PEMETAAN DAN ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK GERABAH UNTUK MEMBERIKAN STRATEGI PADA SENTRA INDUSTRI GERABAH KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA

UNSPECIFIED (2013) PEMETAAN DAN ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK GERABAH UNTUK MEMBERIKAN STRATEGI PADA SENTRA INDUSTRI GERABAH KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Industrial Engineering.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Yogyakarta sebagai kota wisata mendorong masyarakatnya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai dengan membuat berbagai kerajinan. Industri gerabah Kasongan Bantul Yogyakarta merupakan industri yang membantu dalam pendapatan daerah. Saat ini wilayah pemasaran mencakup 40% lokal dan 60% ekspor. Untuk pasar ekspor pada tahun 2007 penjualan gerabah pada sentra industri gerabah Kasongan melonjak hampir 100%, namun memasuki tahun 2009-2012 mengalami penuruna. Hal ini terjadinya akibat kurangnya komunikasi antar pelaku usaha baik itu pemasok, pengrajin, pengusaha maupun pemerintah dan penerapan strategi yang kurang tepat dalam memasarkan produk, serta krisis global Eropa. Sehingga penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan pelaku usaha industri, proses inti yang terjadi, aliran informasi, aliran uang dan mencari margin keuntungan tiap pelaku usaha. Selain itu menentukan segmentasi pasar dan faktor kunci keberhasilan serta memberikan rekomendasi strategi pada industri gerabah Kasongan Bantul agar lebih dapat bersaing. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan value chain analysis analisis rantai nilai dengan mengidentifikasi pelaku usaha, pemetaan rantai nilai, penentuan segmen pasar dan faktor kunci keberhasilan dan mengkoordinasikan rantai nilai dengan jejaring yang terkait. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 5 pelaku usaha dalam aktivitas-aktivitas yang terjadi yaitu supplier bahan baku, supplier bahan siap olah, pengrajin, pengusaha, wholesaler, retailer dan pemakai akhir. Dalam pengolahan CSF diperoleh gap dari perspektif kosumen dan pengusaha yaitu faktor kualitas dan promosi memiliki nilai tertinggi. Untuk harga, desain, respon, inovasi dan warna memiliki nilai kecil. Untuk kemasan tidak terdapat gap. Strategi yang direkomendasikan dengan menciptakan pasar baru untuk memasarkan gerabah dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian wilayah-wilayah baru yang diharapkan memiliki kondisi lebih stabil. Yogyakarta as a city tour encouraging people to produce something of value to make a variety of crafts. Pottery industry Kasongan Bantul Yogyakarta is an industry that helps in revenue. Currently marketing areas cover 40% local and 60% export. For the export market in 2007, sales in the industrial centers earthenware pottery Kasongan jumped nearly 100%, but entered the year 2009 to 2012 had its slide. It is the result of a lack of communication among businesses both suppliers, craftsmen, businessmen and the government and the lack of proper implementation of the strategy in marketing their products, as well as America's global crisis. Thus, this study aims to identify and map the industrial businesses, the core process occurs, the flow of information, the flow of money and looking for any profit margin businesses. Besides determining the segmentation of the market and the key success factors and make recommendations on the strategy Kasongan Bantul pottery industry in order to compete better. The approach used is a value chain analysis approach to value chain analysis to identify the business value chain mapping, determination of market segments and key success factors, and coordinate the value chain associated with the network. The results obtained are found 5 businesses in activities that occur are material supplier, the supplier if the material is ready, artisans, entrepreneurs, wholesalers, retailers and end users. In CSF treatment gap obtained from the perspective of customers in and entrepreneurs and promoting the quality factor has the highest value. For the price, design, response, and color innovation has little value. For the packaging there is no gap. The strategy recommended by creating new markets for pottery market by considering the economic condition of new territories are expected to have a more stable condition.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Kata Kunci : Value chain, CSF (Critical Success Factor), Industri, industri Kreatif, UKM, Bauran Pemasaran Abstrac.Keywords: Value chain, CSF (Critical Success Factor), Industrial, Creative industries, SMEs, Marketing Mix
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:40016
Deposited By:Mr/Ms teknik industri
Deposited On:29 Aug 2013 15:05
Last Modified:29 Aug 2013 15:05

Repository Staff Only: item control page