Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan (PKPR) di Wilayah Puskesmas Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan

Anggraeni, Septi (2012) Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan (PKPR) di Wilayah Puskesmas Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF (Word to PDF conversion (via antiword) conversion from application/msword to application/pdf)
11Kb
[img]Microsoft Word
25Kb

Abstract

Universitas Diponegoro Program Pascasarjana Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Minat Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak 2012 ABSTRAK Septi Anggraeni Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan (PKPR) di Wilayah Puskesmas Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan 118 hal + 41 tabel + 5 gambar + lampiran Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk remaja guna mengatasi permasalahan yang terjadi seputar kaum remaja. Namun tingkat pemanfaatan PKPR oleh remaja masih sangat rendah, khususnya remaja di Kabupaten Tanah Laut. Data laporan program PKPR tahun 2009 di Kabupaten Tanah Laut menunjukkan bahwa dari 1055 remaja, remaja yang memanfaatkan pelayanan PKPR hanya sebesar 124 remaja (11,75%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan PKPR dengan rancangan cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebesar 124 remaja. Hasil analisa kuantitatif ditindaklanjuti dengan penelitian secara kualitatif. Secara deskriptif diperoleh hasil pengetahuan responden 83,1% dalam kategori baik, sikap terhadap PKPR 58,9% mendukung, kebutuhan akan layanan 66,9% tinggi, persepsi tentang keterjangkauan 66,1% mudah terjangkau, persepsi tentang kebijakan PKPR 69,4% baik, persepsi tentang sosialisasi PKPR 52,4% dalam kategori baik, persepsi tentang sumberdaya di Puskesmas 62,1% dalam kategori baik, persepsi tentang dukungan keluarga 83,1% mendukung dan persepsi tentang dukungan sekolah 72,6% mendukung. Namun pada kenyataannya hanya sebagian kecil remaja (27,4%) yang memanfaatkan layanan PKPR. Hal ini berkaitan dengan kesenjangan antara kebutuhan remaja akan layanan kesehatan dengan ketersediaan layanan dan waktu jam berkunjung di Puskesmas. Untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel tersebut dilakukan uji statistik multiple logistic regression yang menunjukkan hasil bahwa pengetahuan, sikap, kebutuhan, persepsi tentang keterjangkauan Puskesmas, kebijakan PKPR, sosialisasi PKPR dan persepsi tentang sumberdaya di Puskesmas ada pengaruh terhadap pemanfaatan PKPR. Untuk itu disarankan dalam upaya untuk meningkatkan pemanfaatan PKPR yaitu perlu adanya terobosan baru dalam implementasi kebijakan PKPR terkait dengan ketersediaan jenis layanan PKPR dan waktu pelayanan di Puskesmas yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Kata Kunci : PKPR, pemanfaatan PKPR, remaja Kepustakaan : 44 (1974-2011) Diponegoro University Postgraduate Program Master’s Program in Public Health Majoring in Health Policy Administration Sub Majoring in Maternal and Child Health Management 2012 ABSTRACT Septi Anggraeni Analysis on Factors Affecting the Utilization of Adolescent Health Service Program at Primary Healthcare Centers in Tanah Laut District, South Borneo 118 pages + 41 tables + 5 figures + enclosures Adolescent health care service (PKPR) program was one of health services aimed for adolescent to solve their problems. However, utility level of PKPR by adolescents especially in Tanah Laut district was still low. Data from program report of PKPR in 2009 in Tanah Laut district showed that only 124 adolescents in Tanah Laut district utilized PKPR services (11.75%). The objective of this study was to identify factors affecting the utilization of PKPR. This was a quantitative study with cross sectional approach. Study samples were 124 adolescents. Results of quantitative analysis were followed up by qualitative study. Results of the study showed that 83.1% of respondents’ knowledge was in a good category; proportion of respondents who supported PKPR was 58.9%; needs for services were high (66.9%); 69.4% of respondents said the location was easier to reach; 69.4% of respondents had good perception on PKPR policy; 52.4% of respondents had good perception on PKPR socialization; 62.1% of respondents had good perception on resources in the primary healthcare center; 83.1% of respondents supported perception on family support; 72.6% of respondents supported perception regarding the school support. In reality, only small portion of adolescents (27.4%) utilized PKPR services. This was related to the gaps between adolescent’s needs for health services and the availability of services and visiting time in the primary healthcare center. Results of multiple logistic regressions indicated that knowledge, attitude, needs, perception on the primary healthcare center accessibility, PKPR policy, PKPR socialization and perception on human resources in the primary healthcare center influenced PKPR utilization. Suggestion given in order to improve PKPR utilization is to create new breakthrough for PKPR policy implementation. This PKPR policy includes policy regarding the availability of the type of PKPR service and service time in the primary healthcare center that suit with adolescents needs. Key words : PKPR, PKPR utilization, adolescents Bibliography : 44 (1974-2011)

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:39771
Deposited By:Mr. Mikm Undip
Deposited On:13 Aug 2013 11:06
Last Modified:14 May 2014 10:40

Repository Staff Only: item control page