PEMAKNAAN PEREMPUAN DI DALAM WACANA MOB PAPUA: KAJIAN SEMIOTIK

Maryanti E. , Mokoagouw (2010) PEMAKNAAN PEREMPUAN DI DALAM WACANA MOB PAPUA: KAJIAN SEMIOTIK. In: Seminar Nasional Pemertahanan Bahasa Nusantara, 6 Mei 2010, Hotel Pandanaran Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
163Kb

Official URL: http://mli.undip.ac.id

Abstract

Mob adalah wacana humor khas Papua yang merupakan salah satu produk budaya masyarakat Papua. Mob awalnya merupakan bagian dari tradisi lisan, tetapi seiring perkembangan teknologi, penyebarannya kini kian meluas di kalangan masyarakat Papua, baik melalui media elektronik (TV lokal dan Radio lokal), media SMS, ataupun media internet. Sebagai teks yang merepresentasikan budaya Papua, mob bisa saja mengungkapkan tentang bagaimana komunitas masyarakat Papua memandang diri dan lingkungannya. Tulisan ini bertujuan menganalisis posisi perempuan di dalam mob mempergunakan teori semiotika Barthes karena tulisan ini dimaksudkan untuk melihat perempuan sebagai tanda di dalam masyarakat Papua, dan melalui teori ini bisa dilihat tingkat pemaknaan terhadap perempuan pada tahap primer (denotasi) dan tahap sekunder (yaitu, metabahasa dan konotasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap perempuan di dalam mob pada sistem primer (denotasi) merupakan pemaknaan yang dipertentangkan dengan oposisi binernya (yaitu laki-laki) dan secara umum diterima dalam konvensi dasar masyarakat Papua. Selanjutnya, pemaknaan terhadap perempuan di dalam mob pada sistem sekunder 1 (metabahasa) menghasilkan 14 [E] yang terbentuk melalui sinonimi dengan cara penentuan konotasi dan melalui polisemi yang bersumber pada pergeseran penggunaan. Makna yang dihasilkan pada sistem sekunder 1 ini tidak sepenuhnya netral; karena beberapa kelompok makna ternyata secara tersirat ikut menyandang konsep yang bias gender. Pada sistem sekunder 2 (konotasi) terjadi pengembangan [C] untuk [E] perempuan yang bisa digolongkan dalam 2 kelompok: kelompok pertama mendukung konstruksi budaya patriarki yang bias gender, serta kelompok kedua yang merupakan bentuk perlawanan terhadap konstruksi gender yang bias.

Item Type:Conference or Workshop Item (Speech)
Uncontrolled Keywords:semiotik, denotasi, konotasi, bias gender
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Linguistic
ID Code:36921
Deposited By:Mr Ahlis Ahwan
Deposited On:14 Nov 2012 11:42
Last Modified:14 Nov 2012 11:42

Repository Staff Only: item control page