PERBEDAAN KEPADATAN LARVA ANOPHELES ACONITUS PADA DESA DENGAN TIPE PERSAWAHAN BERTERAS DAN TIPE PERSAWAHAN DATAR DI KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN DATI II JEPARA

Pranowo Yoga, Gambiro Pranowo Yoga (1991) PERBEDAAN KEPADATAN LARVA ANOPHELES ACONITUS PADA DESA DENGAN TIPE PERSAWAHAN BERTERAS DAN TIPE PERSAWAHAN DATAR DI KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN DATI II JEPARA. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
26Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Penyakit Malaria masih merupakan maslah kesehatan masyarakat terutama didaerah pedesaan. Berbagai metode telah dilakukan untuk memberantas 0enyakit ini, namun karena terbatasnya sarana dan dana sehingga metode dan wilayah yang dicakup masih sangat terbatas. Kasus Malaria tahun1984-1990 didesa dengan tipe sawah berteras ternyata cenderung lebih tinggi daripada desa dengan tipe sawah datar pada kecamatan Mlonggo. Sehingga diduga bahwa vektor untuk desa dengan tipe sawah berteras juga cenderung lebih tinggi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan kepadatan larva An.aconitus serta faktor-faltor yang mempengaruhi perbedaan tersebut antara desa dengan tipe sawah berteras dan sawah datar. Lokasi penelitian adalah pada desa Bulungan untuk sawah berteras dan Desa Suwawal Barat untuk sawah datar. Kedua desa tersebut letak topografisnya dimana desa Bulungan terletak dengan ketinggian 100 m dan merupakan daerah perbukitan, sedang desa Suwawal terletak 25m dari permukaan laut dan dekat dengan daerah pantai. penelitian dilakukan antara bulan Februari sampai April 1991. An.aconitus cenderung berkembang biak pada persawahan dan merupakan vektor malaria yang terutama didaerah persawahan di pulau jasa. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian ini adlah kepadata larva An.aconitus, kadar oksigen, PH, kekeruhan, suhu dari air sawah serta ketinggian tanaman padi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna kepadatan larva antara kedua tipe sawah tersebut, untuk tipe sawah berteras kepadatan larva lebih tinggi daripada sawah datar. Dari pengukuran variabel Ph, D.O, suhu, kekeruhan dari air sawah dan ketinggian padi yang tidak berbeda secara bermakna. Dari uji hubungan ternyata hanya kandungan oksigen dan tingkat kekeruhan yang mempengaruhi kepadatan lerva, sedangkan suhu, PH, tinggi tanamanpadi tidak berpengaruh terhadap kepadatan larva.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:3975
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:16 Jan 2010 05:18
Last Modified:16 Jan 2010 05:18

Repository Staff Only: item control page