Dimensi Lingkungan Tata Ruang Pada Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah

EKO HENDARTO, - (2011) Dimensi Lingkungan Tata Ruang Pada Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. PhD thesis, Program Doktor Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
90Kb

Abstract

ABSTRAK Kegiatan peternakan sapi perah diselenggarakan untuk menghasilkan susu guna memenuhi kebutuhan manusia. Namun bila tidak direncanakan dengan baik, hasil ikutannya berupa limbah berpotensi mencemari lingkungan. Terdapat kegiatan peternakan sapi perah rakyat pada permukiman penduduk. Permukiman menuntut adanya kenyamanan, sedangkan kegiatan peternakan menghasilkan cemaran yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan gambaran penggunaan lahan sebagai sebuah tata ruang peternakan sapi perah rakyat di permukiman, mendapatkan faktor yang mempengaruhi terbentuknya peternakan sapi perah rakyat di permukiman, dan mendapatkan identifikasi dampak pada komponen lingkungan. Tercapainya tujuan penelitian diperoleh konsep proses terbentuknya penggunaan lahan bersama sebagai tata ruang antara kegiatan peternakan sapi perah rakyat dengan permukiman penduduk. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan Paradigma Naturalistik yang prinsip utamanya adalah fenomenologi. Lokasi penelitian pada ekosistem lereng Gunung Slamet di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian memperlihatkan adanya tata ruang campuran antara peternakan sapi perah rakyat yang diselenggarakan di tengah permukiman sebagai salah satu pola pengembangan ekonomi kerakyatan yang berlangsung secara adaptif. Proses terbentuknya diawali dengan pengembangan kawasan peternakan sapi perah rakyat terkonsentrasi di luar permukiman yang disebut sebagai Kawasan Industri Peternakan (Kinak). Namun karena pertimbangan kemudahan dalam pengelolaan usaha, 76,52 persen peternak memindahkan kandang ternaknya ke dekat rumah yang selanjutnya menghasilkan tata ruang campuran. Tata ruang campuran dapat berlangsung karena belum terlampauinya batas ambang daya dukung lingkungan terutama tingkat adaptasi sosial yang guyub (gemeinschaft) dengan kadar kohesi sosial yang tinggi dan terbiasa dengan bau atau cemaran yang ditimbulkan. Tingkat adaptasi sosial lainnya adalah adanya kekerabatan, paguyuban, amanah/warisan orang tua, dan kegotong-royongan/kebersamaan. Di samping adanya dampak negatif juga terdapat dampak positif antara lain budaya minum susu dan penggunaan pupuk organik. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan agar tata ruang campuran antara peternakan sapi perah rakyat dengan permukiman sebagai pola pengembangan ekonomi kerakyatan, perlu diakui keberadaannya melalui regulasi dan dikembangkan melalui perencanaan tata ruang yang memperhatikan daya dukung lahan, air dan tingkat adaptasi sosial budaya setempat. Kegiatan peternakan sapi perah rakyat perlu memanfaatkan teknologi biogas untuk mengolah limbah kotoran ternak sekaligus untuk mengurangi efek pemanasan global dan meningkatkan kualitas pupuk organik. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memperoleh temuan tentang fenomena kondisi tata ruang campuran antara peternakan sapi perah rakyat dengan permukiman di tempat lain dengan kondisi yang berbeda. Kata kunci : tata ruang campuran, peternakan rakyat, daya dukung lingkungan ABSTRACT Dairy cattle farms is operated to produce milk to meet the demand of people’s nutritious foods. Without a good planning, the farm which also produces animal faeces which is potential to pollute the environment. The activities of backyard dairy farms in the settlement demanding a comfort situation, whereas livestock activities produce waste that can distrub human comfort. The purpose of this research is to describe of land use as a spatial planning of backyard dairy farms in the settlements, getting a factors that affecting to its conditions and specifications, and getting an identification impacts on environmental components. The achievement of the research’s purposes obtained the concept of the formation process of joint land use as a spatial planning between the backyard dairy farms and the settlements. Research method used was qualitative method using naturalistic paradigm which used phenomenology as the the main principle. Location of this research was in the Slamet Mount ecosystem in Banyumas Regency, Central Java. The results indicated that there was a mixed spatial planning between residential area and dairy cattle farms as an adaptable rural economic development pattern. The development process was initiated with the concentrated dairy farms that called Livestock Industry Area (Kinak). Due to simple daily management, 76,52 % of farmers moved their animal houses beside their houses, resulted as mixed spatial planning. Mixed spatial planning was establish smoothly due to environmental carrying capacity are not exceeding the carrying capacity threshold, especially level of social adaptation with high cohesive social and high tolerance to smell and pollution. Other social support factors were familyhood, community group, ancestor legacy and close relationship. Besides the negative impacts, there are also positive impacts such as milk drinking culture and the use of organic fertilizers. Based on the results, it was recommended that the existence of mixed spatial planning between small scale dairy farm with residential area as a pattern of people economy development should be approved legally and can be developed throught the planning of spatial management with considering the supports of land, water and socio-cultural norms. Small scale dairy cattle farms have to use biogass technology to process animal waste, which was able to increase global warming, and to improve the quality of organic fertilizer. It was recommended to conduct further research to get invention about mixed spatial planning phenomenon between small scale dairy cattle farms and residential areas in other places with different condition. Keywords : mixed spatial planning, backyard farming, environmental carrying capacity

Item Type:Thesis (PhD)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Environmental Science
ID Code:33585
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:17 Feb 2012 11:56
Last Modified:17 Feb 2012 11:56

Repository Staff Only: item control page