Taekwondoin Kota Semarang terhadap Pelatda Taekwondo Jawa Tengah

Ramadhyan N E P, Ramadhyan N E P (2012) Taekwondoin Kota Semarang terhadap Pelatda Taekwondo Jawa Tengah. Undergraduate thesis, Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP.

[img]
Preview
PDF
255Kb

Abstract

1. Pendahuluan Awalnya, terdapat dua jenis aliran besar Taekwondo yang berkembang di dunia, begitu juga di Indonesia yang mulai masuk pada tahun 70-an. Dua aliran Taekwondo itu adalah aliran yang berafiliasi dengan International Taekwondo Federation (ITF) yang berpusat di Toronto, Kanada, dan aliran yang berafiliasi dengan World Taekwondo Federation (WTF) yang berpusat di Kukkiwon, Seoul, Korea Selatan. Pada awal tahun 1980-an kedua aliran tersebut memiliki organisasi di tingkat nasionalnya sendiri. Hingga kemudian, dengan hasil keputusan Musyawarah Nasional Taekwondo, berdirilah organisasi yang menanungi kedua aliran tersebut di Indonesia. Dan secara resmi, pada tanggal 28 Maret 1982, berdirilah Taekwondo Indonesia (TI) yang berkeinginan mewujudkan Taekwondo menjadi olahraga beladiri yang berwatak dan berkepribadian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan berazaskan Kekeluargaan. Dalam melaksanakan fungsinya, Taekwondo Indonesia memiliki struktur organisasi yang telah ditetapkan sebagaimana yang tercantum dalam AD/ART Organisasi. Dalam kepengurusan daerah setingkat provinsi, Pengurus Besar dibantu Pengurus Provinsi yang diberikan kewenangan oleh PBTI. Begitu juga dengan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah, yang secara umum memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus diembannya. Tugas dan Tenggung Jawab Pengurus Provinsi :  Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Provinsi bersesuaian dengan tugastugas dan tanggung jawab Pengurus Besar Taekwondo Indonesia sesuai dengan fungsi dan jabatannya.  Melaksanakan tugas sebagai pelaksana Program Taekwondo Indonesia untuk daerahnya yang diberikan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, sesuai dengan kepentingan dan perkembangan Taekwondo Indonesia.  Dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada musyawarah provinsi  Membina secara teknis Pengurus Kabupaten/ Kota di jajaran Pengurus Provinsi yang bersangkutan. Sesuai dengan Visi Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah Yaitu “Taekwondo Jawa Tengah Menuju Prestasi Dunia”, jajaran pengurus terus berusaha memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Dalam menjalankan Fungsi Pendidikan Pelatihan dan Fungsi Pembinaan, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah memiliki program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang menjadi sarana penunjang dalam mencetak atlet-atlet berkualitas untuk memajukan Taekwondo Jawa Tengah di kancah Nasional maupun Internasional. Selain itu pelatih yang dipilih pun adalah mereka yang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam mencetak atlet berprestasi, bahkan salah satunya, Master Bambang Widjanarko juga dipercaya untuk melatih atlet-atlet Pelatnas (Pelatihan Nasional). Saat ini, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah yang dipimpin oleh Sudarsono Candrawijaya, SE, berkantor di Kompleks Ruko Gajahmada Plaza C 1, Semarang, Jawa Tengah. Sedangkan Pemusatan Pelatihan Daerah dilakukan di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Jatidiri yang terletak di kawasan Karangrejo, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. Phone: (024) 8414449, Fax: (024) 8454907, e-mail: pengprov@taekwondo-jateng.or.id. Melihat banyaknya kompetisi pada cabang olahraga bela diri Taekwondo, membuat seleksi akan kebutuhan bibit-bibit atlet baru yang berbakat dan berkualitas, menjadi tantangan tersendiri bagi Pelatda Taekwondo Jawa Tengah. Tentunya untuk mendapatkan atlet-atlet baru yang dapat memenuhi kualifikasi Pelatda Taekwondo Jawa Tengah, membutuhkan proses seleksi yang ketat yang dilakukan di beberapa dojang yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Proses kualifikasi Taekwondoin regional Jawa Tengah yang dapat bergabung dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Pelatda Taekwondo Jawa Tengah, ditentukan oleh tim pemantau yang berasal dari beberapa pelatih Pelatda Taekwondo Jawa Tengah dan pengurus Pengprov TI Jawa Tengah. Tim pemantau inilah yang akan mengamati, menilai, memilih dan menentukan Taekwondoin, yang dianggap memenuhi standarisasi Atlet Pelatda Taekwondo Jawa Tengah. Seleksi dilakukan berdasarkan beberapa faktor, diantaranya adalah Taekwondoin yang dipilih berasal dari dojang yang aktif mengadakan latihan dan mengikuti kompetisi, peningkatan prestasi Taekwondoin dalam beberapa event pertandingan, dan kemampuan teknik bela diri yang lebih tinggi dari Taekwondoin lainnya. Selain faktor-faktor diatas, penilaian juga dilakukan dengan mempertimbangakan berbagai faktor penentu yang menjadi kebijakan tersendiri dari tim pemantau. Namun, dari data yang diperoleh, sebagian besar Taekwondoin yang bergabung di beberapa dojang di Kota Semarang, tidak memiliki pengetahuan akan Pelatda Taekwondo Jawa Tengah, walaupun banyak dari mereka yang memiliki keinginan untuk menjadi atlet. Gambar 1.1. Diagram Awareness Taekwondoin Kota Semarang terhadap Pelatda Taekwondo Jawa Tengah Perlu diketahui bahwa di tingkat Nasional, tim Atlet Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu dari tiga tim Taekwondo terbaik, bersama-sama dengan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Timur. Namun, jika dilihat dari hasil yang ditorehkan pada Pekan Olahraga Nasional tahun 2008 lalu, tren prestasi ini ternyata sudah mulai menunjukkan perubahan. Banyak atlet-atlet dari daerah lain yang selama ini belum menunjukkan prestasi yang mencolok, nyatanya mampu muncul diantara dominasi ketiga tim terbaik. Hal ini tentunya memunculkan tantangan tersendiri bagi jajaran Pengprov TI Jawa Tengah untuk selalu meningkatkan kualitas atlet binaannya dan semakin aktif mencari bakat-bakat Taekwondoin berprestasi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Tapi dengan melihat bahwa banyak dari para Taekwondoin, yang di masa depan nanti akan menjadi bibit-bibit baru penerus Atlet Taekwondo Jawa Tengah, justru tidak memiliki kesadaran atau awareness terhadap Pelatda Taekwondo Jawa Tengah. Dimana Pelatda Taekwondo Jawa Tengah merupakan batu loncatan 20% 80% Tahu Tidak Tahu untuk menjadi atlet daerah maupun nasional. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi para Taekwondoin muda, khususnya di Kota Semarang, dan di Provinsi Jawa Tengah pada umumnya, yang berasal dari kelompok usia SMP-SMA (13 – 17 Tahun). 2. Pengembangan Tema dan Proses Kegiatan Berdasarkan data yang telah diperoleh, diketahui bahwa kebanyakan dari Taekwondoin yang berlatih di dojang dan berkeinginan untuk menjadi atlet, tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai Pelatda Taekwondo Jawa Tengah karena memang belum pernah diadakan sebuah kegiatan PR. Hal inilah yang akan memberikan efek jangka panjang bagi Pelatda Taekwondo Jawa Tengah, jika tidak dilakukan sebuah usaha untuk meningkatkan awareness bagi para Taekwondoin Kota Semarang. Event merupakan salah satu alat dalam Integrated Marketing Communication (IMC) atau dapat juga disebut sebagai komunikasi pemasaran terpadu. Dimana perusahaan atau instansi dapat menjangkau dan bersentuhan secara langsung dengan target market untuk membangun awareness dan brand image di benak khalayaknya. Dengan menyelenggarakan event “Together Togather (Taekwondoin Gathering 2012) yang sebelumnya Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah belum pernah mengadakan acara seperti ini, dimana Pelatda Taekwondo Jawa Tengah dapat secara langsung bertemu dan berinteraksi dengan beberapa Taekwondoin Kota Semarang. Taekwondoin Kota Semarang merupakan salah satu target potensial, yang dapat memberikan keuntungan bagi masa depan Pelatda Taekwondo Jawa Tengah dan perkembangan Taekwondo Indonesia. “Together Togather (Taekwondoin Gathering 2012)” berlangsung selama tiga jam, dan terbagi dalam empat segmen acara, yaitu: 1. Segmen “Wall of Fame”. Seperti namanya, dalam segmen ini audiens diberikan kesempatan untuk bergaya seperti orang yang populer dan terkenal. Panitia akan menyediakan spot untuk berfoto, agar para audiens yang hadir, bisa melakukan sesi foto, layaknya seorang artis yang sedang datang dalam sebuah event penghargaan. Selain itu ada juga penampilan akustik dari homeband, yang menghibur audiens hingga acara dimulai. Selama menunggu peresmian pembukaan event, audiens yang sudah hadir akan dilibatkan dalam ice breaking melalui joke-joke yang dilontarkan oleh MC. Maka dari itu pemilihan MC merupakan salah satu strategi yang sangat penting yang dilakukan oleh tim penyelenggara. 2. Segmen Friendly Taekwondo. Segmen ini merupakan segmen pembuka dalam rangkaian event. Bagian ini akan dibuka dengan penyampaian kata sambutan dari Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah. Selain itu MC akan mengajak audiens untuk bermain games „Simulasi Sparing‟. Peserta games akan dipilih secara acak berdasarkan nomer kursi, dan pemenang dari games ini akan mendapatkan hadiah di akhir acara. Diharapkan pada segmen ini, suasana akrab diantara sesama Taekwondoin sudah mulai terjalin dengan baik. 3. Segmen Anak Elang. Segmen ketiga dalam rangkaian event “Together Togather (Taekwondoin Gathering 2012)”, di isi dengan pemutaran feature “Anak Elang (Terlahir, Terlatih, Juara)”, yang kemudian dilanjutkan dengan talkshow. Dalam talkshow yang berlangsung selama 25 menit, audiens diberikan pengetahuan langsung oleh Wakil Ketua Umum IV Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai pelatih Pelatda Taekwondo Jawa Tengah dan perwakilan atlet Pelatda Taekwondo Jawa Tengah mengenai seluk beluk Pelatda Taekwondo Jawa Tengah. Dengan adanya talkshow ini, audiens dapat berinteraksi dan melakukan tanya jawab dengan para pembicara. Segmen ini dilanjutkan dengan acoustic performance juga pembagian kuisioner pasca event. 4. Segmen The Coffee Break. Menjadi segmen terakhir sekaligus penutup dari seluruh rangkaian acara. Kegiatan dalam segmen ini adalah coffee break time bagi seluruh peserta dan tamu undangan, pembagian hadiah bagi para juara, penyerahan plakat secara simbolik, pada perwakilan pelatih dojang-dojang yang sudah hadir dan terlibat dalam pelaksanaan event, dan seluruh rangkaian event “Together Togather (Taekwondoin Gathering 2012)”, dan ditutup dengan penampilan dari Indonesian Dragon (Taekwondo Dance dan Demonstrasi). Di dalam pelaksanaan event “Together Together (Taekwondoin Gathering 2012)” yang berlangsung pada tanggal 16 Mei 2012 di Ballroom Hotel Grand Candi Semarang, tim penyelenggara saling berkoordinasi dan melewati beberapa tahap, yaitu : pra event, event, pasca event. Salah satu yang menjadi konten acara adalah pemutaran feature “Anak Elang (Terlahir, Telatih, Juara) sebagai media penyampaian pesan seputar Pelatda Taekwondo Jawa Tengah yang ditambah dengan mini talkshow. Program Director (PD) bertanggung jawab penuh atas kelancaran dan kesuksesan dalam event tersebut. Selain sebagai Program Director, pada saat event berlangsung berperan sebagai runner dan talent coordinator yang selalu bekerja sama dengan anggota tim yang lainnya agar event dapat berjalan dengan lancar. 3. Fungsi Event berdasarkan Teori Persuasi dan Pengaruh Sosial Dalam pelaksanaan event “Together Togather (Taekwondoin Gathering 2012)”, pesan-pesan informatif dalam upaya meningkatkan awarness para taekwondoin Kota Semarang terhadap Pelatda Taekwondo Jawa Tengah, diarahkan langsung kepada target dan lingkungan yang dekat dengan target, yaitu dengan mengundang perwakilan dari beberapa dojang di Kota Semarang, dengan menitikberatkan pada aspek interest atau minat mereka, yaitu olahraga Taekwondo itu sendiri. Salah satu segmen dalam event “Together Togather (Taekwondoin Gathering 2012)” adalah pemutaran feature “Anak Elang (Terlahir, Terlatih, Juara)” dan mini talkshow dimana Saboem Singgih Hendarto selaku Wakil Ketua IV Bidang Penelitian dan Pengembangan Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah dan merupakan salah satu pelatih Pelatda Taekwondo Jawa Tengah sebagai pembicara. Saboem Singgih didampingi oleh kedua atletnya yaitu Lukman Hakim dan Dewi. Feature “Anak Elang (Terlahir, Terlatih, Juara)” merupakan video yang memberikan gambaran dan informasi mengenai Pelatda Taekwondo Jawa Tengah dengan menampilkan beberapa wawancara dan testimoni dari narasumber. Selanjutnya setelah segmen pemutaran feature adalah Mini talkshow yang menjadi kesempatan untuk saboem Singgih menjelaskan gambaran mengenai Taekwondo Jawa Tengah pada umumnya dan Pelatda Taekwondo Jawa Tengah pada khususnya. Sehingga pesan-pesan informatif ini dapat diterima oleh para taekwondoin dari beberapa dojang di Kota Semarang. Dengan diputarkannya feature “Anak Elang (Terlahir, Terlatih, Juara)” dan mini talkshow selain untuk memberikan informasi seputar Pelatda Taekwondo Jawa Tengah juga sebagai sarana persuasi karena dari sebelumnya ditemukan masih ada beberapa taekwondoin di Kota Semarang yang tidak berkeinginan untuk bergabung dengan Pelatda Jawa Tengah. Melalui mini talkshow para penonton dapat tanya jawab langsung dengan atlet Pelatda yang telah berprestasi, dan menceritakan pengalaman serta peran Pelatda dalam meraih prestasi. Dihadirkannya narasumber yang berprestasi dapat menumbuhkan motivasi kepada penonton. Seperti yang dikatakan oleh Scrhramm, “Bidang pengalaman (field of experience) merupakan faktor yang penting dalam komunikasi, jika bidang pengalaman komunikan berlainan akan terdapat kesukaran untuk mengerti satu sama lain”. (Effendy, 1981 ; 33) Dapat bertatap muka langsung antara taekwondoin dari beberapa tempat latihan di Kota semarang dengan perwakilan Pelatda Taekwondo Jawa Tengah diharapkan dapat menumbuhkan motivasi untuk lebih giat berlatih dan berprestasi bagi para taekwondoin Kota Semarang. Istilah motivasi merujuk pada kondisi dasar yang mendorong tindakan. (Rohim : 2009, 63) 4. Penutup Dalam event ini dapat diambil kesimpulan:  Melalui kegiatan ini dapat meningkatkan awarness atau kesadaran peserta mengenai Pelatda Taekwondo Jawa Tengah, dilihat dari hasil kuisioner pra event dan pasca event  Pesan-pesan informatif yang dikemas dalam event “Together Togather (Taekwondoin Gathering 2012)” dapat disampaikan dengan baik.  Antusiasme yang tinggi dari pengunjung, dilihat dari mereka yang mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai. 5. Daftar Rujukan  Balan, K.R, et.al. (1996). Effective Communication First Edition. Singapore : Beacon Books  Darwanto. (2011). Televisi Sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.  Javandalasta, Panca. (2011). 5Hari mahir Bikin Film. Surabaya : Mumtaz Media. Rohim, Syaiful. (2009). Teori Komunikasi, Perspektif, Ragam, dan Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication
ID Code:37208
Deposited By:Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip
Deposited On:23 Nov 2012 10:29
Last Modified:23 Nov 2012 10:29

Repository Staff Only: item control page