PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM (IPMS) (Studi Kasus Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Soeselo Slawi)

BAGUS BASKORO, ANDITYO (2002) PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM (IPMS) (Studi Kasus Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Soeselo Slawi). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
9Kb

Abstract

ABSTRAK Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeselo Slawi merupakan rumah sakit umum milik pemerintah daerah yang tujuan utamanya memberikan pelayanan kesehatan kepada semua golongan masyarakat. Tuntutan masyarakat terhadap mutu rumah sakit yang semakin meningkat ini mengharuskan Rumah Sakit Umum Dr. Soeselo Slawi untuk melakukan upaya perbaikan kinerjanya secara terintegrasi. Karena selama ini pihak rumah sakit mengukur tingkat keberhasilan kinerjanya melalui pelaporan keuangan dan kinerja pelayanannya saja. Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Soeselo Slawi berfungsi sebagai revenue centre yang secara umum merupakan andalan pemasukan utama bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengukuran kinerja organisasi yang terintegrasi (Integrated Performance Measurement System) dengan jalan: mengidentifikasikan stakeholder requirement dari IBS RSUD Dr. Soeselo Slawi, melakukan kegiatan membandingkan (benchmarking) dengan pesaing (external monitor) dari sis kebutuhan (requirement), mengidentifikasi tujuan (objevtive) dari masing-masing kebutuhan stakeholder (stakeholder requirement) IBS RSUD Dr. Soeselo Slawi, mengidentifikasikan Key Performance Indicators dari RSUD Dr. Soeselo Slawi, dan merekomendasikan sistem pengukuran kinerja berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeselo Slawi. Pengukuran kinerja dengan metode integrated Performance Measurement Systems merumuskan 32 key Performance Indicators (KPI) yang dapat menggambarkan kondisi Rumah sakit Umum Daerah Dr. Soeselo Slawi secara terintegrasi. Dimana kinerja rumah sakit (level bisnis induk) diperoleh dari hasil pengukuran kinerja tiap instalasi (level unit bisnis), kinerja instalasi hasil pengukuran dari tiap poli (level bisnis proses), dan kinerja poli diperoleh dari hasil pengukuran KPI pada level aktivitas. Secara keseluruhan, rumah sakit dalam kondisi yang lumayan baik namun perlu untuk lebih ditingkatkan lagi, hal ini dikarenakan semua poli bedah berwarna kuning. Untuk poli bedah umum, Orhopedi, THT, dan Obsetry & Ginekology, berwarna kuning pada level 7 sedangkan Poli Bedah Mata dan Manajemen berwarana kuning pada level 6. dari hasil pengukuran kinerja, didapatkan bahwa indeks produktivitas rumah sakit adalah sebesar 633.02 dengan indikator berwarna kuning, yang artinya rumah sakit harus lebih berhati-hati dan harus segera memulai penelitian untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Kata Kunci : IPMS, Stakeholder, benchmarking, requirement, KPI, poli, produktivitas
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:33624
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:21 Feb 2012 10:12
Last Modified:21 Feb 2012 10:12

Repository Staff Only: item control page