INTEGRASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN SINGLE VENDOR SINGLE BUYER DENGAN MODEL PERSEDIAAN JOINT ECONOMIC LOT SIZE (Studi Kasus di PT Kubota Indonesia)

UNSPECIFIED (2013) INTEGRASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN SINGLE VENDOR SINGLE BUYER DENGAN MODEL PERSEDIAAN JOINT ECONOMIC LOT SIZE (Studi Kasus di PT Kubota Indonesia). Undergraduate thesis, Industrial Engineering.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abstrak PT. Kubota Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi mesin diesel. Mesin Diesel digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti traktor, mesin las, pembangkit tenaga listrik, pompa air, mesin-mesin konstruksi, kompresor, penggerak perahu, penggiling padi dan untuk usaha lainnya. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh PT. Kubota Indonesia terjadi pada perencanaan produksi. Permasalahan yang terjadi pada perencanaan produksi adalah terjadinya distorsi informasi pada rantai pasok yaitu seringnya terjadi revisi permintaan yang dilakukan oleh buyer yang mengakibatkan terjadinya penumpukan produk jadi di gudang PT Kubota Indonesia. Salah satunya perusahaan buyer yang sering melakukan revisi demand adalah PT.ABC yang memproduksi berbagai macam jenis Traktor dengan menggunakan mesin diesel Kubota. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap kebijakan proses bisnis yang dilakukan, salah satunya dengan menggunakan pendekatan model Joint Economic Lot Size (JELS). Dengan menggunakan model JELS, total biaya persediaan gabungan dapat direduksi sebesar 10,1% dari biaya awal dan penumpukan di gudang produk jadi PT Kubota dapat dicegah karena telah ditentukan ukuran lot produksi dan lot pengiriman yang optimal yaitu q*=285 unit. Abstract PT Kubota Indonesia is a manufacturer of various diesel engines. Diesel engines are used for various needs such as tractors, welding machines, power plants, water pumps, construction machines, compressors, drive a boat, millers etc. One of the problems faced by PT Kubota Indonesia occurred in the production planning. The problem is the information distortions occurs in the supply chain where the buyers revise their demands frequently that leads to overstock in the PT Kubota’s finished product warehouse. One of the buyers who do this is PT ABC, the manufacuter of various types of tractors. Therefore there is a need to evaluate the policies conducted in their business processes, using the Joint Economic Lot Size (JELS) model approach. Using the JELS model approach, the total combined inventory cost can be reduced 10,1% and the overstock occurs in PT Kubota’s finished product warehouse can be avoided because the optimal value of production and shipping lots have already determined, where q*=285 units.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:KKeywords: Joint Economic Lot Size,JELS,inventory,integrationata Kunci : Joint Economic Lot Size,JELS,persediaan,integrasi
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:39999
Deposited By:Mr/Ms teknik industri
Deposited On:29 Aug 2013 13:45
Last Modified:29 Aug 2013 13:45

Repository Staff Only: item control page