Penataan Pemrakarsa Terhadap Kegiatan Pengelolaan dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup (Studi Kasus Analisis Kegiatan Bidang Kesehatan di Kota Magelang)

Goesty, Prathika Andini (2012) Penataan Pemrakarsa Terhadap Kegiatan Pengelolaan dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup (Studi Kasus Analisis Kegiatan Bidang Kesehatan di Kota Magelang). Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan Undip.

[img]
Preview
PDF
416Kb

Abstract

ABSTRAK Salah satu instrumen untuk pengendalian dampak lingkungan adalah UKL-UPL, namun pada kenyataannya pemrakarsa belum sepenuhnya melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan, tercermin dari data yang dimiliki Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang sampai tahun 2012 bahwa jumlah pelaporan rutin pemrakarsa sebesar 0%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketaatan serta kendala pemrakarsa dalam mengimplementasikan UKL-UPL, pengawasan oleh Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang dan instansi terkait lainnya, merumuskan rekomendasi terkait hal tersebut. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pemrakarsa dalam melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan, bahan pertimbangan Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang dalam melakukan pengawasan, menambah informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan dan pemantauan yang dilakukan oleh pemrakarsa, pengembangan ilmu lingkungan terkait ketaatan terhadap peraturan yang berlaku dan menambah wawasan mengenai UKL-UPL dan pelaksanaannya. Obyek penelitian adalah 6 (enam) kegiatan di bidang kesehatan yang telah memiliki dokumen UKL-UPL yang ada di Kota Magelang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dengan pendekatan analisis bersifat preskriptif berbasis data kualitatif. Data penelitian ini didapat dengan metode survei, wawancara mendalam dengan panduan pertanyaan dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemrakarsa belum taat dalam melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Hal ini dikarenakan : 1) Belum menyadari bahwa lingkungan hidup adalah kepentingan publik yang tidak boleh dirusak, 2) SDM dan sarana kurang memadai, 3) Anggaran yang besar. Pengawasan yang dilakukan Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang dan instansi terkait lainnya belum berjalan sebagaimana diharapkan. Pengawasan dan koordinasi yang ada selama ini bersifat reaktif. Saran dalam penelitian ini adalah : 1) Pengawasan dari Kantor Lingkungan Hidup melalui pemberitahuan dan surat teguran mengenai kewajiban pelaporan rutin, dilanjutkan dengan verifikasi ke lapangan, dan melibatkan pengambil kebijakan dalam pelatihan mengenai pengelolaan lingkungan, serta meningkatkan kinerja PPLHD, 2) Meningkatkan peran serta masyarakat, 3) Pemrakarsa agar lebih dapat menyadari arti pentingnya pengelolaan dan pemantauan lingkungan, dengan meningkatkan sarana prasarana dan sumber daya manusia agar dapat mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kata-kata kunci : UKL-UPL kesehatan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, penaatan ABSTRACT Environmental Management and Monitoring Effort (UKL-UPL) is one of important instruments for maintaining environmental impact management. However, the effort has not been properly implemented in Magelang city, according to data reported until 2012 by the Municipal Office of Environmental Affairs of Magelang. It is disappointing that the local initiators did not give any routine report concerning the implementation progress. This study aimed to analyze degree of compliance and problems faced by the environmental initiators in implementing the UKL-UPL as well as monitoring by the Municipal Office of Environmental Affairs of Magelang. The study expected to become a cornerstone for improving the initiators’ awareness of implementing the environmental management and monitoring, a valuable input for the Municipal Office of Environmental Affairs of Mageleng in environmental monitoring, providing information to the local people concerning environmental management and monitoring by the initiators, and enriching environmental knowledge, in particular the implementation of UKL-UPL according to the ongoing regulations. The study performed six health-related environmental activities, those having the UKL-UPL documents in the Magelang Municipal area. The study applied an observation method using a prescriptive analytical approach based on qualitative data. Data for the study were obtained by survey, in-depth interview and library study. Result of the study showed that the initiators’ lacking degree of compliance had caused poor quality of the environmental management and monitoring. Problems that faced the initiators included 1) poor awareness of the importance of preserving and sustaining the environment for common good, 2) poor quality of human resource and facilities, and 3) lacking budget. The Municipal Office of Environmental Affairs of Magelang had not performed monitoring properly. Both monitoring and co-ordination were still reactionary whenever a problem arose. Accordingly, this study recommended 1) monitoring by the Municipal Office of Environmental Affairs preceded by letter of notification and/or sanction concerning the mandatory report, followed by on site verification, involvement of all decision-makers in environmental management training, and improvement of PPLHD performance, 2) improvement of community participation, and 3) promoting initiators’ awareness of the importance of the environmental management and monitoring by improving facilities and human resoruces in order to create a sustainable environmental management. Keywords: UKL-PKL environmental health, management and monitoring, compliance

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:37866
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:14 Jan 2013 14:37
Last Modified:14 Jan 2013 14:37

Repository Staff Only: item control page