Pergeseran Mata Pencaharian Nelayan Tangkap Menjadi Nelayan Apung Di Desa Batu Belubang

Ira Adiatma, - (2012) Pergeseran Mata Pencaharian Nelayan Tangkap Menjadi Nelayan Apung Di Desa Batu Belubang. Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan .

[img]
Preview
PDF
2187Kb

Abstract

ABSTRAK Perubahan iklim menyebabkan kerentanan di berbagai wilayah, terutama di pesisir. Pesisir Pulau Bangka secara keseluruhan telah mengalami perubahan signifikan terkait hal tersebut. Kelompok Nelayan merupakan kelompok masyarakat pesisir yang paling rentan terhadap perubahan cuaca dan lingkungan pesisir. Di Desa Batu Belubang, fenomena cuaca ekstrim memaksa penduduk beradaptasi dengan perubahan iklim. Mata pencaharian nelayan yang bergantung pada kondisi alam menyebabkan pola aktivitas melaut berubah karena ketergantungan terhadap pola cuaca dan aktivitas melaut. Fenomena yang mengemuka saat ini adalah pergeseran mata pencaharian yakni dari melaut menjadi pekerja tambang timah lepas pantai (TI Apung/ nelayan apung). Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dengan analisis kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi lapangan. Analisis dilakukan dengan mengkaji keterkaitan/ hubungan dari efek-efek destruktif dari perubahan iklim terhadap mata pencaharian nelayan.Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kapasitas ekonomi dengan peralihan mata pencaharian sebagai nelayan apung dinilai belum efektif menjamin keberlanjutan lingkungan sehingga belum dapat menciptakan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Alasan utama terjadi peralihan mata pencaharian adalah ekonomi. Peralihan ini dipicu oleh kerentanan perubahan iklim dan eksternalitas yakni merosotnya harga timah dan lada di pasar internasional pada tahun 1990an yang kemudian didukung oleh perubahan kebijakan pasca otonomi daerah tahun 2001. Kondisi ketahanan yang diperoleh masih bersifat survival, walaupun sebagian telah mengarah pada pola pikir market oriented yakni maksimalisasi keuntungan dengan mata pencaharian sampingan yakni memproduksi ikan asin. Peralihan Mata pencaharian sebagai nelayan apung cenderung mengarah pada kondisi ketidakberlanjutan (terjadi trade off antara ekonomi dengan lingkungan). Kesejahteraan jangka pendek pertambangan apung berisiko terhadap kerusakan lingkungan pesisir yang berujung pada kerentanan baru. Keywords : Kenaikan muka air laut, sustainable livelihood, peralihan mata pencaharian, adaptasi, nelayan

Item Type:Article
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:37618
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:08 Dec 2012 14:24
Last Modified:08 Dec 2012 14:24

Repository Staff Only: item control page