ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SEBELUM DAN SESUDAH MERGER (Studi pada PD BPR BKK Kabupaten Tegal Periode 2006 – 2009)

SAMSUDIN, Samsudin (2011) ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SEBELUM DAN SESUDAH MERGER (Studi pada PD BPR BKK Kabupaten Tegal Periode 2006 – 2009). Masters thesis, Diponegoro University.

[img]Plain Text
Restricted to Registered users only

88Kb

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini didasarkan karena adanya reserach gap dari beberapa penelitian terdahulu, dimana hasil penelitian Wijanarko (2004) menunjukkan adanya perbedaan rasio keuangan sebelum dan setelah merger, sedangkan Payamta dan Setiawan (2004) menunjukkan tidak adanya perbedaan rasio keuangan sebelum dan setelah merger. Selain adanya research gap, penelitian ini juga didukung adang fenomena gap, dimana CAR, LDR, ROA, ROE, NIM, dan BOPO menunjukkan trend yang fluktuatif pada periode tahun 2006-2009. Berdasarkan uraian yang dikemukakan sebelumnya bahwa perubahan-perubahan Bank Perkreditan Rakyat melakukan aktivitas merger antara lain dapat dilihat dari kinerja keuangan yang berubah. Populasi penelitian ini adalah BPR BKK Kabupatern Tegal periode 2006- 2009 sejumlah 18 bank. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus, dimana seluruh populasi yang tersedia dijadikan sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini diperoleh 18 bank. Dari 18 Bank BPR BKK Kabupaten Tegal periode 2006- 2009, diperoleh sampel sebanyak sebanyak 18 perusahaan. Penelitian diuji dengan menggunakan Uji beda t-test Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CAR, ROA, ROE, NIM, dan BOPO menunjukkan adanya perbedaan sebelum merger dan setelah merger, sedangkan LDR tidak menunjukkan adanya perbedaan. Implikasi yang diberikan pada penelitian ini bahwa manajer BPR perlu memperhitungkan CAR, ROA, ROE, NIM, dan BOPO dengan adanya peristiwa merger, dimana Merger merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan CAR, ROA, ROE, dan NIM karena merger akan menambah permodalan dan tingkat keuntungan bank, sehingga CAR, ROA, ROE, dan NIM meningkat, selain itu manajer bank juga perlu menjaga besarnya BOPO, karena dengan adanya merger, bank menjadi lebih efisien yang ditunjukkan dengan BOPO yang turun setelah merger.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:36796
Deposited By:Mr Endhar Priyo Utomo
Deposited On:06 Nov 2012 09:24
Last Modified:06 Nov 2012 09:24

Repository Staff Only: item control page