Gender dalam Feng Shui Menurut Pemahaman Masyarakat Cina di Pecinan Semarang

Titiek Suliyati, Titiek Gender dalam Feng Shui Menurut Pemahaman Masyarakat Cina di Pecinan Semarang. Gender dalam Feng Shui Menurut Pemahaman Masyarakat Cina di Pecinan Semarang .

[img]Microsoft Word - Published Version
2769Kb

Abstract

Kajian gender sampai saat ini masih merupakan kajian yang menarik karena dalam masyarakat Indonesia yang terdiri dari beraneka warna etnik mempunyai keunikan dalam falsafah-falsafah gendernya. Secara kodrat manusia terbagi atas dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Sebutan gender dipergunakan untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan secara sosio kultural. Unsur-unsur yang berpengaruh pada pembakuan dan perubahan pandangan masyarakat terhadap peran gender antara lain adat/kebiasaan, budaya masyarakat, lingkungan rumah tangga dan lingkungan masyarakat, struktur social dan kekuasaan (Widy, 2004: 59-60). Ada keterkaitan yang erat antara falsafah gender dan falsafah feng shui dalam masyarakat Cina, yang mana keduanya secara umum dipengaruhi oleh falsafah yang berakar dari Tao dan Confusianisme. Salah satu kitab Confusius, yaitu kitab Yi Ching (Kitab Perubahan), yang membahas tentang kosmologi (hubungan alam semesta dan penghuni bumi), matematika, kesenian, menjadi dasar dari munculnya kekuatan/energi Tai Chi yang memunculkan yin-yang. Yin-yang adalah energi negatif-positif yang mewakili unsur perempuan dan laki-laki. Konsep yin-yang dipakai untuk menjelaskan hubungan antara alam semesta dengan segala isi dan lingkungannya diibaratkan sebagai hubungan kelengkapan dan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan. Di dalam Taoisme terkandung prinsip-prinsip tentang hukum alam yang menjelaskan tentang proses terjadinya segala sesuatu, pandangan hidup untuk menyelaraskan kehidupan dengan alam dan metode untuk memimpin selaras dengan hukum alam. Falsafah Tao mengungkapkan bahwa alam semesta merupakan satu kesatuan yang tak terpisah, yang masing-masing menyandang fungsi sesuai dengan kodrat alam (Seeger,1951: 100). Falsafah Tao tentang alam semesta secara ringkas dapat dijabarkan sebagai berikut : Terciptanya segala sesuatu berawal dari kehampaan Dari kehampaan akan muncul permulaan penciptaan dari yang ada Segala sesuatu merupakan suatu kesatuan yang manunggal Yang besar sebenarnya adalah bagian dari yang lebih besar Yang paling besar terdiri dari bagian yang lebih kecil dan satuan kecil dari yang terkecil adalah kekosongan Kehampaan adalah bagian dari kesatuan yang paling besar Falsafah tersebut di atas menjadi dasar dari feng shui yaitu bahwa konsep makrokosmos dan mikrokosmos tidak hanya berlaku pada struktur alam semesta yang sangat luas, tetapi juga berlaku pada struktur tubuh manusia. Konsep yin-yang digambarkan dalam simbol bulatan yang terbagi dua dalam lengkungan yang seimbang. Gambar bulatan melambangkan alam semesta. Dalam bulatan tersebut satu sisi berwarna putih yang melambangkan unsur yang, dan satu sisi berwarna hitam yang melambangkan unsur yin. Pada bagian yang berwarna putih terdapat bulatan kecil berwarna hitam dan pada bagian yang berwarna hitam terdapat bulatan kecil berwarna putih. Hal ini melambangkan ketidaksempurnaan dalam kehidupan. Dalam unsur positif terdapat juga unsur negarif. Demikian pula sebaliknya di dalam unsur negatif terdapat unsur positif. Keseimbangan yin dan yang akan menciptakan keharmonisan dan kesejahteraan, tetapi bila terjadi ketidakseimbangan antara kedua unsur tersebut, maka akan menimbulkan keguncangan dalam kehidupan manusia. Bila unsur yang lebih berperan atau dominan dari unsur yin, maka akan menimbulkan letupan emosi yang tinggi dan munculnya sifat sombong serta egois. Demikian pula sebaliknya bila unsur yin lebih dominan dari unsur yang maka akan muncul rasa rendah diri dan jiwa yang labil. Kedua keadaan ini sangat tidak menguntungkan bagi perkembangan jiwa manusia yang membutuhkan tempat dan suasana yang nyaman untuk tumbuh, berkembang secara sehat agar dapat berkreasi dan memaksimalkan potensi pribadinya.

Item Type:Article
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Humanities > Department of History
ID Code:34052
Deposited By:mrs ilmu sejarah
Deposited On:09 Mar 2012 13:48
Last Modified:09 Mar 2012 13:48

Repository Staff Only: item control page