UPACARA TRADISIONAL NYADRAN MBAH KRAMAT DI DESA GEDAWANG

rukiyah, Dra., M.Hum (2012) UPACARA TRADISIONAL NYADRAN MBAH KRAMAT DI DESA GEDAWANG. Nusa, - (-). pp. 69-79. ISSN 0216-535X

[img]Microsoft Word (Artikel)
87Kb

Official URL: http://eprints.undip.ac.id

Abstract

Warga Desa Gedawang sampai sekarang masih mengadakan Upacara Tradisional Nyadran Mbah Kramat. Nyadran biasanya diadakan oleh masyarakat Jawa pada bulan Syakban (Ruwah) menjelang datangnya bulan Ramadan. Akan tetapi nyadran Mbah Kramat diadakan setiap Jumat Wage, bulan Shafar. Siapa sebenarnya Mbah Kramat, mengapa nyadran diadakan pada bulan Shafar, dan bagaimana pelaksanaan nyadran Mbah Kramat merupakan permasalahan yang akan diungkap dalam tulisan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui siapa Mbah Kramat, mengapa nyadran diadakan bulan Shafar, dan untuk mendeskripsikan jalannya upacara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, studi pustaka, analisis langsung, dan penyajian deskriptif. Teori yang dipakai sebagai landasan penelitian adalah teori folklor dan teori kebudayaan. Hasil penelitian yang didapat: Mbah Kramat adalah Ki Ageng Giyantipuro; nyadran diadakan bulan Shafar karena Mbah Kramat dimakamkan pada bulan itu, dan nyadran dilaksanakan sekitar pukul 07.00 diikuti oleh warga Gedawang, serta pejabat kelurahan dan kecamatan. Kata kunci: Nyadran Mbah Kramat, Ki Ageng Giyantipuro, Jumat Wage, Shafar

Item Type:Article
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Humanities > Department of Indonesian
ID Code:39351
Deposited By:Sastra Indonesia
Deposited On:17 May 2013 20:10
Last Modified:17 May 2013 20:10

Repository Staff Only: item control page