PERBAIKAN SISTEM EVALUASI PERFORMANSI KANDIDAT MANAGEMENT TRAINEE (MT) BIDANG PRODUKSI PADA TAHAP WAWANCARA DENGAN METODE AHP DAN FUZZY MCDM

PAMUNGKAS, FEBRY PUTERA (2008) PERBAIKAN SISTEM EVALUASI PERFORMANSI KANDIDAT MANAGEMENT TRAINEE (MT) BIDANG PRODUKSI PADA TAHAP WAWANCARA DENGAN METODE AHP DAN FUZZY MCDM. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

Full text not available from this repository.

Abstract

Seleksi karyawan adalah salah satu proses penting dalam manajemen sumber daya manusia. Sistem evaluasi performansi yang selama ini digunakan PT. Indotirta Jaya Abadi terutama pada Model Seleksi Management Trainee (MT) Bidang Produksi Tahap Wawancara dirasakan belum mampu mengukur performansi yang sesungguhnya dari para kandidat. Pada umumnya seleksi MT dilakukan guna mendapatkan kandidat yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di masa mendatang. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan terhadap sistem evaluasi performansi tersebut agar kandidat yang dipilih berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan Metode AHP dan Fuzzy MCDM untuk memperbaiki sistem evaluasi performansi kandidat pada Model Seleksi Management Trainee (MT) Bidang Produksi Tahap Wawancara. Metode AHP dipakai untuk membobotkan kriteria-kriteria penilaian wawancara. Sedangkan Metode Fuzzy MCDM digunakan untuk mengukur performansi kandidat. Dampak dari penggunaan Fuzzy MCDM adalah proses penghitungan nilai performansi menjadi lebih kompleks, karena itu pada penelitian ini juga dirancang sebuah sistem pendukung keputusan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Melalui AHP diperoleh urutan kriteria dengan bobot terbesar sampai bobot terkecil yaitu Motivation (0.2373), Cooperation (0.2349), Self Confidence (0.1840), Subject Competence (0.1354), Verbal & Non-Verbal Expression (0.1037), Planning capability (0.0442), Educational background (0.0306), dan Knowledge of Post Applied (0.0300). Dengan penggunaan logika fuzzy dapat diperoleh empat Sistem Bilangan Fuzzy (SBF) yaitu SBF I, II, III, dan IV. Pengimplementasian sistem evaluasi performansi perbaikan dengan menggunakan SBF tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa nilai Total BNP (Best Non-Fuzzy Performance) pada SBF I dan II merupakan nilai total performansi rata-rata, pada SBF III menunjukkan nilai total performansi minimum, sedangkan pada SBF IV menghasilkan nilai total performansi maksimum. Nilai Total BNP ini digunakan untuk perankingan kandidat. Selain menghasilkan Nilai Total BNP, sistem evaluasi performansi perbaikan juga dapat menghasilkan nilai performansi keseluruhan secara linguistik pada setiap kandidat melalui proses perkiraan linguistik (linguistic approximation). Nilai linguistik keseluruhan tersebut digunakan untuk menentukan jenis rekomendasi yang akan diberikan kepada masing-masing kandidat.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Seleksi Karyawan, Management Trainee, AHP, Fuzzy MCDM, Sistem Pendukung Keputusan
Subjects:T Technology > T Technology (General)
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:35349
Deposited By:Mr/Ms teknik industri
Deposited On:06 May 2013 20:49
Last Modified:06 May 2013 20:49

Repository Staff Only: item control page