Obesitas Abdominal Sebagai Faktor Risiko Peningkatan Kadar Glukosa Darah

Yuliasih, Wiwi and Wirawanni, Yekti (2009) Obesitas Abdominal Sebagai Faktor Risiko Peningkatan Kadar Glukosa Darah. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF (Undergraduate Thesis) - Published Version
113Kb

Abstract

Latar Belakang : Obesitas abdominal merupakan predictor diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) yang lebih baik dibandingkan dengan obesitas secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan obesitas abdominal dengan peningkatan kadar glukosa darah. Metode : Penelitian survey analitik dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 52 pasien yang mengalami obesitas abdominal di poliklinik penyakit dalam dan instalasi laboraturium RSUP Dr. Kariadi Semarang. Data kadar Glukosa darah puasa (GDP) dan 2 jam postpandrial (GDP2JPP) diperoleh dari hasli pemeriksaan laboratorium dengan metode oksidasi glukosa. Obesitas abdominal diukur menggunakan metline. Kuesioner digunakan untuk mengetahui karakteristik subyek, status meroko, riwayat keluarga DM, riwayat DM Gestasional. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat mengginakan uji korelasi Pearson, rank Spearman, korelasi partial dan regresi logistik. Hasil : Sebanyak 55% subyek laki-laki mengalami DMT2 dan 30% mengalami pre DMT2. Pada subyek wanita didapatkan 56,3% mengalami DMT2 dan34,4% mengalami pre DMT2. Insiden DMT2 adalah tinggi pada usia lebih dari 40 tahun (55,8 %) dan memiliki riwayat keluarga DM (68,4 %). Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas abdominal denga kadar GDP dan GDP2JPP (r=0,313; p<0,05 dan r=0,393; p<0,005), hubungan ini tetap bermakna setelah dikontrol dengan usia, status meroko, dan riwayat keluarga DM. resiko peningkatan DMT2 untuk setiap kenaikan 10 cm lingkar pinggang berdasarkan kadar GDP dan GDP2JPP adalah sebesar 2,1 dan 2,4. Resiko peningkatan DMT2 pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki berdasarkan kadar GDP dan GDP2JPP untuk setiap kenaikan lingkar pinggang sebesar 10 cm (RP=3,6; RP=5,3 pada wanita dan RP=1,5; RP=2,9 pada laki-laki) Kesimpulan : terdapat hubungan yang bermakan antara obesitas abdominal dengan peningkatan kadar glukosa darah puasa dan glukosa darah puasa 2 jam postpandrial. Resiko peningkatan DMT2 untuk setiap kenaikan 10cm lingkar pinggang berdasarkan kadar GDP dan GDP2JPP adalah sebesar 2,1 dan 2,4.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:obesitas abdominal, kadar glukosa darah puasa, glukosa darah puasa 2 jam postpandrial
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:35973
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:14 Aug 2012 10:40
Last Modified:14 Aug 2012 10:40

Repository Staff Only: item control page