IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM SENI PERTUNJUKAN DAGELAN BANYUMAS

UNSPECIFIED (2011) IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM SENI PERTUNJUKAN DAGELAN BANYUMAS. UNSPECIFIED thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

xii Mustikarini, Indra. 2011. “Implikatur Percakapan dalam Seni Pertunjukan Dagelan Banyumas”. Skripsi. Program Strata 1 dalam Ilmu Sastra Indonesia. Semarang. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Dosen pembimbing (1) Drs. Hendarto Supatra, S.U., M.Th., dan (2) Drs. Suyanto, M.Hum. Dagelan merupakan salah satu akar tradisi yang menjadi bagian dari karakter atau watak wong Banyumas. Watak wong Banyumas ini seperti cablaka (transparan), apa adanya, egaliter, dan glogok sor atau suka mengumbar ukara (ucapan). Dagelan sesungguhnya merupakan salah satu bentuk sastra lisan tertua di Banyumas Humor sebagai salah satu sumber rasa gembira, mungkin sudah menyatu dengan kelahiran manusia. Humor dapat pula menyampaikan siratan menyindir atau suatu kritikan yang bernuansa tawa. Humor juga dapat menjadi sarana persuasi untuk mempermudah masuknya informasi atau pesan yang ingin disampaikan sebagai sesuatu yang serius dan formal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi pada maksim-maksim prinsip kerja sama antar para pemain dagelan Banyumas dalam mencapai tujuan berhumor, mendeskripsikan wujud atau bentuk tuturan implikaturik dalam dagelan Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libas cakap yang dilanjutkan dengan teknik catat. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Data dikaji dan dianalisis dengan menggunakan teori pragmatik yang meliputi teori tindak tutur, prinsip kerja sama, dan implikatur. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan menggunakan kata-kata. Penyajian penjelasan tuturan didukung dengan penggalan dialog dari percakapan beberapa pemain dagelan Banyumas untuk memudahkan pemahaman. Hasil penelititian yang dicapai bahwa jenis tindak tutur dalam seni pertunjukan dagelan Banyumas adalah tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Penerapan dan penyimpangan maksim-maksim prinsip kerja sama terjadi dalam tuturan cerita sehingga menimbulkan implikatur yang mengundang tawa penonton. Implikatur yang berfungsi menunjang pengungkapan humor di dalam percakapan dagelan Banyumasan mencakup (1) implikatur representatif dengan subjenisnya: (a) menyatakan dan (b) berspekulasi; (2) implikatur direktif dengan subjenisnya: (a) menyuruh, (b) meminta; (3) implikatur ekspresif dengan subjenisnya: mengeluh; (4) implikatur komisif dengan subjenisnya: menyatakan kesanggupan; (5) implikatur deklaratif dan subjenisnya: mengesahkan.

Item Type:Thesis (UNSPECIFIED)
Uncontrolled Keywords:Dagelan Banyumas, humor, pragmatik
Divisions:Faculty of Humanities > Department of Indonesian
ID Code:33589
Deposited By:Sastra Indonesia
Deposited On:17 Feb 2012 12:58
Last Modified:17 Feb 2012 12:58

Repository Staff Only: item control page