Kajian Kebisingan dan Persepsi Ketergangguan Penduduk Akibat Penambangan Batu Andesit di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur

Hidayat, Syarif (2012) Kajian Kebisingan dan Persepsi Ketergangguan Penduduk Akibat Penambangan Batu Andesit di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan Undip.

[img]
Preview
PDF
219Kb

Abstract

KAJIAN KEBISINGAN DAN PERSEPSI KETERGANGGUAN PENDUDUK AKIBAT PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI DESA JELADRI, KECAMATAN WINONGAN, KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR. Oleh : Syarif Hidayat ABSTRAK Kegiatan Pertambangan merupakan kegiatan yang padat akan aktifitas peralatan yang dapat menimbulkan suara yang dapat menganggu lingkungan terutama lingkungan pemukiman yang berada di sekitarnya. Seperti halnya yang telah terjadi di sebuah desa di Pasuruan. Suara akibat aktifitas pertambangan menimbulkan konflik antara masyarakat dan perusahaan pertambangan. Kementerian Lingkungan Hidup telah menetapkan besaran tingkat baku lingkungan suara yang di lingkungan, terutama lingkungan masyakarat. Suara dari peralatan kegiatan pertambangan yang sampai kepemukiman kadang dapat dengan jelas terdengar ataupun terbiaskan akibat adanya angin. Rasa gangguan akan kebisingan yang timbulkan dari suara peralatan kegiatan pertambangan akan menghasilkan persepsi ketergangguan yang berbeda beda setiap individu, ada yang menyebutkan bahwa suara itu sangat mengganggu ada juga yang menyebutkan bahwa suatu suara tersebut tidak mengganggu. Penilitian bersifat penelitian survei analisa kuantitatif deskriptif dengan melakukan penyebaran kuesioner sebagai alat untuk mengetahui persepsi penduduk. Metode sempling adalah random sampling pada 220 orang responden yang tinggal disekitar lokasi pertambangan. Sedangkan pengukuran tingkat kebisingan pemukiman dilakukan siang-malam dengan pembagian waktu interval pengukuran menyesuaikan pada lampiran dua kepmenLH 48 tahun 1996. Hasil pengukuran tingkat kebisingan dipemukiman akan dikorelasikan dengan arah angin aktual saat pengukuran. Tingkat kebisingan di pemukiman dusun telah melebihi batas baku lingkungan yang ditentukan, tapi hal ini terjadi pada jam jam tertentu, angin secara signifikan mempengaruhi peningkatan dan penurunan tingkat kebisingan yang mengarah ke pemukiman. Persepsi masyarakat dominan menganggap bahwa kebisingan yang muncul dalam tingkatan sedang, dominan pada waktu malam hari, sore dan sore menjelang magrib. Penduduk merasa terganggu oleh suara yang ditimbulkan oleh aktivitas kegitan dari peralatan main crusher. Perusahaan hendaknya meremajakan vegetasi tanaman disekitar tambang sebagai peredam suara, pemasangan alat peredam suara pada alat juga diperlukan, jika hal ini belum dapat direalisasikan maka pembatasan jam operasional kerja alat penting dilakukan. Hal ini agar kebisingan tidak mencemari lingkungan pemukiman penduduk pada jam-jam yang diperlukan penduduk untuk istirahat dan melakukan aktivitas dengan konsentrasi tertentu. Kata kunci : Kebisingan, pemukiman, persepsi masyarakat, pertambangan, ketergangguan TORPIDITY ANALYSES AND RESIDENT DISTURBANCE PERCEPTION CAUSED BY ANDESIT MINING IN DESA JELADRI, KECAMATAN WINONGAN, KABUPATEN PASURUAN EAST JAVA. By: Syarif Hidayat ABSTRACT Mining activity is a dense utility activity which is able to irritate the neighboring environment especially residences around it, as had happened in a village in Pasuruan. The noises due to mining activity cause a conflict between resident and mining company. The Secretary of Environment had determined the standard torpidity level in a single environment especially in residential area. The noise of the mining utility which reaches the residential area is occasionally experienced or refracted due to the wind. The torpidity disturbances caused by mining’s utility will results to different disturbance perception among individuals. There are persons who declared that it was highly disturbing but there are persons who were not influenced. The feature of this research is descriptive quantitative analytical survey by conducting questionnaire dissemination as an instrument to understand the people’s perception. The sampling method in this study is a random sampling towards 220 respondents who lived around mining’s site. Whereas the measurement of the residences’ torpidity level is conducted in day and night by dividing the measurement’s time interval adjusted to the second enclosure of the Environment Secretary’s Policy number 48 established in 1996. The result of the torpidity level in residential area would be correlated with the actual wind direction at the measurement. The torpidity level in villager’s area had exceed the established environment standard level, but this case only occur in certain hours, the wind direction significantly determined the increase and decrease of torpidity level which headed to the residences. The resident perception considers that the dominant torpidity is in the medium level, dominant times are in the night, afternoon, and early evening. The resident are disturbed by the noise caused by utility activity called Main Crusher. The mining company has to rejuvenate the vegetation around mining site as a noise reduction. The installation of the noise reduction tools in the mining utility is also needed, if it is not been able to be executed yet, the limitation of the operation hour of the mining utility is highly important. It is important so that the noise is not desecrate the residential area in the hours which the resident needs to take a rest and conducting activity with certain concentration. Keywords: torpidity, residence, society perception, mining, disturbance. xiii

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:37845
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:14 Jan 2013 10:23
Last Modified:14 Jan 2013 10:23

Repository Staff Only: item control page