HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE YANG BEROBAT KE PUSKESMAS PURWOKWERTO BARAT TAHUN 2006.

SUBAGIJO, SUBAGIJO (2006) HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE YANG BEROBAT KE PUSKESMAS PURWOKWERTO BARAT TAHUN 2006. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]PDF - Published Version

Abstract

Penyakit menular merupakan problema yang cukup besar di negara sedang berkembang dan menyebabkan angka kesakitan kematian yang cukup tinggi. Penyakit Diare bersifat "healthy Carrier" yang menimbulkan kesukaran dalam pemberantasannya, sehingga bentuk penyakit ini dalam masyarakat adalah sebagai "Iceberg phenomena" yang artinya gejala-gejala penyakit yang tampak (manifest) adalah sebagian kecil saja dari keadaan yang sebenarnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare di Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian observasional dengan rancangan case control menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel kasus dan sampel kontrol masing-masing diambil 40 orang. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Kesimpulan hasil penelitian : 1. Jumlah kasus dan proporsi pasien diare di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas dari tahun 2001 sampai dengan tahun Bulan Maret 2006, paling tinggi adalah dari desa Kober. IR tertinggi di Desa Kober terjadi pada tahun 2001 dan 2003 sebesar 46 per 10.000 penduduk . IR terendah adalah dari desa Pasir Kidul sebesar 5 per 10.000 penduduk. IR terendah adalah dari Desa Pasir Kidul sebesar 5 per 10.000 penduduk. 2.Proporsi kejadian diare tertinggi pada responden berjenis kelamin laki-laki=49 0rang ( 61,2%), berumur dibawah 15 tahun =44 orang (55,0%) dan berpendidikan tamat SD = 49 orang (61,3%). 3. Orang yang memiliki perilaku hidup tidak baik memiliki resiko 3,500 kali lebih besar menderita diare dibandingkan pada orang yang memiliki perilaku hidup bersih dan sehat. Kriteria perilaku hidup bersih dan sehat dilihat dari kebiasaan sebelum makan, kebiasaan minum, kebiasaan buang air kecil, kebiasaan buang air besar, dan kebiasaan istirahat (p=0,013; OR=3,500; (CL 95%)=1,386-8,835). Saran-saran : Pihak Puskesmas selain memberikan pelayanan kuratif, hendaknya juga disertai dengan memberikan penyuluhan kepada pasien serta keluarga pasien supaya dapat menjalankan perilkau hidup bersih dan sehat sebagai upaya prefentif untuk mencegah terulangnya sakit diare. Petugas medis dan para medis di Puskesmas, melakukan intervensi kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan sehingga masyarakat dapat membiasakan perilaku hidup sehat. Kata Kunci: Diare, Perilaku hidup bersih dan sehat

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:38160
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:31 Jan 2013 13:29
Last Modified:31 Jan 2013 13:29

Repository Staff Only: item control page