ANALISIS METODE PENGANGKATAN MATERIAL SECARA MANUAL BERDASARKAN KRITERIA BEBAN FISIK (Studi Kasus di Pabrik Tjie Moy Kong Jakarta)

ARIN NURINGTYAS, HERDINI (2005) ANALISIS METODE PENGANGKATAN MATERIAL SECARA MANUAL BERDASARKAN KRITERIA BEBAN FISIK (Studi Kasus di Pabrik Tjie Moy Kong Jakarta). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
8Kb

Abstract

ABSTRAK Sebuah penelitian menyatakan bahwa 33% penyebab cedera pada pekerja disebabkan oleh pekerjaan handling. Penanganan material pada Pabrik Tjie Moy Kong masih dilakukan secara manual. Sebagian besar penanganan material yang ada berupa pengangkatan dan penurunan krat. Krat yang digunakan terbuat dari bahan kayu Albasiah dengan sudut-sudut yang lancip dan permukaan yang kasar karena tidak diamplas permukaannya dengan berat sebesar 34 kg. Berat ini berada di atas nilai maksimum berat yang direkomendasikan NIOSH sebesar 23 kg. Sehingga penulis menganggap krat ini kurang ergonomis. Sebanyak 54% operator mengeluhkan rasa pegal dan nyeri pada punggung bagian bawah, 36% pada lengan atas dan 10% pada bahu. Keluhan ini berhubungan dengan berat beban, karakteristik krat yang buruk dan belum diketahuinya metode pengangkatan yang menghasilkan besar beban otot erector spinae dan bisep yang terkecil. Desain Eksperimen dilakukan untuk menganalisis pengaruh berat beban, lokasi tangan (handle, oblique, bottom) dan postur tubuh (stoop dan semi-squat) terhadap pembebanan otot Erector Spinae dan Bisep serta pengaruhnya terhadap konsumsi energi dan waktu pergerakan. Metode yang digunakan berupa simulasi kerja sedangkan hasilnya dianalisa dengan uji Anava. Output EMG dan konsunsi energi pada pengangkatan krat lama menghasilkan nilai yang melebihi batas aman. Lokasi tangan berpengaruh terhadap output EMG dan waktu pergerakan dan tipr handle adalah tipe yang terbaik. Postur tubuh berpengaruh terhadap output EMG, konsumsi energi dan waktu pergerakan. Postur stoop mengakibatkan pembebanan otot Erector Spinae yang besar dibandingkan postur semisquat. Di lain sis, postur ini memberikan konsumsi energi dan waktu pergerakan yang lebih kecil dibandingkan postur semi squat. Perancangan krat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek berat beban, anthropometri dan kondisi genggam. Krat hasil perancangan memiliki kapasitas 12 botol dengan berat keseluruhan 17 kg. Berat ini merupakan hasil perhitungan RWL (Recomendation Weight Limit).

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Kata Kunci : Metode Pengangkatan, Desain Eksperimen, EMG, konsumsi energi, krat
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:33939
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:27 Feb 2012 14:14
Last Modified:27 Feb 2012 14:14

Repository Staff Only: item control page