PEMBUATAN TEMPE SAGA (Adenanthera pavonia L) MENGGUNAKAN RAGI TEPUNG TEMPE DAN RAGI INSTAN (making saga tempeh( Adenanthera pavonia L) applies with flour yeast of tempeh and instan yeast)

Haryoko, Muhammad and Kurnianto, Nova (2009) PEMBUATAN TEMPE SAGA (Adenanthera pavonia L) MENGGUNAKAN RAGI TEPUNG TEMPE DAN RAGI INSTAN (making saga tempeh( Adenanthera pavonia L) applies with flour yeast of tempeh and instan yeast). In: "Seminar Tugas AKhir S1 Teknik Kimia Universitas Diponegoro 2009", R. Sidang Lt 3 Gedung B Teknik Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
92Kb

Abstract

Tempe merupakan salah satu makanan masyarakat Indonesia yang sudah sangat membudaya. Tempe dikenal sejak jaman dahulu oleh masyarakat jawa. Namun demikian seiring dengan meningkatnya populasi di Indonesia kebutuhan akan tempe pun meningkat, sedangkan bahan dasar tempe yakni kedelai kurang terpenuhi dari hasil pertanian. Sementara itu selain berbahan dasar kedelai tempe juga dapat menggunakan bahan dasar lain sebagai penggantinya. Pada penelitian ini kami mencoba menggunakan biji Saga sebagai pengganti kedelai karena teksturnya yang mirip kedelai dan memiliki kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan kedelai itu sendiri, walaupun saga sendiri sampai sekarang belum banyak dikenal oleh masyarakat umum. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji secara organoleptis tempe saga yang dibuat kemudian dibandingkan dengan tempe kedelai, membandingkan ragi tepung instan merk RAPRIMA dengan ragi tepung tempe, serta menguji kadar protein pada tempe saga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragi instan lebih baik daripada ragi tepung tempe, hal tersebut diketahui dari kualitas tempe setelah dilakukan uji organoleptis selama tiga hari. Tempe yang menggunakn ragi tepung tempe lebih cepat mengeluarkan spora hitam dibandingkan yang menggunakan ragi instan. Sedangkan untuk uji organoleptis yang melibatkan responden sebanyak 30 orang memberikan hasil bahwa tekstur tempe saga lebih baik daripada tempe kedelai, namun untuk rasa dan aroma tempe, kedelai lebih unggul dibandingkan tempe saga. Untuk hasil uji protein, tempe saga memiliki kandungan protein lebih tinggi daripada tempe kedelai. Dari uji menggunakan metode kjedahl didapat hasil untuk uji protein tempe saga adalah 26.42 % sedangkan untuk tempe kedelai adalah 21.9 %.

Item Type:Conference or Workshop Item (Other)
Uncontrolled Keywords:Tempe, saga, ragi instan, ragi tepung tempe
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Chemical Engineering
Faculty of Engineering > Department of Chemical Engineering
ID Code:3656
Deposited By:teknik kimia
Deposited On:14 Jan 2010 11:02
Last Modified:14 Jan 2010 11:02

Repository Staff Only: item control page