HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN SEKSUAL SEKUNDER PADA SISWA LAKI-LAKI SLTP NEGERI 27 KOTA SEMARANG

Oktarina , Lina Oktarina (2003) HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN SEKSUAL SEKUNDER PADA SISWA LAKI-LAKI SLTP NEGERI 27 KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
51Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.Pada masa ini akan terjadi perubahan fisik (organoleptik), mental dan psikososial yang akan berdampak pada aspek kehidupan selanjutnya. Perkembangan seksual sekunder dipengaruhi oleh faktor endogen dan faktor eksogen.Faktor endogen antara lain : genetik, hormonal, sedangkan faktor eksogen : status gizi, lingkungan, media massa, sosial ekonomi dan derajat kesehatan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah status gizi berhubungan dengan seksual sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas satu dan dua sebanyak 259 orang. Sampel diambil secara sitematik random sampling yaitu sejumlah 72 orang siswa laki-laki.Instumen yang digunakan adalah kuesioner dan microtoise. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan responden melalui kuisioner. Data sekunder sebagai data pendukung atau pelengkap. Pengolahan data dilakukan dengan komputer program SPSSfor Windows versi 11 dan uji yang digunakan adalah Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang pernah mengalami mimpi basah (79,2%) persentasenya lebih besar daripada responden yang belum pernah mengalami mimpi basah (20,8%). Responden yang mengalami perubahan suara (76,4%) prosentasenya lebih besar daripada responden yang tidak terjadi perubahan suara (23,6%). Responden mukanya yang pernah berjerawat (66,7%) persentasenya lebih besar dari pada responden yang mukanya tidak pernah berjerawat (33,3%). Responden yang telah tumbuh rambut kumis (70,8%) persentasenya lebih besar daripada responden yang belum tumbuh rambut kumis (29,2%). Responden yang berstatus gizi normal(70,8%) persentasenya lebih besar daripada responden yang berstatus gizi pendek (29,2%). Berdasarkan pembuktian hipotesis dapat disimpulkan bahwa ada hubungan sangat bermakana antara status gizi dengan mimpi basah dengan nilai p-value sebesar 0,008. Ada hubungan sangat bermakna antara status gizi dengan perubahan suara dengan nilai p-value sebesar 0,001. Ada hubungan sangat bermakna antara status gizi dengan muka berjerawat dengan nilai p-value sebesar 0,000. Ada hubungan sangat bermakna antara status gizi dengan rambut kumis dengan nilai p-value sebesar 0,000. THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRIONAL STATUS AND SECONDARY SEXUAL DEVELOPMENT ON MALE STUDENTS SLTPN 27 SEMARANG CITY Abstract Adolescent period is the alteration from child period to adult period. There will be a phsysical (organoleptik),metality anda psychosocial differentials in this period that will be bring a grade impact to the next aspects of life. The secondary sexual development is affected by endogen ang exogen factors. Endogen factors are genitical and hormonaland exogen factors are nutrient status, Environmental,mass media, sicial economic and whole health status. The purpose pf this research is to eximine the ralationship between Nutrient Status and Secondary Sexual Development. Population in this research is 259 male students in the first and second grade. The samples are taken by sistematik random sampling, which are 72 male students. The instumen being used is Quesioner and microtoise.Primary datas are collected fro direct interview to the respondents using quesioners. Secondary daras are the suportting or complemtary datas. The processing data is done by SPSS Computer program for Window version 11 and Chi-sguare is used. The result of this research :79,2% for wet dream respondents.this procentage is bigger than the respondents who have not had wet dream yet (20,8%). Respondents which sound alteration (76,4%) bigger than respondents without sound alteration (23,6%). Respondents had acne (66,7%) bigger than respondents have not had acna yet (33,3%). Respondents having mustache (70,8%) bigger than respondents have not had mustache yet (29,2%). Respondents with normal nutrient status (70,8%) bigger than respondents with low nutrient status (29,2%). Based of hipotetic evidence, and wet dream wth p-value 0,008, there is a be confident relationship between mother nutrient status and sound alteration eith p-value 0,001. There is a be confident relationship between nutrient status and acne face p-value 0,000. There is a be confident relationship between nutrient status and having mustache respondents p-value 0,000.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:4018
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:16 Jan 2010 12:07
Last Modified:16 Jan 2010 12:07

Repository Staff Only: item control page