valuation Method untuk mengetahui besaran expressed WTP yang dikehendaki masing-masing individu. Rata-rata WTP pelanggan air Kerandangan sebesar Rp 8.100,- sehingga agregat WTP sebesar Rp 1.352.700,-/bulan dan Rp 16.232.400,-/tahun. Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi WTP secara parsial adalah pendapatan, pemakaian air , persepsi pentingnya konservasi air, jenis kelamin, dan pendidikan dengan nilai probability sig.<0,05. Secara simultan ada tiga variabel yang signifikan mempengaruhi yaitu pendapatan, persepsi pentingnya konservasi air dan gender responden. Nilai R² (R square) sebesar 0,47 menyatakan bahwa 47 persen variabel-variabel secara simultan mempengaruhi WTP, dan sisanya 53 persen dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini. Pengelolaan jasa lingkungan termasuk pengelolaan kemitraan(ko-managemen) adanya kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sumber daya air di TWA Kerandangan. Prioritas pengelolaan menurut ahli yang kami analisa dengan Analytical Hierarchy Process adalah konservasi sumber daya air, pembentukan kelembagaan, konservasi supply air, menghargai kearifan lokal, mensosialisasikan perilaku hemat air, memperbaiki kualitas fisik dan mikrobiologi air, menyusun awiq-awiq, menyusun AD/ART, dan pelibatan stakeholder dalam kegiatan pengelolaan jasa lingkungan. Kata Kunci: Jasa Lingkungan Air, Willingness to Pay, Contingent Valuation Method, Konservasi Air dan Analythical Hierarchy Process.   ABSTRACT Kerandangan Nature Tourim Park is one of conservation areas in West Nusa Tenggara Province that has potential environmental water service which is used non-commercially by the community in Kerandangan village. Willingness to pay for environmental service is one of the environmental compenations expected from the community. The aims of this research are to analyse water environment services management, to estimate and analyse factors influencing willingness to pay value of water consumers, and to analyse priorities of water environment services management in the Kerandangan. The research conducted in Kerandangan village, West Lombok district with repondent consisting of 117 family heads customers of Kerandangan water installation. Contingent Valuation Method used to estimate expressed willingness to pay of each consumer. The average WTP is Rp 8.100,-/month and the agregat becomes Rp 1.352.700,-/month and Rp 16.232.400,-/year. Significant factors influencing WTP partially are income, water consumption, water conservation perception, gender and education with probability Sig. score under 0,05. In all, there are three variables simultaneously influence WTP, namely: income, water conservation perception and gender. R square value is 0,47 meaning 47,0 percent variables are simultaneously influential and the rest 53 percent influenced by other variables outside the ones used in the research. The management of water environment services classify as a co-management system which goverment and people working together in managing natural resources. The expert’s priorities on water environment management analysed with Analythical Hierarchy Process are: water resources conservation, institutional forming, water supply conervation, appreciating local wisdom, socializing water saving behavior, improving physical and microbiological quality, forming local rules, formulating basic organizational rules, and involvement of stakeholders in managing environment services. Key Words: Environmental Water Service, Willingness to Pay, Contingent Valuation Method, Water Conservation and Analythical Hierarchy Process

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:40480
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:21 Nov 2013 11:40
Last Modified:21 Nov 2013 11:40

Repository Staff Only: item control page