Implementasi Kebijakan Pembangunan dan Penataan Sanitasi Perkotaan Melalui Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di Kabupaten Tulungagung

SRI WAHYUNI, - (2012) Implementasi Kebijakan Pembangunan dan Penataan Sanitasi Perkotaan Melalui Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di Kabupaten Tulungagung. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan Undip.

[img]
Preview
PDF
95Kb
[img]
Preview
PDF
37Kb

Abstract

ABSTRAK Perkembangan dan pertumbuhan di wilayah kota yang begitu pesat menjadikan munculnya bermacam-macam permasalahan, Salah satu masalah pokok yang sampai saat ini belum tuntas adalah masalah sanitasi perkotaan. Kebijakan terkait dengan sanitasi telah dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung, salah satunya melalui Program sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) yang dilaksanakan pada tahun 2011 di 5 lokasi pada 4 Kelurahan yaitu Kampungdalem, Karangwaru, Sembung dan Beji. Penelitian tentang Implementasi Kebijakan Pembangunan dan Penataan Sanitasi Perkotaan melalui Program SLBM bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program SLBM, menganalisis faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan program, menganalisis tingkat keberhasilan program dan merumuskan strategi pembangunan dan penataan sanitasi perkotaan berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualtitatif yang dikombinasikan dengan pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan kunci sebanyak 19 orang, observasi dan penyampaikan kusioner kepada 98 responden masyarakat sasaran, sedangkan data sekunder berdasarkan laporan Program dan profil kesehatan, data BPS, data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif menggunakan analisis SWOT yang dilanjutkan dengan AHP (Analytical Hierarcy Process) Program SLBM di Kabupaten Tulungagung belum dilaksanakan secara optimal, dengan adanya beberapa kelemahan antara lain adanya indikasi kesalahan seleksi lokasi/kegaiatan, masih rendahnya partisipasi di aspek operasional dan pemeliharaan pada beberapa lokasi, belum optimalnya kegiatan seleksi kampung. Faktor yang menghambat dan mendukung implementasi kebijakan antara lain sumber daya, komunikasi, struktur birokrasi, Apabila dilihat dari tingkat keberhasilan, maka pelaksanaan Program SLBM yang masuk kategori berhasil di wilayah Kelurahan Kampungdalem, Karangwaru, hal ini dilihat dari pencapaian sasaran yang cukup tinggi, pengetahuan dan perilaku dominan pada kategori baik, aspek keberlanjutan cukup baik, dan angka diare menunjukkan penurunan, sedangkan Sembung dan Beji pada kategori cukup karena pencapaian sasaran yang relatif rendah, keberlanjutan, partisipasi yang rendah khususnya di operasional dan pemeliharaan, angka diare yang tinggi. Rekomendasi yang disampaikan untuk peningkatan akses sanitasi masyarakat melalui pembangunan dan penataan sanitasi berbasis masyarakat dari hasil analisis SWOT dilanjut dengan penentuan prioritas strategi melalui AHP (Analitycal Hierarchy Process) antara lain Pembiayaan bersama APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, Kemitraan dnegan Dunia Usaha/lembaga donor, advokais prioritas kebijakan sanitasi berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan Pokja Sanitasi dan KSM, penguatan Fasilitator serta perlu adanya Perdes/Perlur tentang Pengelolaan dan Penguatan Fasilitator. Kata Kunci :, sanitasi, SWOT, AHP

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:36860
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:12 Nov 2012 14:40
Last Modified:10 Dec 2012 13:45

Repository Staff Only: item control page