Evaluasi Implementasi Ekoefisiensi Pada Usaha Kecil Menengah Batik Nadia Royani di Kabupaten Pekalongan

Velma Nindita, - (2012) Evaluasi Implementasi Ekoefisiensi Pada Usaha Kecil Menengah Batik Nadia Royani di Kabupaten Pekalongan. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan Undip.

[img]
Preview
PDF
33Kb

Abstract

Abstrak UKM Nadia Royani di Kelurahan Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan adalah industri batik dengan kapasitas produksi rata-rata per bulan yaitu 300 kodi. Jumlah produksi yang cukup banyak ini dapat berpengaruh negatif pada lingkungan jika tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik. Penggunaan konsep eko-efisiensi ditujukan pada perbaikan ekologi dan ekonomi dengan peningkatan kualitas kinerja UKM. Tujuan evaluasi implementasi eko-efisiensi adalah menganalisis efisiensi pemakaian bahan baku, pendukung, dan energi, jumlah keluaran bukan produk, jumlah emisi gas rumah kaca, serta rasio Eko-Efisiensi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis per produk produksi batik kombinasi diperoleh efisiensi pemakaian air bersih proses pewarnaan dari 5,7 L menjadi 1,1 L, penggunaan air bersih proses pelorodan sebanyak 22,5 L dan proses pencucian sebanyak 37,5 L, efisiensi konsumsi listrik dari 0,0125 KWh menjadi 7,67x10-3 KWh (per produk), dan penggantian penggunaan bahan bakar dari minyak tanah ke LPG. Jumlah emisi gas rumah kaca per produk untuk minyak tanah 3,72x10-5 ton GHG, kayu bakar 3,6x10-7 ton GHG, listrik 7,3x10-6 ton CO2 equiv (sebelum eko-efisiensi), dan LPG 1,3x10-6 ton GHG, kayu bakar 3,1x10-7 ton GHG, listrik 4,5x10-6 ton CO2equiv (sesudah eko-efisiensi). Rasio eko-efisiensi per produk untuk konsumsi energi 5,48x10-4 Gigajoule (sebelum eko-efisiensi), 2,51x10-4 Gigajoule (sesudah eko-efisiensi), konsumsi bahan 2,57x10-3 ton, dan emisi gas rumah kaca 4,5x10-5 ton CO2 equiv (sebelum eko-efisiensi), 6,2x10-6 ton CO2 equiv (sesudah efisiensi). Rasio eko-efisiensi berdasarkan nilai tambah ekonomi dan pengaruh lingkungan dari produk dan jasa yaitu Rp 1.400,- / 4,5x10-5 ton CO2 equiv (sebelum eko-efisiensi) dan Rp 1.600,- / 6,2x10-6 ton CO2 equiv. Pemakaian bahan dan jumlah emisi akan semakin berkurang jika proses produksi batik dilakukan dengan efisien, dan diharapkan dapat merubah budaya kerja yang diukur berdasarkan kebutuhan bukan karena kebiasaan. Kata kunci : Eko-efisiensi, Keluaran Bukan Produk, Rasio, UKM Batik

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TX Home economics
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:36439
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:16 Oct 2012 14:24
Last Modified:16 Oct 2012 14:24

Repository Staff Only: item control page