REPRESENTASI SOSOK PEREMPUAN DALAM TAYANGAN KAKEK-KAKEK NARSIS (ANALISIS SEMIOTIKA)

Dinara SS, Lingga (2012) REPRESENTASI SOSOK PEREMPUAN DALAM TAYANGAN KAKEK-KAKEK NARSIS (ANALISIS SEMIOTIKA). Undergraduate thesis, Faculty of Social and Political Science.

[img]
Preview
PDF
152Kb

Abstract

ABSTRAKSI REPRESENTASI SOSOK PEREMPUAN DALAM TAYANGAN KAKEK-KAKEK NARSIS (ANALISIS SEMIOTIKA) Kemampuan media untuk menampilkan sosok perempuan sebagai objek dominasi lakilaki menyebabkan eksploitasi fisik perempuan sebagai daya tarik tayangan. Di tengah persaingan industri media, eksploitasi kemenarikan fisik perempuan menjadi hal yang wajar. Kemenarikan sosok perempuan menjadi komoditas yang dilekatkan dengan kualitas tayangan, atau justru melengkapi kekurangmenarikan isi program. Secara ekstrim, kemenarikan fisik perempuan dimanfaatkan oleh tayangan talk show Kakek-Kakek Narsis untuk membawa imajinasi khalayak ke tema seksualitas yang menjadi segmentasi program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosok perempuan dalam tayangan talk show komedi Kakek-Kakek Narsis. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, representasi konstruksionis Stuart Hall, serta kacamata Fiske, penulis mencoba membedah simbol-simbol tayangan yang disajikan melalui tiga level analisis yaitu reality, representation, dan ideology. Kemudian yang terakhir, penulis menggunakan teori humor milik Hobbes untuk menganalisis kategori humor yang terdapat pada tayangan Kakek-Kakek Narsis. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga temuan mengenai representasi sosok perempuan dalam tayangan Kakek-Kakek Narsis. Pertama adalah mitos kepasifan perempuan sebagai objek kelucuan melalui superioritas laki-laki dan perempuan sebagai sosok penggoda. Seorang perempuan akan dianggap lucu jika melontarkan kata-kata tertentu adalah karena penonton memiliki mitos tentang gambaran perempuan secara ideal. Kemudian temuan kedua adalah komodifikasi sosok perempuan melalui physical attractiveness. Komodifikasi tersebut menggunakan sosok perempuan sebagai nilai jual utama program. Penggunaan daya tarik fisik dalam tayangan Kakek-Kakek Narsis termasuk dalam komodifikasi buruh di mana pemilik modal (stasiun televisi) memaksimalkan nilai fungsi atau guna talent. Sedangkan temuan yang terakhir adalah adanya penokohan dan naturalisasi peran perempuan yang dikemas dalam bingkai humor. Perempuan “dipaksa” oleh tayangan untuk menampilkan diri sebagai sosok yang pasif sehingga dapat dimanfaatkan untuk menimbulkan kelucuan. ABSTRACT REPRESENTATION OF WOMEN IN DISPLAY figure In KAKEK-KAKEK NARSIS (Semiotic analysis) The ability of the media to show women as objects of male dominance led to the exploitation of women's physical attractiveness impressions. In the midst of the media industry competition, exploitation of women's physical attractiveness be normal. The woman attractiveness into a commodity that is attached to the quality of impressions, or even attractiveless complete program content. In the extreme, physical attractiveness of women exploited by talk show impressions KAKEK-KAKEK NARSIS (KKN) to bring audiences to the theme of sexuality imagination the segmentation program. This study aims to analyze the female figure in the talk show comedy impressions. Using a semiotic approach Roland Barthes, Stuart Hall constructionist representation, as well as glasses Fiske, the author tries to dissect the symbols of impressions served through three levels of analysis, reality, representation, and ideology. Finally, the author uses the theory of Hobbes humor belong to analyze humor category contained on impressions KKN. Results showed that the three findings regarding the representation of the female figure in impressions KKN. First is the myth of passivity of women as objects of humor through the superiority of men and women as seductive figure. A woman would be funny if it threw certain words is because the audience has a myth about the image of the ideal woman. Then the second finding is the commodification of the female figure through physical attractiveness. Commodification is using women as major selling program. The use of physical attractiveness in impression KKN included in the commodification of labor in which the owners of capital (television station) in order to maximize the value of the function or talent. While the latter finding is the naturalization characterizations and the role of women in the frame packaged humor. Woman 'forced' by the impressions to present yourself as someone who is passive so that it can be exploited to cause cuteness.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication
ID Code:37143
Deposited By:Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip
Deposited On:21 Nov 2012 13:01
Last Modified:21 Nov 2012 13:06

Repository Staff Only: item control page