HUBUNGAN FAKTOR KONSELING KELUARGA BERENCANA (KB) DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) (STUDI KASUS DI WILAYAH PUSKESMAS HALMAHERA DAN PUSKESMAS MIJEN KOTA SEMARANG TAHUN 2010)

HANANI, YUSRINA DZATI (2010) HUBUNGAN FAKTOR KONSELING KELUARGA BERENCANA (KB) DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) (STUDI KASUS DI WILAYAH PUSKESMAS HALMAHERA DAN PUSKESMAS MIJEN KOTA SEMARANG TAHUN 2010). Undergraduate thesis, Faculty of Public Health.

[img]PDF - Published Version

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Mesti saat ini program KB dinilai cukup berhasil,akan tetapi berdasarkan pola penggunan kontrasepsi terlihat angka yang mencemaskan pada kontrasepsi MKJP. Data SDKI (Survey Demografi Kesehatan Indonesia) 2007,penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) hanya 12,!%. Selain faktor individu,faktor yang menyebabkan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang yaitu faktor eksternal seperti kurangnya pengetahun dan informasi mengenai berbagai alat kontrasepsi. Pelayanan kondeling KB merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang KB. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor konseling KB dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional . Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling yaitu akseptor KB yang tercatat pada daftar kunjungan pelayanan KB puskesmas. Halmahera dan puskesmas Mijen sebanyak 60 responden .Umur ,paritas,pendidikan,pekerjaan,pendapatan,tingkat pengetahuan,persepsi konseling KB,persuasi sebagai variabel bebas,dan penggunaan MKJP sebagai variabel terikat. Analisis data secara bertahap analisis univariat dengan distribusi frekuensi ,analisis bevariat dengan chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik pada tingkat kemaknaan 0,05. Hasil uji statistik dengan chi-square menunjukkan ada hubungan unur (p value= 0,025). pendidikan (p value= 0,001), pekerjaan (p value= 0,001), tingkat pengetahuan (p value= 0,001), persepsi konseling KB (p value= 0,002), dan persuasi (p value = 0,001), dengan penggunaan MKJP. Hasil uji regresi logistik menunjukkan ada pengaruh pendidikan (OR=15,040), tingkat pengetahuan (OR=135,027), dan persepsi konseling KB (OR=22,608), dengan menggunakan MKJP . Disarankan perlunya peningkatan pelayanan KB konseling KB agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Kata Kunci: KB

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:38343
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:07 Feb 2013 09:45
Last Modified:07 Feb 2013 09:45

Repository Staff Only: item control page