Dampak Kegiatan Penambangan Mineral Bukan Logam di Kota Semarang ( Studi Kasus Kecamatan Ngaliyan )

Roro Nawang Wulan, - (2012) Dampak Kegiatan Penambangan Mineral Bukan Logam di Kota Semarang ( Studi Kasus Kecamatan Ngaliyan ). Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan Undip.

[img]
Preview
PDF
68Kb
[img]
Preview
PDF
276Kb

Abstract

ABSTRAK Kegiatan penambangan mineral bukan logam yang semakin marak di Kota Semarang menjadikan perbukitan terkupas dan tergantikan dengan gedung pabrik dan pergudangan. Kegiatan penambangan mineral bukan logam menimbulkan dampak lingkungan dan dampak sosial. Penelitian pengelolaan lingkungan penambangan mineral bukan logam bertujuan untuk i). mengkaji kerusakan lingkungan fisik akibat penambangan mineral bukan logam ii) mengkaji dampak sosial akibat penambangan mineral bukan logam iii) merumuskan usulan pengelolaan lingkungan di lokasi penambangan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif, dengan populasi Kecamatan Ngaliyan serta sampel diambil dari dua kelurahan yaitu Kelurahan Purwoyoso dan Bambankerep. Data diperoleh dari aspek sosial merupakan hasil wawancara berbentuk pertanyaan terstruktur (kuesioner) yang terkait pemahaman responden terhadap permasalahan penambangan mineral bukan logam di wilayahnya. Selanjutnya, untuk melihat sejauh mana responden memahami permasalahan tersebut, persentase kecenderungan jawaban dari para responden dikaji sehingga didapatkan hasil simpulan pendapat responden. Untuk mengetahui kebijakan pengelolaan lingkungan dan penambangan mineral bukan logam dilakukan wawancara kepada instansi terkait di Pemerintah Kota Semarang. Dampak lingkungan yang ditimbulkan dari penambangan mineral bukan logam adalah 1) kondisi tanah permukaan di wilayah studi menjadi lebih membahayakan dengan adanya lereng-lereng yang curam, 2) terbukanya kawasan konservasi, pohon-pohon yang semula berada di perbukitan menjadi hilang. Lahan di sekitar lokasi penambangan menjadi gundul dan gersang, 3) banjir dan tanah longsor. Sedangkan dampak sosial dari kegiatan penambangan adalah 1). ketidaknyamanan warga masyarakat disebabkan oleh pencemaran debu, 2). dibebaskannya lahan atau bangunan oleh PT. IPU dengan nilai ganti rugi yang kurang memadai 3). kegiatan penambangan cukup mempengaruhi perubahan mata pencaharian penduduk. Berdasarkan hasil analisis penelitian, maka diperlukan pengelolaan lingkungan penambangan yang tertata dengan baik. Pengelolaan lingkungan dalam menangani permasalahan penambangan mineral bukan logam di Kecamatan Ngaliyan memerlukan regulasi dan payung hukum bagi pelaksanaan penambangan mineral bukan logam. Selain itu, sikap yang tegas dari aparat dalam menindak penambang yang melanggar perijinan sangat diperlukan dalam upaya penegakan hukum. Kesadaran dari berbagai elemen masyarakat untuk dapat bersikap proaktif dalam melestarikan lingkungan dan kesadaran dari penambang/pengusaha untuk melakukan pelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan membuat embung dan menanam vegetasi yang dapat mencegah banjir atau longsor. Kata kunci : Pengelolaan, penambangan mineral bukan logam, dampak lingkungan, dampak sosial.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:36437
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:16 Oct 2012 13:29
Last Modified:16 Oct 2012 13:29

Repository Staff Only: item control page