PENGARUH VARIASI LAMA RENDAMAN DAN KONSENTRASI PERASAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA CUMI-CUMI (Lolligo sp)

UNSPECIFIED (2013) PENGARUH VARIASI LAMA RENDAMAN DAN KONSENTRASI PERASAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA CUMI-CUMI (Lolligo sp). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
12Kb

Abstract

Timbal diperairan menyebabkan biota laut termasuk cumi-cumi terkontaminasi yang berdampak bagi kesehatan. Untuk mengurangi dampak dilakukan upaya penurunan kadar timbal pada cumi-cumi dengan perendaman larutan belimbing wuluh (sekuestran). Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis perbedaan kadar timbal pada cumi-cumi yang berasal dari TPI Tambak Lorok Semarang dengan perendaman menggunakan larutan belimbing wuluh 0%, 45% dan 55% selama 30 dan 60 menit. Jenis penelitian ini merupakan ekperimen murni (the randomized pretest-posttest control group design). Hasil uji kadar timbal di Laboratorium Wahana (analisis SSA) rata-rata sebesar 0,393 mg/l, melebihi baku mutu (SNI 7387:2009 yaitu 0,25 mg/l), setelah perlakuan kadar timbal rata-rata 0,209 mg/l. Hasil analisis uji Friedman dilanjutkan analisis uji Wilcoxon diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan kadar timbal sebelum dan setelah pemberian larutan belimbing wuluh dengan konsentrasi 45% (p = 0,000) dan 55% (p = 0,000) selama 30 menit dan 60 menit, sedangkan untuk analisis Wilcoxon diperoleh bahwa ada perbedaan kandungan timbal pada pretest dan 30 menit, pretest dan 60 menit dan 30 menit dan 60 menit pada konsentrasi 45% (p = 0,043) dan 55% (p = 0,043). Hasil analisis uji Kruskal-Wallis dilanjutkan analisis uji Mann-Whitney diperoleh bahwa ada perbedaan antara pemberian larutan aquades 0% (kontrol) dan larutan belimbing wuluh 45% dan 55% selama 30 menit (p = 0,002) dan 60 menit (p = 0,009) sedangkan untuk analisis Mann-Whitney diperoleh bahwa ada perbedaan kadar timbal setelah pemberian perlakuan larutan belimbing wuluh dengan konsentrasi 0% dan 45%, 0% dan 55% dan 45% dan 55% selam 30 menit (p = 0,009) dan 0% dan 45%, 0% dan 55% selama 60 menit (p = 0,009). Tidak ada perbedaan kadar timbal setelah pemberian perlakuan larutan belimbing wuluh dengan konsentrasi 45% dan 55% selama 60 menit (p = 0,917). Berdasarkan penelitian diketahui bahwa belimbing wuluh dapat menurunkan kadar timbal pada cumi-cumi sehingga perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat belimbing wuluh dalam menurunkan kadar timbal pada cumi-cumi. Kata Kunci: larutan belimbing wuluh, cumi-cumi, timbal

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:39786
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:13 Aug 2013 14:02
Last Modified:13 Aug 2013 14:02

Repository Staff Only: item control page