Pemanfaatan Modelbulder dalam Arcview Untuk Mendeskripsikan Faktor-Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kota Semarang tahun 2010

Evindarie, Evindarie (2011) Pemanfaatan Modelbulder dalam Arcview Untuk Mendeskripsikan Faktor-Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kota Semarang tahun 2010. Undergraduate thesis, Faculty of Public Health.

[img]PDF - Published Version

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit berbasis lingkungan dimana faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi antara lain kettinggian tempat,curah hujan, kepadatan penduduk, kepadatan jentik, kepadata hunian dan kepadatan rumah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, jumlagh aksus DBD tahun 2010 berjumlah 5616 kasus. berdasarjan jumlah kasus yang terus meningkat maka diperlukan upaya penanggulangan DBD dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujan untuk mengidentifikasi dan analisi keruangan berdasarkan faktor-faktor risiko DBD. Indentifikasi dilakukan dengan modelbuilder yang ada dala arcview. Modelbuider dapat digunakan untuk menghasilkan informasi tentang analisis kewilayahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis spasial. Sampelnya merupakan sebagian dari kasus DBD dikelurahan yang dipilih melalui teknik pengambilan secara kluster. Kasus DBD pada responden terpilih paling banyak pada penduduk berumur 9 tahun dengan jenis kelamin perempuan (52,1%), tingkat pendidikan SD (29%) dan tidak bekerja (82,9%). Berdasarkan target Dinas Kesehatan Kota Semarang, angka bebas jentik di wilayah kota semarang lebih banyak berada dalam kelompok tidak memenuhi target. Jumlah kasus tertinggi berada di ekcamatan Tembalang dengan kepadatan penduduk tertinggi di kecamatan semarang selatan. Berdasarkan variabel curah hujna dan ketinggian tempat maka wilayah yang berisiko tinggi adalah Kecamatan Genuk, Gayam sari Semarang Selatan, Semarang tengah dan Semarang Timur. Jika dilihat dari variabel curah hujan dan angka bebsa jentik maka wilayah yang berisiko tinggi adalah kecamatan semarang timur, semarang selatan dan gayamsari. berdasarkan variabel angka bebas jentik dan jumlah rumah maka wilayah yang berisiko tinggi adalah kecamatan ngaliyan, semarang barat, semarang selatan, semarang timur, gayamsari, gunungpati, pedurungan, tembalang dan banyumanik. Dilihat dari variabel angka bebas jentik dan ketingian tempat maka hampir seluruh wilayah di kota semarang berisiko tinggi. Oleh sebab itu, modelbulder dapat digunakan sebagai salah satu alat pengola data sehingga diperlukan sumber daya pendukung. Selain itu penitikan kasus dengan wilayah yang lebih luas dapat menggambarkan persebaran kasus dengan lebih jelas. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Demam Berdarah Dengue dan modelbuilder

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:38219
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:04 Feb 2013 10:02
Last Modified:04 Feb 2013 10:02

Repository Staff Only: item control page